Kompas.com - 24/11/2020, 21:30 WIB
Uang rupiah palsu yang dimusnahkan Bank Indonesia dan Polri di Jakarta, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAUang rupiah palsu yang dimusnahkan Bank Indonesia dan Polri di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

TANGSEL, KOMPAS.com - Dua pria lanjut usia (lansia) ditangkap polisi Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, lantaran kedapatan menyimpan uang palsu senilai Rp 800 juta yang siap diedarkan.

Kapolsek Pondok Aren AKP Riza Sativa menjelaskan, kasus tersebut terbongkar berawal dari informasi yang diperoleh polisi.

"Vipers Pondok Aren mendapatkan informasi terkait dengan adanya uang palsu tersebut," ujar Riza dalam keterangannya, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Beli Handphone Pakai Uang Palsu, Pengemudi Ojek Online Ditangkap Polisi

Polisi lalu mendatangi lokasi salah seorang pelaku berinisial SS (60) di kawasan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, dan ditemukan uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 8.000 lembar.

Dari keterangan tersangka, diketahui bahwa uang palsu tersebut didapatkan dari pelaku berinisial SMN (72) yang tinggal di kawasan Kunciran, Kota Tangerang.

"Pelaku mengakui bahwa pasokan uang palsu di rumah SS berasal dari SMN," kata Riza.

Uang pecahan Rp. 100.000 berjumlah 8.000 lembar itu diduga akan diedarkan para pelaku di wilayah Tangerang Selatan, Tangerang Kota, dan Bekasi.

Riza menyebutkan bahwa kedua tersangka pelaku belum sempat mengedarkan uang palsu tersebut.

"Yang bersangkutan belum mengedarkan, kami sudah tangkap. Untuk pengedarannya mungkin sesuai domisili mereka," ungkapnya.

Riza mengungkapkan bahwa SMN tidak memproduksi uang palsu tersebut. SMN membeli uang palsu senilai Rp 800 juta itu dari pelaku berinisial J seharga Rp 50 juta.

"Jadi Rp 50 juta itu dia mendapatkan uang palsu sebanyak Rp 800 juta," ujar Riza.

Riza menambahkan, polisi mendalami kasus tersebut dan memburu J yang disebut-sebut sebagai pemasok uang palsu siap edar tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo di Cikini Dijual hingga Rp 400 M, Sudah Ada yang Menawar

Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo di Cikini Dijual hingga Rp 400 M, Sudah Ada yang Menawar

Megapolitan
Kelelahan Berenang di Sungai Bekasi, Remaja Hanyut

Kelelahan Berenang di Sungai Bekasi, Remaja Hanyut

Megapolitan
Apindo Kota Tangerang Dorong Pengusaha Bayar Penuh THR 2021

Apindo Kota Tangerang Dorong Pengusaha Bayar Penuh THR 2021

Megapolitan
Ini Alasan Ahli Waris Achmad Soebardjo Hendak Jual Eks Kantor Kemenlu

Ini Alasan Ahli Waris Achmad Soebardjo Hendak Jual Eks Kantor Kemenlu

Megapolitan
Usai Jadi Cibiran Warga, Tugu Pamulang Bakal Ditutupi Seng untuk Sementara

Usai Jadi Cibiran Warga, Tugu Pamulang Bakal Ditutupi Seng untuk Sementara

Megapolitan
Keunggulan Berbuka Puasa dengan Kurma Menurut Ahli Gizi

Keunggulan Berbuka Puasa dengan Kurma Menurut Ahli Gizi

Megapolitan
Punya Sertifikat, Keluarga Achmad Soebardjo Tegaskan Berhak Jual Eks Kantor Kemenlu

Punya Sertifikat, Keluarga Achmad Soebardjo Tegaskan Berhak Jual Eks Kantor Kemenlu

Megapolitan
Ini Asal Usul Ngabuburit, Tradisi Unik Saat Ramadhan

Ini Asal Usul Ngabuburit, Tradisi Unik Saat Ramadhan

Megapolitan
Misteri Toko di Jagakarsa di Balik Peristiwa Serangan di Mabes Polri dan Koboi Duren Sawit

Misteri Toko di Jagakarsa di Balik Peristiwa Serangan di Mabes Polri dan Koboi Duren Sawit

Megapolitan
Kesaksian Warga Kebon Jeruk Korban Peluru Nyasar, Sedang Tidur Lalu Dengar Ledakan Besar

Kesaksian Warga Kebon Jeruk Korban Peluru Nyasar, Sedang Tidur Lalu Dengar Ledakan Besar

Megapolitan
Takjil Bukan Berarti Makanan, Ini Arti Sesungguhnya

Takjil Bukan Berarti Makanan, Ini Arti Sesungguhnya

Megapolitan
Kasus Remaja Tewas Terlindas Truk Demi Konten, Kak Seto Ingatkan Peran Warga Mengawasi

Kasus Remaja Tewas Terlindas Truk Demi Konten, Kak Seto Ingatkan Peran Warga Mengawasi

Megapolitan
Bentuk Tugu Pamulang Jadi Cibiran, Pemprov Banten Segera Bahas Revitalisasinya dengan Pemkot Tangsel

Bentuk Tugu Pamulang Jadi Cibiran, Pemprov Banten Segera Bahas Revitalisasinya dengan Pemkot Tangsel

Megapolitan
PT KCI Perbolehkan Penumpang Berbuka Puasa di Kereta

PT KCI Perbolehkan Penumpang Berbuka Puasa di Kereta

Megapolitan
Penyebab Kebakaran di Gedung Blok C Pasar Minggu Masih Diselidiki Polisi

Penyebab Kebakaran di Gedung Blok C Pasar Minggu Masih Diselidiki Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X