Bandung Zona Merah, Ridwan Kamil Minta Wisatawan Tak Berkunjung

Kompas.com - 02/12/2020, 16:13 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan kepada media dalam konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (19/11/2020). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan kepada media dalam konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (19/11/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta wisatawan agar tak memasukkan Kota Bandung sebagai destinasi wisata pada saat ini.

Pasalnya, ibu kota Jawa Barat itu kini masuk dalam zona berisiko tinggi penularan virus SARS-CoV-2 alias zona merah oleh Satgas Covid-19 RI.

"Kemarin pertama kalinya Kota Bandung menjadi zona merah," kata pria yang akrab disapa Emil itu dalam lawatannya ke Depok, Rabu (2/12/2020).

"Saya mengimbau minggu ini para wisatawan menahan diri dulu untuk tidak ke Bandung Raya karena zonanya lagi merah. Sedang proses pengendalian yang lebih baik lagi," jelasnya.

Baca juga: Libur Panjang Bikin Kasus Covid-19 Melonjak, Ridwan Kamil: Tahan Diri Dulu

Emil juga menyebutkan, saat ini rumah sakit di Bandung untuk pasien positif Covid-19 semakin penuh terisi.

Situasi tersebut mirip dengan yang terjadi di Bogor Raya, Depok, dan Bekasi Raya (Bodebek).

Oleh karena itu, ia berharap agar warga menahan diri untuk berwisata. Apalagi, libur panjang akhir Oktober lalu sukses membuat banyak daerah di Indonesia panen lonjakan kasus Covid-19.

"Cerita dari libur panjang itu menunjukkan ada peningkatan (kasus Covid-19)," kata eks Wali Kota Bandung tersebut.

"Oleh karena itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, saya kira kita sebaiknya menahan diri dulu untuk tidak bepergian terlalu jauh," jelas Emil



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Korban Banjir Banding, Pemprov DKI Siap Menghadapi

Warga Korban Banjir Banding, Pemprov DKI Siap Menghadapi

Megapolitan
Pengamat: Anies Cenderung Rugi jika Pilkada Jakarta Digelar 2024

Pengamat: Anies Cenderung Rugi jika Pilkada Jakarta Digelar 2024

Megapolitan
Badut di Masa Pandemi, Hampir Setahun Menganggur hingga Jadi Tukang Las

Badut di Masa Pandemi, Hampir Setahun Menganggur hingga Jadi Tukang Las

Megapolitan
Kalah Saing hingga Omzet Merosot, Puluhan Pengusaha Warteg di Tangerang Gulung Tikar

Kalah Saing hingga Omzet Merosot, Puluhan Pengusaha Warteg di Tangerang Gulung Tikar

Megapolitan
Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Megapolitan
Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Megapolitan
Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Megapolitan
Live Music Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Live Music Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Megapolitan
Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apapun

Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apapun

Megapolitan
Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Megapolitan
F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

Megapolitan
Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Megapolitan
Polisi: Pelaku Penjual Satwa Dilindungi Berkamuflase Pedagang Binatang

Polisi: Pelaku Penjual Satwa Dilindungi Berkamuflase Pedagang Binatang

Megapolitan
Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Penjelasan Lurah

Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Penjelasan Lurah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X