Kompas.com - 21/08/2020, 17:58 WIB
bayi kembar siam yang diberi nama Ahmad Rahman Al Ayyubi dan Ahmad Rahim Al Ayyubi di Kota Bekasi, Rabu (31/7/2019). DEAN PAHREVI/KOMPAS.combayi kembar siam yang diberi nama Ahmad Rahman Al Ayyubi dan Ahmad Rahim Al Ayyubi di Kota Bekasi, Rabu (31/7/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

Ika mengaku sangat senang kala mendapat kabar jadwal operasi pemisahan. Ika berpikir penantian dia dan suaminya selama setahun akhirnya terwujud.

“Jadi awalnya dijanjikan Juli untuk operasi pemisahan. Lalu karena dokternya banyak yang nangani Covid-19, akhirnya diundur jadi September mendatang,” ucap dia.

Namun, takdir berkata lain, Rahman dan Rahim dipanggil Yang Kuasa.

“Saya sudah tidak tahu lagi mau berkata apa saat itu. Saya terus meminta dokter untuk memeriksa kembali anaknya. Ya enggak percaya, baru dibawa ke rumah sakit terus dikabarkan sudah meninggal dunia,” kata dia.

Mencoba ikhlas

Ika mengaku hingga kini belum mengetahui penyebab kedua anaknya meninggal.

Ketika di rumah sakit, ia hanya diminta untuk menandatangani surat tanda kematian tanpa diberi tahu penyebab bayi kembarnya itu meninggal.

“Sampai di rumah sakit terus kita dikasih tahu si kembar meninggal dunia. Lalu, diminta tanda tangani surat kematian,” ucap Ika.

Romi Darma Rachim, ayah dari bayi kembar siam itu telah ikhlas atas kepergian Rahman dan Rahim.

Meski berat, bapak empat anak ini tidak ingin sedih berlarut-larut karena masih ada dua anaknya yang harus dirawat.

Riva Al Fahri, anak pertama kini duduk di kelas IV SD dan Milan Azzahra, anak kedua masih di bangku TK.

“Ya tak perlu nangis berlarut-larut karena kan masih ada anak saya ini dua yang masih perlu diurus juga. Yang penting anak kembar siam udah dipanggil Allah udah masuk surga, Insya Allah,” tutur dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta ART Aniaya Majikan Lansia: Pelaku Stres Beban Kerja hingga Ditangkap

Fakta ART Aniaya Majikan Lansia: Pelaku Stres Beban Kerja hingga Ditangkap

Megapolitan
3 Pemudik di Ciledug Diminta Jalani Karantina Mandiri Usai Dinyatakan Positif Covid-19

3 Pemudik di Ciledug Diminta Jalani Karantina Mandiri Usai Dinyatakan Positif Covid-19

Megapolitan
John Kei Membela Diri: Mengaku Sudah Bertobat hingga Merasa Dizalimi

John Kei Membela Diri: Mengaku Sudah Bertobat hingga Merasa Dizalimi

Megapolitan
Antisipasi Jakarta Hadapi Lonjakan Covid-19 Setelah Libur Panjang Lebaran

Antisipasi Jakarta Hadapi Lonjakan Covid-19 Setelah Libur Panjang Lebaran

Megapolitan
Belasan Kios di Terminal Senen Terbakar

Belasan Kios di Terminal Senen Terbakar

Megapolitan
UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Utang

Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Utang

Megapolitan
Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

Megapolitan
Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

[POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

Megapolitan
Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Megapolitan
Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Megapolitan
Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X