Berjalan Kaki di Dekat Bundaran Monas, Seorang Perempuan Tiba-tiba Jatuh Pingsan

Kompas.com - 13/10/2020, 15:03 WIB
Seorang perempuan jatuh pingsan saat sedang berjalan kaki di tengah kerumunan massa dekat bundaran Monas, Rabu (13/10/2020). Tak jauh dari lokasi, massa tengah berunjuk rasa menolak UU Cipta Kerja. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSeorang perempuan jatuh pingsan saat sedang berjalan kaki di tengah kerumunan massa dekat bundaran Monas, Rabu (13/10/2020). Tak jauh dari lokasi, massa tengah berunjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang perempuan yang tak diketahui identitasnya tiba-tiba terjatuh pingsan di dekat lampu merah Bundaran Monumen Nasional, Gambir, Jakarta pada Selasa (13/10/2020) sekitar pukul 13.45 WIB.

Awalnya, perempuan tersebut sedang berjalan kaki.

Orang-orang di sekitar perempuan tersebut langsung spontan menolong.

Orang-orang langsung mencoba menggotong perempuan dan memanggil tim medis.

“Medis, medis, medis. Tolong..tolong,” kata seorang warga.

Baca juga: Wagub DKI Ingatkan Jangan Ada Lagi Perusakan Fasilitas Umum Saat Demo

Tak berapa lama kemudian, petugas medis dari mobil ambulans di sekitar lokasi datang menghampiri sambil membawa tandu.

Perempuan yang pingsan tersebut lalu dipindahkan ke tandu dan dibawa ke mobil ambulans.

Di dalam ambulans, perempuan tersebut diberikan bantuan oksigen.

Baca juga: Ada Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Jalan Budi Kemuliaan Macet

Seorang pedagang rokok kemudian menghampiri dan berteriak, “itu pedagang Madura itu, dari tadi ngumpulin makanan,” ujarnya.

Pedagang rokok tersebut kemudian meminta pedagang kopi keliling untuk memanggil rekannya.

Setelah 10 menit kemudian, perempuan tersebut belum sadar. Kini, perempuan tersebut dalam penanganan petugas medis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI Sebut Ada Dua Hambatan Proses Pembebasan Lahan Proyek Normalisasi

Wagub DKI Sebut Ada Dua Hambatan Proses Pembebasan Lahan Proyek Normalisasi

Megapolitan
Wagub DKI Minta ASN Pemprov Tetap Kerja pada 12 Maret

Wagub DKI Minta ASN Pemprov Tetap Kerja pada 12 Maret

Megapolitan
Anggaran Terbatas, Pemkot Bekasi Minta Bantuan Ridwan Kamil untuk Proyek Normalisasi Kali Bekasi

Anggaran Terbatas, Pemkot Bekasi Minta Bantuan Ridwan Kamil untuk Proyek Normalisasi Kali Bekasi

Megapolitan
Kawalcovid19: Korban Jiwa Covid-19 Jakarta seperti 3 Kali Tragedi 9/11

Kawalcovid19: Korban Jiwa Covid-19 Jakarta seperti 3 Kali Tragedi 9/11

Megapolitan
Robby Abbas, Mantan Muncikari Artis yang Kembali Ditangkap karena Sabu

Robby Abbas, Mantan Muncikari Artis yang Kembali Ditangkap karena Sabu

Megapolitan
Proyek Normalisasi Kali Bekasi Resmi Dimulai untuk Kendalikan Banjir

Proyek Normalisasi Kali Bekasi Resmi Dimulai untuk Kendalikan Banjir

Megapolitan
Satpol PP Tutup 4 Kafe di Jakpus karena Langgar Jam Operasional

Satpol PP Tutup 4 Kafe di Jakpus karena Langgar Jam Operasional

Megapolitan
KawalCovid19: Tingkat Kematian Pasien di DKI Meningkat hingga 2,8 Persen

KawalCovid19: Tingkat Kematian Pasien di DKI Meningkat hingga 2,8 Persen

Megapolitan
Wagub DKI: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung Butuh Rp 5 Triliun

Wagub DKI: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung Butuh Rp 5 Triliun

Megapolitan
Pemkot Bogor Tiadakan Kebijakan Ganjil Genap untuk Akhir Pekan Ini

Pemkot Bogor Tiadakan Kebijakan Ganjil Genap untuk Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Sempat Bertemu Pembunuh Anaknya, Ibu Ade Sara: Assyifa, kalau Memang Kamu Pelakunya, Tante Maafkan Kamu

Sempat Bertemu Pembunuh Anaknya, Ibu Ade Sara: Assyifa, kalau Memang Kamu Pelakunya, Tante Maafkan Kamu

Megapolitan
Wagub: 7,6 Kilometer Lahan di Bantaran Ciliwung Bisa Dinormalisasi

Wagub: 7,6 Kilometer Lahan di Bantaran Ciliwung Bisa Dinormalisasi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Virus Corona B.1.1.7 Sudah Menyebar di Jakarta Tanpa Terdeteksi?

Virus Corona B.1.1.7 Sudah Menyebar di Jakarta Tanpa Terdeteksi?

Megapolitan
Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang: Dipakai ART hingga Kenalan Pedagang

Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang: Dipakai ART hingga Kenalan Pedagang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X