Pemprov DKI Diingatkan Serius Terapkan PPKM agar Tak Kehilangan Kepercayaan Masyarakat

Kompas.com - 13/01/2021, 22:33 WIB
Ilustrasi pasien infeksi virus corona, pasien Covid-19. Shutterstock/Pordee AomboonIlustrasi pasien infeksi virus corona, pasien Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menyarankan agar penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dilakukan dengan serius dan ketat.

Menurut Gilbert, aktivitas masyarakat seharusnya diperketat seperti awal penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama dua minggu.

Upaya ini dilakukan agar masyarakat tidak kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah.

"Masyarakat jangan sampai kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan pemerintah mengatasi pandemi ini," kata Gilbert melalui keterangan tertulis, Rabu (13/1/2021).

Baca juga: [Update 13 Januari]: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta 3.476, Pasien Aktif 19.459

Anggota Komisi B ini juga mendesak agar Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kapasitas pelacakan (tracing). Sebab rendahnya upaya pelacakan hanya membuat hasil tes menjadi tidak berarti.

Dia memberikan contoh Korea Selatan dan Taiwan yang dianggap berhasil dalam mengatasi pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rasio penelusuran di kedua negara tersebut, menurut Gilbert, mencapai 1:33. Ini berarti dari satu orang positif Covid-19 maka dilakukan pelacakan kepada 33 orang.

Baca juga: Besok, 13.000 Tenaga Medis di Jakarta Utara Siap Divaksin Covid-19

Dia juga menganjurkan agar Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kecepatan hasil tes.

Dengan jumlah kasus Covid-19 yang mencapai 3.476 pada Rabu, maka kecepatan tes harus segera ditingkatkan, mengingat terbatasnya jumlah laboratorium yang bisa melakukan tes PCR.

"Saat ini jumlah kasus di DKI sangat banyak menjadi 3.500 lebih per hari, sehingga di lapangan terlihat hasil tes PCR sudah mencapai 7 hari baru keluar," tutur dia.

Karena jika hasil tes keluar dalam beberapa hari, penderita bisa bepergian ke berbagai tempat sembari menunggu hasil tes.


Kedua hal tersebut harus menjadi perhatian serius. Karena kapasitas rumah sakit, pemakaman, dan sarana pendukung lainnya sudah mengkhawatirkan.

"Beberapa pertimbangan yang disampaikan adalah kemungkinan luputnya 30 persen penderita dengan tes PCR, apalagi bila menggunakan rapid test antibodi yang lebih rendah lagi akurasinya," kata Gilbert.

Kasus baru Covid-19

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mengumumkan penambahan 3.476 kasus baru Covid-19 di Jakarta pada Rabu (13/1/2021).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia melalui keterangan tertulis mengatakan, jumlah ini diperoleh dari hasil tes per Rabu dengan hasil 2.877, serta tambahan 599 kasus dari satu rumah sakit BUMN selama tujuh hari terakhir yang baru dilaporkan.

Adapun kasus aktif di Jakarta naik sebanyak 471 kasus. Sehingga pada hari ini masih ada 19.459 pasien Covid-19 yang dirawat atau diisolasi.

Dwi menambahkan, dengan tambahan jumlah kasus harian, maka akumulasi kasus Covid-19 di Ibu Kota sebanyak 214.728 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 191.635 orang telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 89,2 persen. Sementara 3.634 orang dilaporkan meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.