Deklarasi Maju ke Pilkada Depok, Idris Nangis Telepon Istri yang Dirawat karena Covid-19

Kompas.com - 04/09/2020, 19:26 WIB
Dalam deklarasi di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (4/9/2020), bakal calon wali kota Depok, Mohammad Idris berurai air mata ketika menghubungi istrinya, Elly Faridayang saat ini dirawat di rumah sakit karena mengidap Covid-19. TribunJakarta.com/Dwi Putra KesumaDalam deklarasi di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (4/9/2020), bakal calon wali kota Depok, Mohammad Idris berurai air mata ketika menghubungi istrinya, Elly Faridayang saat ini dirawat di rumah sakit karena mengidap Covid-19.

DEPOK, KOMPAS.com - Ada yang unik ketika bakal kandidat wali kota Depok, Mohammad Idris menyatakan diri maju pada Pilkada Depok melalui deklarasi di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (4/9/2020).

Di sela-sela pidato, Idris berinisiatif menghubungi istrinya, Elly Farida, yang saat ini masih dirawat di rumah sakit karena terpapar Covid-19 sejak akhir Agustus.

"Karena selama ini dialah yang berjasa untuk bisa kita sampai pada deklarasi saat ini. Silakan, Bunda, 1 menit," ungkap Idris kepada istrinya lewat video call.

Elly lantas membacakan pesan khusus untuk suaminya yang ia panggil "sang pejuang tercinta".

Baca juga: Diusung 3 Partai, Idris-IBH Resmi Deklarasi Maju ke Pilkada Depok 2020

"Jika ingin kedudukanmu mulia di sisi Allah, jangan mengolok-olok apalagi dengan kebencian. Jika ingin menjadi pemimpin yang kesatria, jadilah pejuang bukan pecundang. Saat berada di tempat tinggi, menengoklah ke bawah," kata Elly dengan suara bergetar.

"Kejarlah cita-cita setinggi asa penuh cinta dan tetap beretika," lanjutnya.

Idris tampak terharu dan menunduk. Beberapa kali ia mengelap matanya yang sembap oleh air mata menggunakan tisu.

"Selalu bersemangat dalam berkhidmat untuk rakyat dengan tekad yang kuat dan luruskan niat untuk Depok yang lebih baik dam bermartabat," kata Elly.

"Indonesia kuat. Salam semangat, selamat berjuang, yakin Allah bersama kita," sambung dia.

Baca juga: Ceritakan Pengalaman Tertular Covid-19, Istri Wali Kota Depok: Jangan Lengah Lepas Masker

Selepas pesan tersebut, hadirin yang notabene para pendukung Idris menyambutnya dengan tepuk tangan.

Sebagai informasi, Pilkada Depok 2020 nanti hampir pasti hanya akan mempertandingkan dua kubu petahana.

Satu adalah kubu PKS, petahana yang telah 15 tahun berkuasa di Depok, yang akan mengusung kembali Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Idris yang notabene kalangan nonpartai namun dekat dengan PKS bakal duet dengan kader partai dakwah tersebut, Imam Budi Hartono.

PKS membangun Koalisi Tertata Adil Sejahtera bersama Demokrat dan PPP dengan total perolehan 17 kursi di DPRD.

Partai-partai seperti PAN dan PKB yang sempat bergabung dalam koalisi itu pilih menyeberang ke kubu lawan.

Di pihak lawan, kubu Gerindra menempatkan wakil Idris saat ini di pemerintahan, Pradi Supriatna sebagai calon wali kota, didampingi kader perempuan PDI-P, Afifah Alia.

Dua partai yang kini juga berkuasa di level nasional itu menghimpun kekuatan dari Golkar, PSI, PKB, dan PAN dengan jumlah perolehan kursi di DPRD Kota Depok mencapai 33 kursi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai 5 Desember, 4 Stasiun Ini Hanya Layani Transaksi KMT dan Kartu Uang Elektronik Setiap Hari

Mulai 5 Desember, 4 Stasiun Ini Hanya Layani Transaksi KMT dan Kartu Uang Elektronik Setiap Hari

Megapolitan
Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Wagub DKI: Kami Prihatin

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Wagub DKI: Kami Prihatin

Megapolitan
Rute LRT Strategis Diserahkan ke Swasta, F-PDIP: Anies Kerja untuk Pemprov atau Swasta?

Rute LRT Strategis Diserahkan ke Swasta, F-PDIP: Anies Kerja untuk Pemprov atau Swasta?

Megapolitan
Waspada, November-Januari Masa Penetasan Telur Kobra

Waspada, November-Januari Masa Penetasan Telur Kobra

Megapolitan
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Kali Utan Kayu

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Kali Utan Kayu

Megapolitan
Begini Aturan Pemasangan Baliho yang Sah di DKI Jakarta

Begini Aturan Pemasangan Baliho yang Sah di DKI Jakarta

Megapolitan
Sekolah di Kota Bekasi Mulai Ajukan Diri Gelar KBM Tatap Muka

Sekolah di Kota Bekasi Mulai Ajukan Diri Gelar KBM Tatap Muka

Megapolitan
Akhirnya, Millen Cyrus Ditempatkan di Sel Khusus

Akhirnya, Millen Cyrus Ditempatkan di Sel Khusus

Megapolitan
Cegah Banjir, Pemancingan Liar di Waduk Munjul Dibongkar

Cegah Banjir, Pemancingan Liar di Waduk Munjul Dibongkar

Megapolitan
Kejar Target Persiapkan Pilkada 2020, KPU Tangsel Targetkan Lipat 1 Juta Surat Suara dalam 4 Hari

Kejar Target Persiapkan Pilkada 2020, KPU Tangsel Targetkan Lipat 1 Juta Surat Suara dalam 4 Hari

Megapolitan
Cerita Jacklyn Choppers Punya Akun YouTube, Pernah Bikin Warga 'Lupa' Sedang Marah ke Polisi

Cerita Jacklyn Choppers Punya Akun YouTube, Pernah Bikin Warga "Lupa" Sedang Marah ke Polisi

Megapolitan
Pengendara Motor Tertimpa Patahan Pohon di Lapangan Banteng

Pengendara Motor Tertimpa Patahan Pohon di Lapangan Banteng

Megapolitan
Berbagai Usulan DPRD DKI Jakarta untuk Pembelajaran Tatap Muka

Berbagai Usulan DPRD DKI Jakarta untuk Pembelajaran Tatap Muka

Megapolitan
Rumah Dinas Guru SMK 57 Terbakar Dini Hari Tadi, Diduga karena Korsleting

Rumah Dinas Guru SMK 57 Terbakar Dini Hari Tadi, Diduga karena Korsleting

Megapolitan
Beda Pandangan Pemprov dengan DPRD DKI soal KBM Tatap Muka

Beda Pandangan Pemprov dengan DPRD DKI soal KBM Tatap Muka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X