Kompas.com - 07/01/2021, 06:15 WIB
Ilustrasi pencabulan SHUTTERSTOCKIlustrasi pencabulan

“Jadi mereka selalu berkomunikasi melalui grup WA dan tidak pernah melalui japri, karena dia (Syahril) tidak mau kata-katanya ketahuan melalui japri. Itu gila, ada gambar ‘burung’ (alat kelamin pria), lalu perempuan dadanya kelihatan semua, gawat,” tutur Guntur.

Ditambah lagi, predator seksual anak itu pun kerap mendekati calon korbannya secara halus, dengan perangai yang baik.

Baca juga: [EKSKLUSIF] Buka-bukaan Ayah Korban Soal Pengurus Gereja di Depok yang Cabuli 23 Anak

Ujungnya, anak-anak calon korban itu tak merasa menjadi korban ketika dilecehkan serta menilai pelecehan oleh Syahril adalah tindakan yang wajar.

"Bahkan, waktu (Syahril) tertangkap pun, saya bertemu dengan dia (salah satu orangtua korban), dia masih menganggap (Syahril) baik," ujar Guntur.

Pada gilirannya, anak-anak maupun orangtua korban pencabulan Syahril turut dibayang-bayangi semacam kewajiban moral untuk menjaga citra gereja sebagai institusi agama.

"Kasus ini dilakukan di salah satu bagian paroki dan bisa terjadi karena si pelaku berada pada posisi aktivitas paroki. Tekanan itu bisa dan biasa terjadi karena korban harus menanggung beban menjaga wajah suci lingkungannya," ungkap Tigor.

"Beban itu menjadikan para korban sebagai seorang yang hina dan biasanya mendapat stigma sebagai penyebab rusaknya citra gereja," ujarnya.

Nahas, anak Guntur rupanya jadi salah satu incaran Syahril. Anak berusia 12 tahun itu dikunci di perpustakaan gereja dan dicabuli di sana pada awal 2020.

Anak itu dicabuli bukan hanya sekali, melainkan tiga kali, dengan tingkatan cabul yang kian esktrem, dari Januari sampai Maret 2020.

Mematahkan tabu

Secercah harapan bagi terbongkarnya kasus pencabulan oleh Syahril yang telah terpendam selama bertahun-tahun akhirnya muncul pada awal 2020.

Kelakuan bejat Syahril tercium oleh orangtua anak-anak, termasuk Guntur.

Pihak gereja dengan besar hati tak menutup-nutupi insiden ini dan justru menggelar investigasi soal keterlibatan Syahril.

"Saya mengatakan bahwa terungkapnya kasus ini, tidak menjadikan gereja merasa bangga atau bahagia," kata pastor paroki Yosep Sirilius Natet kepada Kompas.com, 15 Juni 2020.

"Ini menjadi sebuah cermin bagi gereja untuk tetap berbenah di dalam. Gereja berani bersikap dan berani mengakui kesalahannya, kalau memang ini menjadi bagian dalam dirinya. Ini juga menjadi bagian dalam mengupayakan sesuatu agar gereja semakin baik lagi," ungkap dia.

Meski begitu, dalam perjalanannya, memproses kasus ini hingga tuntas bukan perkara gampang.

Baca juga: Pencabulan Anak oleh Pejabat Gereja di Depok: Cerita Orangtua Depresi, Minta Ikut Direhablitasi

Selain mesti berurusan dengan institusi agama, korban yang masih anak-anak juga menjadi tantangan terbesar.

Tak mudah mengungkit insiden traumatis yang telah menancapkan luka mendalam pada psikologis mereka.

"Dia jadi pendiam, mengurung diri. Dia sih enggak mengungkapkan ke saya langsung, tapi ketika ada kakaknya ngajak pertemuan (di gereja), dia bilang, dia marah ke saya, 'Saya takut ada pembina (Syahril) juga di sekitar situ. Saya malu sama dia'," ujar M menceritakan situasi sulit saat anaknya baru mengaku Syahril telah mencabulinya.

"Terus dia juga mengungkapkan, selama proses pemulihan ini, dia jijik dengan dirinya," lanjut M.

Di tempat lain, Tigor dkk berjibaku menghimpun alat bukti agar kasus ini dapat segera berlanjut ke meja hijau.

Berulang kali Tigor mengeluhkan langkah penyidik yang lelet mencari alat bukti dan seakan menunggu dari pihak korban.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wagub DKI: Tak Ada Perubahan Aturan Kecuali Jam Buka Restoran

PPKM Diperpanjang, Wagub DKI: Tak Ada Perubahan Aturan Kecuali Jam Buka Restoran

Megapolitan
Kebakaran di Toko Elektronik Pasar Minggu, Diduga karena Puntung Rokok

Kebakaran di Toko Elektronik Pasar Minggu, Diduga karena Puntung Rokok

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Tangerang Raya, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Tangerang Raya, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 21 April 2021

Megapolitan
Tak Mau Pompa ASI karena Kesakitan, Seorang Ibu Dianiaya Suaminya di Serpong

Tak Mau Pompa ASI karena Kesakitan, Seorang Ibu Dianiaya Suaminya di Serpong

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 21 April 2021

Megapolitan
10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

Megapolitan
KSAD Sebut Kasus Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru Dikawal Danpuspom hingga Pangdam Jaya

KSAD Sebut Kasus Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru Dikawal Danpuspom hingga Pangdam Jaya

Megapolitan
Cerita Warga Bogor Rela Menginap di GOR Pajajaran Demi Hindari Antrean BLT UMKM

Cerita Warga Bogor Rela Menginap di GOR Pajajaran Demi Hindari Antrean BLT UMKM

Megapolitan
Pencuri Motor Berkedok Driver Ojek Online di Duren Sawit Ditangkap Polisi

Pencuri Motor Berkedok Driver Ojek Online di Duren Sawit Ditangkap Polisi

Megapolitan
Polisi Berencana Dirikan 2 Posko Cek Poin di Kota Tangerang Selama Larangan Mudik Lebaran

Polisi Berencana Dirikan 2 Posko Cek Poin di Kota Tangerang Selama Larangan Mudik Lebaran

Megapolitan
Pemkot Jakpus Akan Tutup Jembatan yang Jadi Akses Tawuran di Johar Baru

Pemkot Jakpus Akan Tutup Jembatan yang Jadi Akses Tawuran di Johar Baru

Megapolitan
Polisi Tangkap Pencuri Motor di Duren Sawit yang Gunakan Gunting untuk Lancarkan Aksinya

Polisi Tangkap Pencuri Motor di Duren Sawit yang Gunakan Gunting untuk Lancarkan Aksinya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X