Pemkot Tangerang Berencana Gelar Kembali Belajar Tatap Muka Januari 2021

Kompas.com - 25/11/2020, 16:48 WIB
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat ditemui di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (16/7/2020). KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOWali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat ditemui di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (16/7/2020).
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang berencana menggelar kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada Januari 2021.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah menjelaskan, saat ini pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan tengah mengkaji mekanisme kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

"Sedang dikaji dan disiapkan berbagai alternatif," ujar Arief dalam keterangannya, Rabu (25/11/2020).

Menurut Arief, mekanisme yang disiapkan Dinas Pendidikan nantinya akan ditawarkan kepada komite sekolah dan juga orangtua siswa.

Baca juga: Sekolah di Kota Bekasi Mulai Ajukan Diri Gelar KBM Tatap Muka

Sehingga, pihak sekolah dan orangtua dapat memutuskan kegiatan belajar akan dilakukan secara tatap muka atau tetap secara daring.

"Tidak ada keterpaksaan bagi orangtua yang mau anaknya sekolah tatap muka, jadi tidak wajib tatap muka dan bisa memilih," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arief pun menegaskan bahwa kegiatan belajar tatap muka yang direncanakan berlangsung pada Januari mendatang bukan sebuah keharusan bagi para siswa.

Faktor kesehatan dan keselamatan, kata Arief, menjadi fokus utama Pemerintah Kota Tangerang di tengah kasus Covid-19 yang masih meningkat.

"Karena kami tidak ingin ada klaster baru dan justru membahayakan anak-anak dan guru di sekolah," pungkasnya.

Baca juga: Rencana Belajar Tatap Muka, Orangtua Ingin Diterapkan Setelah Ada Vaksin

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman menyebut rencana untuk memulai kembali kegiatan belajar tatap muka masih bisa berubah.

Hal tersebut akan dipertimbangkan sesuai dengan situasi dan kondisi pandemi Covid-19 di wilayah Tangerang.

"Sudah kami bahas semua dengan pihak terkait, tetapi belum final, karena kami masih lihat kondisi wilayahnya," ujar Herman saat dikonfirmasi, Rabu.

Saat ini, kata Herman, pihaknya masih terus mengkaji teknis pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka yang aman dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

"Yang jelas kami akan penuhi dan ikuti petunjuk di pemerintahan pusat," pungkasnya.

Baca juga: Anies Sebut Belum Ada Keputusan Pembukaan Sekolah Januari 2021

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan, sekolah boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021.

Namun, Nadiem menegaskan bahwa belajar tatap muka memang diperbolehkan, tetapi tidak diwajibkan karena masih berlangsungnya pandemi Covid-19.

Menurut dia, keputusan untuk menggelar kegiatan belajar tatap muka atau tetap secara daring ada di tangan pemerintah daerah (pemda), komite sekolah, dan para orangtua.

"Mereka yang menentukan, bukan SKB menteri lagi. Jadi pemda bisa memilah yang lebih detail, sekolah mana saja yang sudah bisa belajar tatap muka atau tidak," ungkap Nadiem dalam acara press conference secara daring, Jumat (20/11/2020).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawasan Gambir Ditutup karena Ada Reuni 212, Penumpang Kereta Jarak Jauh Bisa Naik dari Stasiun Jatinegara

Kawasan Gambir Ditutup karena Ada Reuni 212, Penumpang Kereta Jarak Jauh Bisa Naik dari Stasiun Jatinegara

Megapolitan
Hari Ini, Reuni 212 Akan Digelar di Patung Kuda meski Belum Kantongi Izin

Hari Ini, Reuni 212 Akan Digelar di Patung Kuda meski Belum Kantongi Izin

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Berpotensi Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Berpotensi Hujan

Megapolitan
Yayasan Az Zikra Tolak Pelaksanaan Reuni 212 di Masjid Miliknya di Bogor

Yayasan Az Zikra Tolak Pelaksanaan Reuni 212 di Masjid Miliknya di Bogor

Megapolitan
Syarat Pendaftar Kartu Anak Jakarta (KAJ), Terima Rp 300.000 Per Bulan

Syarat Pendaftar Kartu Anak Jakarta (KAJ), Terima Rp 300.000 Per Bulan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Ancaman Pidana untuk Peserta Reuni 212 | Aturan Terbaru Masuk Mal di Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Ancaman Pidana untuk Peserta Reuni 212 | Aturan Terbaru Masuk Mal di Jakarta

Megapolitan
ODHA di Depok Masih Dapat Stigma Negatif

ODHA di Depok Masih Dapat Stigma Negatif

Megapolitan
Pemprov Jakarta Bentuk Tim Khusus Awasi Alat Makan Bahan Melamin Tak Ber-SNI

Pemprov Jakarta Bentuk Tim Khusus Awasi Alat Makan Bahan Melamin Tak Ber-SNI

Megapolitan
Pada Akhir Pekan, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Capai 90.000 Orang

Pada Akhir Pekan, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Capai 90.000 Orang

Megapolitan
PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

Megapolitan
Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

Megapolitan
Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

Megapolitan
Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

Megapolitan
Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

Megapolitan
UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.