Demi Hindari Banjir dan Penyebaran Covid-19, Warga Bantaran Kali Rawa Rengas Diimbau Bersedia Direlokasi

Kompas.com - 09/10/2020, 22:45 WIB
Camat Cakung Achmad Salahuddin saat meninjau jalan amblas di Kampung Pedaengan, RT 015, RW 08, Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (7/1/2020). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVICamat Cakung Achmad Salahuddin saat meninjau jalan amblas di Kampung Pedaengan, RT 015, RW 08, Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (7/1/2020).
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Camat Cakung Achmad Salahuddin meminta warganya yang tinggal di bantaran Kali Rawa Rengas agar bersedia direlokasi ke Rumah Susun Cakung Barat.

Pasalnya, dalam waktu dekat, lahan yang mereka tempati saat ini akan digusur demi normalisasi kali.

Achmad menilai normalisasi perlu dilakukan agar pemukiman tersebut bisa terhindar dari banjir. Warga setempat tak perlu lagi mengungsi ke Kelurahan Cakung Barat kala banjir menerjang.

Selain karena alasan itu, dalam kondisi pandemi Covid-19, berkumpul di pengungsian dianggap memiliki potensi munculnya klaster baru.

"Apalagi dalam kondisi pandemi, kalau mereka ngungsi ke kelurahan dampaknya klaster baru lagi," kata Achmad saat dihubungi, Jumat (9/102020).

Baca juga: Terdampak Normalisasi Kali Rawa Rengas, 18 KK di Cakung Ditawari Pindah ke Rusun

Dia berharap warganya dapat mengikuti imbauan pemerintah untuk direlokasi. Sejauh ini, Achmad memastikan Rusun Cakung Barat sudah siap menampung warga bantaran kali Rawa Rengas.

"Jangan sampai menempati lahan kali. Kapan kita akan menata kali kita?" ucap dia.

Sejauh ini, 18 bangunan bantaran kali Rawa Rengas sudah diberikan surat peringatan (SP) 1 pada Jumat (10/9/2020).

Dalam SP 1 tersebut dijelaskan bahwa warga diberi waktu untuk pindah dalam kurun waktu 7x24 jam. Sedangkan SP 2 menjelaskan bahwa warga diberi tenggat waktu tambahan 3x24 jam.

"Sedangkan SP 3 kita beri waktu 1x24 jam," kata Achmad.

Baca juga: Terdampak Normalisasi, Warga Bantaran Kali Rawa Rengas Minta Pemerintah Beli Lahanya Rp 200 Juta



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras, Motor Pengemudi Ojol Rusak Berat Tertimpa Pohon Tumbang

Hujan Deras, Motor Pengemudi Ojol Rusak Berat Tertimpa Pohon Tumbang

Megapolitan
M Taufik Desak Anies Segera Tunjuk Pejabat sebagai Wali Kota Jaksel

M Taufik Desak Anies Segera Tunjuk Pejabat sebagai Wali Kota Jaksel

Megapolitan
Jalan Falatehan Tergenang 50 Cm, Camat: Beban dan Kapasitas Saluran Tak Imbang, Jadi Antre Airnya

Jalan Falatehan Tergenang 50 Cm, Camat: Beban dan Kapasitas Saluran Tak Imbang, Jadi Antre Airnya

Megapolitan
Polisi: Pembuat Hasil PCR Palsu Beraksi Sejak November 2020, Sudah Jual 11 Surat

Polisi: Pembuat Hasil PCR Palsu Beraksi Sejak November 2020, Sudah Jual 11 Surat

Megapolitan
Polisi Mediasi Ormas yang Terlibat Penganiayaan di Bekasi, tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Polisi Mediasi Ormas yang Terlibat Penganiayaan di Bekasi, tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Tertinggi, 2.121 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protap Covid-19 Sepanjang Januari

Tertinggi, 2.121 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protap Covid-19 Sepanjang Januari

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut 100 Jenazah Dimakamkan dengan Protap Covid-19 dalam Sehari

Pemprov DKI Sebut 100 Jenazah Dimakamkan dengan Protap Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Jalan Falatehan Kebayoran Baru Tergenang Air hingga 50 Sentimeter, Lalu Lintas Sempat Macet

Jalan Falatehan Kebayoran Baru Tergenang Air hingga 50 Sentimeter, Lalu Lintas Sempat Macet

Megapolitan
Ketika Grafik Kasus Positif Covid-19 Harian di DKI Jakarta Melonjak Selama PPKM Jilid Pertama

Ketika Grafik Kasus Positif Covid-19 Harian di DKI Jakarta Melonjak Selama PPKM Jilid Pertama

Megapolitan
Asosiasi RS Swasta: Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19 Puluhan Miliar Rupiah

Asosiasi RS Swasta: Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19 Puluhan Miliar Rupiah

Megapolitan
KPU Tangsel Nyatakan Siap Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

KPU Tangsel Nyatakan Siap Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Tambah 1.941 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19

Pemprov DKI Akan Tambah 1.941 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Polisi: Beberapa Pembuat Surat PCR Palsu adalah Pegawai Lab dan Klinik

Polisi: Beberapa Pembuat Surat PCR Palsu adalah Pegawai Lab dan Klinik

Megapolitan
Perempuan Mesum di Halte Senen Tertangkap, Pelaku Pria Masih Diburu

Perempuan Mesum di Halte Senen Tertangkap, Pelaku Pria Masih Diburu

Megapolitan
Dua Anggota Ormas Dianiaya karena Sering Memalak di Kafe Bekasi, Seorang Tewas

Dua Anggota Ormas Dianiaya karena Sering Memalak di Kafe Bekasi, Seorang Tewas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X