Kompas.com - 23/11/2020, 13:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Markas Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta, di Cililitan, Jakarta Timur, dipenuhi karangan bunga, Senin (23/11/2020).

Pantauan Kompas.com, puluhan karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat berjejer menghiasi pagar Kodam Jaya, dari ujung utara hingga selatan.

Mereka mendukung langkah TNI mencabut sejumlah baliho yang dipasang simpatisan pemimpin organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

"Bravo Pangdam Jaya. Terbaik untuk rakyat, terbaik untuk TNI," tulis kelompok yang menamakan diri sebagai Benteng NKRI dalam salah satu karangan bunga.

"Terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah bertindak tegas dengan mencabut baliho-baliho yang meresahkan masyarakat," tulis alumni ITS.

Baca juga: Pangdam Jaya: 900 Spanduk Rizieq Shihab Sudah Dicopot

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, dukungan ini tidak hanya untuk TNI saja.

"Ini untuk polisi juga, karena pada dasarnya, sebetulnya pencabutan baliho oleh polisi, dalam hal ini Satpol PP. Kami lakukan sama-sama," kata Dudung, Senin, di lokasi.

"Sekarang situasi sudah mulai aman, harapan masyarakat sudah mulai membaik," ucap dia.

Prajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Prajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Sebelumnya diberitakan, pasukan TNI langsung turun ke jalan untuk berpatroli mencopot spanduk dan baliho FPI maupun Rizieq Shihab, Jumat (20/11/2020).

Mayjen TNI Dudung Abdurachman menjelaskan, sejumlah petugas Satpol PP sudah menurunkan baliho Rizieq Shihab yang dipasang tanpa izin.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluh Kesah Penumpang Transjakarta Akibat Kebijakan 'Tap In-Tap out': Antrean Panjang hingga Saldo Terpotong 2 Kali

Keluh Kesah Penumpang Transjakarta Akibat Kebijakan "Tap In-Tap out": Antrean Panjang hingga Saldo Terpotong 2 Kali

Megapolitan
Shalat Gaib untuk Korban Kanjuruhan, Kapolres Tangerang Ingatkan Jajaran Hindari Kesalahan Saat Tugas

Shalat Gaib untuk Korban Kanjuruhan, Kapolres Tangerang Ingatkan Jajaran Hindari Kesalahan Saat Tugas

Megapolitan
Komnas Perempuan Minta Baim dan Paula Bikin Konten Pencegahan KDRT Alih-alih Video 'Prank'

Komnas Perempuan Minta Baim dan Paula Bikin Konten Pencegahan KDRT Alih-alih Video "Prank"

Megapolitan
Polisi Ringkus Empat Begal Pedagang Mi Ayam di Apartemen Kawasan Cikarang Utara

Polisi Ringkus Empat Begal Pedagang Mi Ayam di Apartemen Kawasan Cikarang Utara

Megapolitan
Pembangunan Halte Bundaran HI Berlanjut, Sejarawan: Saya Mendesak Disetop

Pembangunan Halte Bundaran HI Berlanjut, Sejarawan: Saya Mendesak Disetop

Megapolitan
Penumpang Transjakarta Protes Saldo Terpotong 2 Kali gara-gara 'Tap In-Tap Out'

Penumpang Transjakarta Protes Saldo Terpotong 2 Kali gara-gara "Tap In-Tap Out"

Megapolitan
Korban KDRT Jangan Takut Lapor Polisi, Berikut Langkahnya

Korban KDRT Jangan Takut Lapor Polisi, Berikut Langkahnya

Megapolitan
BKD Tak Berikan Sanksi Wakil Ketua DPRD Depok yang Suruh Sopir Truk Push Up dan Berguling di Jalan

BKD Tak Berikan Sanksi Wakil Ketua DPRD Depok yang Suruh Sopir Truk Push Up dan Berguling di Jalan

Megapolitan
Dipanggil Badan Kehormatan, Wakil Ketua DPRD Depok Minta Maaf Suruh Sopir Truk 'Push Up'

Dipanggil Badan Kehormatan, Wakil Ketua DPRD Depok Minta Maaf Suruh Sopir Truk "Push Up"

Megapolitan
Banjir Termasuk Tujuh Isu Strategis di Tangsel, Pemkot Bakal Intervensi Tata Ruang

Banjir Termasuk Tujuh Isu Strategis di Tangsel, Pemkot Bakal Intervensi Tata Ruang

Megapolitan
Terus Berulang, Banjir di Tol BSD Disebabkan Penyempitan Kali Cibenda

Terus Berulang, Banjir di Tol BSD Disebabkan Penyempitan Kali Cibenda

Megapolitan
Laporkan Mamat Alkatiri Gegara Kena 'Roasting', Hillary Brigitta Bantah Antikritik

Laporkan Mamat Alkatiri Gegara Kena "Roasting", Hillary Brigitta Bantah Antikritik

Megapolitan
Anies: RT di Jakarta Ada 30.000, yang Kena Banjir 30, 'It's Not Even One Percent'

Anies: RT di Jakarta Ada 30.000, yang Kena Banjir 30, "It's Not Even One Percent"

Megapolitan
Imbas Harga Naik, Pedagang Kurangi Stok Beras agar Tidak Rugi

Imbas Harga Naik, Pedagang Kurangi Stok Beras agar Tidak Rugi

Megapolitan
Kecam Konten 'Prank' Baim dan Paula, Komnas Perempuan: KDRT jadi Candaan, Tak Empati ke Korban

Kecam Konten "Prank" Baim dan Paula, Komnas Perempuan: KDRT jadi Candaan, Tak Empati ke Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.