Anies: Libur Panjang Memang Menggoda, tapi Covid-19 Masih di Sekitar Kita...

Kompas.com - 27/10/2020, 12:41 WIB
Sebuah kendaraan truk melintas jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat. Jelang libur panjang akhir pekan ini kendaraan besar dilarang melintasi jalur tersebut. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANSebuah kendaraan truk melintas jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat. Jelang libur panjang akhir pekan ini kendaraan besar dilarang melintasi jalur tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan kemungkinan munculnya klaster keluarga pascalibur panjang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Perlu diketahui, pemerintah memutuskan menjadikan 28 Oktober dan 30 Oktober 2020 sebagai cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, akan ada libur panjang selama lima hari, yaitu pada 28 Oktober hingga 1 November 2020.

Pernyataan itu disampaikan Anies melalui akun Instagram pribadinya @Aniesbaswedan, Selasa (27/10/2020).

"Libur panjang memang menggoda, tapi Covid-19 masih ada di sekitar kita. Jangan sia-siakan upaya kita bersama selama ini," kata Anies.

Anies memprediksi adanya lonjakan kasus Covid-19 muncul pada hari ke-10 sampai 14 pascalibur panjang. Prediksi tersebut berdasarkan lonjakan kasus yang muncul pascalibur panjang pada Agustus 2020.

Baca juga: Anggap Cuti Bersama Perlu Dikaji Lagi, Anies: Pusat Sudah Putuskan, Ya Sudah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bulan September kemarin kita mengalami lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta. Klaster keluarga menjadi penyebab yang terbesar akibat libur panjang pada bulan Agustus, kasusnya mulai naik 10 sampai 14 hari kemudian," ujar Anies.

Tetap gunakan masker ketika kumpul keluarga

Oleh sebab itu, Anies mengimbau warga menghabiskan waktu liburan bersama keluarga di rumah dan menghindari bepergian ke luar kota.

Imbauan tersebut disampaikan Anies pada pertemuan bersama para kepala sekolah se-Jabodetabek di Polda Metro Jaya, Senin (26/10/2020).

Meskipun berkumpul dengan keluarga, Anies mengingatkan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan khususnya menggunakan masker. Hal ini guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di lingkungan keluarga.

"Saya anjurkan kepada seluruh masyarakat, jangan karena merasa keluarga, kemudian masker dicopot. Karena itu merasa keluarga, merasanya aman, lalu maskernya tidak dipakai," ucap dia.

Pengawasan Pemprov DKI terbatas

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, pihaknya hanya dapat mengawasi kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan di ruang-ruang publik.

Baca juga: Puncak Arus Libur Panjang di Soekarno-Hatta Diperkirakan Terjadi Hari Ini

Oleh karena itu, pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan keluarga merupakan tanggung jawab masing-masing individu.

"Kalaupun pertemuan keluarga, maka pastikan masker dipakai karena pemerintah tidak mungkin mengawasi ruang-ruang keluarga di seluruh rumah," ujar Anies.

Anies tak dapat cabut kebijakan cuti bersama

Anies mengaku tak memiliki wewenang untuk mencabut keputusan cuti bersama. Pasalnya, dia hanya mengikuti kebijakan yang diputuskan pemerintah pusat.

Pemprov DKI pernah meminta pemerintah pusat untuk mengevaluasi kembali penetapan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurut Anies, evaluasi penetapan cuti bersama perlu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca liburan.

Baca juga: Jelang Libur Panjang, Anies Imbau Warga Tak Copot Masker Saat Kumpul Keluarga

"Sebetulnya tiga minggu yang lalu kita sudah menganjurkan dalam rapat pertemuan dengan gugus (tugas percepatan penanganan Covid), coba dipertimbangkan soal liburnya, libur panjangnya," kata Anies.

Namun, pemerintah pusat tetap menetapkan cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober. Pemprov DKI pun harus mengikuti kebijakan tersebut dan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur panjang dengan memastikan ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di 98 rumah sakit rujukan.

"Pemerintah pusat sudah memutuskan tetap jalan libur panjangnya. Ya sudah, keputusan pemerintah pusat itu, sekarang kita jalani antisipasi semua side effectnya," ujar Anies.

"Antisipasi itu artinya kita harus siap jumlah tempat tidur, kemudian kegiatan testing dan tracing karena pengalaman masa libur panjang sesudahnya suka ada lonjakan (kasus Covid-19)," lanjutnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasar Induk Buah dan Sayur Jatiuwung Mulai Beroperasi

Pasar Induk Buah dan Sayur Jatiuwung Mulai Beroperasi

Megapolitan
Anies Sebut Tren Kematian Pasien Covid-19 Turun, tapi Masih di Atas 100 Kasus Per Hari

Anies Sebut Tren Kematian Pasien Covid-19 Turun, tapi Masih di Atas 100 Kasus Per Hari

Megapolitan
Anies Kabarkan Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19

Anies Kabarkan Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Polisi Usut Peleton Road Bike Melintas di JLNT Antasari

Pemprov DKI Minta Polisi Usut Peleton Road Bike Melintas di JLNT Antasari

Megapolitan
UPDATE: Tambah 315 Kasus di Kota Tangerang, 5.249 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 315 Kasus di Kota Tangerang, 5.249 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: 1.024 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 29 Pasien Meninggal

UPDATE: 1.024 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 29 Pasien Meninggal

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Dua Lapak Barang Bekas dan 9 Pintu Kontrakan di Kalideres Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Dua Lapak Barang Bekas dan 9 Pintu Kontrakan di Kalideres Terbakar

Megapolitan
UPDATE: 279 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 7 Pasien Meninggal

UPDATE: 279 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 7 Pasien Meninggal

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Jakarta Capai Target Lebih Cepat dari Rencana Jokowi

Vaksinasi Covid-19 Jakarta Capai Target Lebih Cepat dari Rencana Jokowi

Megapolitan
Viral Video Peleton Road Bike Terobos Masuk JLNT Antasari

Viral Video Peleton Road Bike Terobos Masuk JLNT Antasari

Megapolitan
Vaksin Akan Jadi Syarat Aktivitas di Jakarta, Bagaimana Penyintas Covid-19 dan Orang Berpenyakit Tertentu?

Vaksin Akan Jadi Syarat Aktivitas di Jakarta, Bagaimana Penyintas Covid-19 dan Orang Berpenyakit Tertentu?

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Bakal Jalan Terus walau Sudah Penuhi Target

Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Bakal Jalan Terus walau Sudah Penuhi Target

Megapolitan
Pemprov DKI Sudah Vaksinasi 7,5 Juta Warga, 40 Persennya Ber-KTP Luar Jakarta

Pemprov DKI Sudah Vaksinasi 7,5 Juta Warga, 40 Persennya Ber-KTP Luar Jakarta

Megapolitan
Anies: Banyak Kegiatan Keagamaan Akan Digelar, Syaratnya Harus Vaksin Dulu

Anies: Banyak Kegiatan Keagamaan Akan Digelar, Syaratnya Harus Vaksin Dulu

Megapolitan
Kasus Covid-19 pada Anak Naik Pesat, Pemkot Bekasi Akan Gencarkan Vaksinasi

Kasus Covid-19 pada Anak Naik Pesat, Pemkot Bekasi Akan Gencarkan Vaksinasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X