[POPULER JABODETABEK] Pendiri Kompas Gramedia Jakoeb Oetama Tutup Usia | Jakarta Tarik Rem Darurat, PSBB Total Resmi Berlaku

Kompas.com - 10/09/2020, 08:31 WIB
Jakob Oetama, 15 Mei 1994 KOMPAS/ JB SURATNOJakob Oetama, 15 Mei 1994

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua peristiwa penting terjadi kemarin, Rabu (9/9/2020). Keduanya tidak mengenakan, namun tetap harus dihadapi layaknya hidup yang terus berpuat.

Peristiwa besar pertama yang terjadi kemarin adalah berpulangnya tokoh pers dan pendiri Kompas Gramedia (KG), Jakob Oetama.

Duka cita mengalir deras dari para tokoh pers, pejabat publik, hingga internal Kompas Gramedia yang sudah menganggap sosok Jakob sebagai seorang "ayah" bahkan "opa" bagi para jurnalis muda di lingkungan KG.

Jakob meninggal dunia karena gangguan multiorgan setelah selama dua pekan dirawat di RS Mitra Keluarga.

Baca juga: Obituari: Kebimbangan Jakob Oetama, antara Jadi Guru atau Wartawan...

Pemakaman Pak JO, demikian dia disapa, rencananya akan dilakukan hari ini, Kamis (10/9/2020), di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Peristiwa besar lainnya yang juga terjadi kemarin adalah soal keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menarik rem darurat, mencabut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Dengan keputusan menarik rem darurat itu, Jakarta resmi kembali menerapkan PSBB total seperti awal pandemi.

Baca juga: Saat Mendiang Jakob Oetama Menjawab Kabar Tawaran untuk Jadi Menteri...

Hal ini dilakukan setelah lonjakan kasus harian di ibu kota kian tak terkendali setelah pelonggaran dilakukan. Kapasitas rumah sakit juga kian mengkhawatirkan.

Pada 17 September 2020, Pemprov DKI Jakarta memperkirakan keterisian kamar ICU hingga ruang isolasi mencapai batas maksimal.

Dua peristiwa besar yang terjadi kemarin itu menjadi berita terpopuler sepanjang kemarin, Rabu (9/9/2020). Berikut empat berita populer seputar Jabodetabek kemarin:

1. Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama meninggal dunia

Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88), meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (9/9/2020). Jakob wafat karena mengalami gangguan multiorgan.

Usia sepuh kemudian memperparah kondisi Jakob hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Dokter Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Felix Prabowo Salim, mengatakan, kondisi awal Jakob Oetama saat masuk rumah sakit sudah mengalami gangguan multiorgan.

Baca juga: Jakob Oetama dan Cintanya terhadap Manusia, Pendidikan, dan Wartawan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Jakarta Terisi 60 Persen

Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Jakarta Terisi 60 Persen

Megapolitan
Jadi Tersangka Korupsi, Dirut PD Sarana Jaya Disebut Rugikan Negara Hingga Rp 100 Miliar

Jadi Tersangka Korupsi, Dirut PD Sarana Jaya Disebut Rugikan Negara Hingga Rp 100 Miliar

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim PPKM Mikro Tekan Keterisian Tempat Tidur Isolasi dan ICU

Pemprov DKI Klaim PPKM Mikro Tekan Keterisian Tempat Tidur Isolasi dan ICU

Megapolitan
Gelapkan Mobil Rental di Kelapa Gading, 4 Pelaku Ditangkap Polisi

Gelapkan Mobil Rental di Kelapa Gading, 4 Pelaku Ditangkap Polisi

Megapolitan
Trotoar di Jalan Panglima Polim Ditata bersama Juru Parkir

Trotoar di Jalan Panglima Polim Ditata bersama Juru Parkir

Megapolitan
Ada Libur Isra Mi'raj dan Nyepi, Anies: Jangan Bepergian ke Luar Kota, Tahan Diri

Ada Libur Isra Mi'raj dan Nyepi, Anies: Jangan Bepergian ke Luar Kota, Tahan Diri

Megapolitan
Polisi Selidiki Pembakaran Sejumlah Posko Ormas di Tangsel

Polisi Selidiki Pembakaran Sejumlah Posko Ormas di Tangsel

Megapolitan
Pemprov DKI Telah 4 Kali Kirim Surat Permohonan Penjualan Saham Perusahaan Bir ke DPRD

Pemprov DKI Telah 4 Kali Kirim Surat Permohonan Penjualan Saham Perusahaan Bir ke DPRD

Megapolitan
Sakit Hati Ditinggal Kekasih, Seorang Perempuan di Kota Tangerang Buang Bayinya

Sakit Hati Ditinggal Kekasih, Seorang Perempuan di Kota Tangerang Buang Bayinya

Megapolitan
Diduga Berbuat Cabul, Lurah Pekayon Jaya Bekasi Mengaku Siap Ikuti Prosedur Hukum

Diduga Berbuat Cabul, Lurah Pekayon Jaya Bekasi Mengaku Siap Ikuti Prosedur Hukum

Megapolitan
Baznas DKI Jakarta Buka Lowongan Relawan Ramadhan, Ini Kualifikasi dan Cara Mendaftar

Baznas DKI Jakarta Buka Lowongan Relawan Ramadhan, Ini Kualifikasi dan Cara Mendaftar

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim PPKM Mikro Tekan Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta

Pemprov DKI Klaim PPKM Mikro Tekan Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Lurah Pekayon Jaya Bekasi Akui Pegang Bokong Pedagang Warung

Lurah Pekayon Jaya Bekasi Akui Pegang Bokong Pedagang Warung

Megapolitan
Dikawal Staf dari Pemkot Bekasi, Lurah Diduga Cabul Penuhi Panggilan DPRD

Dikawal Staf dari Pemkot Bekasi, Lurah Diduga Cabul Penuhi Panggilan DPRD

Megapolitan
Pesepeda Keluar Jalur di Jalan Sudirman-Thamrin, Bisa Kena Sanksi Rp 100.000

Pesepeda Keluar Jalur di Jalan Sudirman-Thamrin, Bisa Kena Sanksi Rp 100.000

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X