Atasi Masalah Generasi Muda, Idris-Imam Janji Bangun Alun-alun hingga Depok Creative Hub

Kompas.com - 30/11/2020, 20:25 WIB
Calon Wakil Wali Kota Depok nomor urut 2, Imam Budi Hartono sendirian tanpa calon wali kota Depok, Muhammad Idris lantaran positif Covid-19 dalam Debat Pilkada Depok di Kompas TV, Senin (30/11/2020). Dok. Kompas TVCalon Wakil Wali Kota Depok nomor urut 2, Imam Budi Hartono sendirian tanpa calon wali kota Depok, Muhammad Idris lantaran positif Covid-19 dalam Debat Pilkada Depok di Kompas TV, Senin (30/11/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Calon wakil wali kota nomor urut 2 Depok Imam Budi Hartono menyiapkan sejumlah strategi untuk menanggulangi permasalahan di kalangan generasi muda di Depok.

Hal itu menanggapi permasalahan generasi muda di Depok, seperti begal remaja, prostitusi ABG online, tawuran pelajar, dan peredaran narkoba.

"Ke depan Insya Allah kami akan membuat alun-alun baru di wilayah timur, yaitu di wilayah Pasir Putih. Lahan sudah ada, kami sedang susun rencana pembangunan," kata Imam dalam Debat Pilkada Kota Depok, Senin (30/11/2020) malam.

Imam menambahkan, ada juga program 5.000 pengusaha baru dan 1.000 perempuan pengusaha. Imam menyatakan, hal itu adalah jurus sukses Mohammad Idris-Imam dalam meningkatkan ekonomi pemuda agar dapat menjalani entrepreneur.

"Keempat, Kartu Depok Sejahtera, beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu masuk ke perguruan tinggi negeri," ujar Imam.

Baca juga: Imam Pamer Alpukat dan Belimbing Saat Debat Kandidat Pilkada Depok

Imam mengatakan, Kota Depok di bawah kepemimpinan Idris juga telah membuat Peraturan Daerah tentang Kepemudaan dan perda kepemudaan dan anggaran karang taruna per tahun.

"Depok Creative Hub sebagai coworking space dan inkubator ekonomi kreatif anak muda. Revitalisasi 16 situ untuk olahraga dan rekreasi," kata Imam.

Komisi Pemilihan Umum KPU Kota Depok menggelar debat publik calon wali kota dan wakil wali kota Depok 2021-2026 pada Senin malam.

Debat mempertemukan pasangan calon nomor urut 1, Pradi Supriatna-Afifah Alia, melawan pasangan calon nomor urut 2, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono, yang hanya dihadiri oleh Imam berlangsung pada pukul 19.00-21.00 WIB.

Debat ini disiarkan langsung di stasiun televisi Kompas TV dan dapat juga disaksikan melalui kanal resmi YouTube KPU Kota Depok. Debat publik kali ini mengambil tema Kesehatan, Kesejahteraan, dan Kesenjangan di Kota Depok dalam Era Kebiasaan Baru.

Baca juga: Debat Pilkada Depok, Imam Budi Janji Manfaatkan Lahan Tidur untuk Urban Farming

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Megapolitan
Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Megapolitan
Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Megapolitan
Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Megapolitan
Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Megapolitan
Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Megapolitan
Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Megapolitan
33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

Megapolitan
Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Megapolitan
Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X