Kompas.com - 03/02/2021, 14:04 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Ketua DPRD Kota Bekasi, Choiruman J Putro mengatakan, Pemkot Bekasi akan kesulitan jika isolasi pasien Covid-19 dilakukan terpusat di rumah sakit atau tempat-tempat khusus, bukan di rumah masih-masing pasien.

Masalah pertama, kapasitas rumah sakit tidak memadai. Pemkot Bekasi akan kesulitan jika seluruh pasien Covid-19 ditampung di rumah sakit.

"Kalau ditarik ke RSUD atau tempat yang lain tidak memungkinkan," kata Choiruman, Rabu (3/2/2021).

Masalah kedua adalah tenaga medis yang terbatas. Walaupun Pemkot bisa saja menjadikan beberapa gedung milik pemerintah sebagai tempat isolasi mandiri tetap saja masalah baru akan muncul, yakni tenaga kesehatan.

Baca juga: Presiden Jokowi Sebut PPKM Tak Efektif, Wali Kota Bekasi: Sudah Kerahkan Segala Daya

Jumlah tenaga kesehatan tidak akan cukup untuk melayani tempat-tempat isolasi itu.

"Problem utamanya tenaga kesehatan memang sangat terbatas. Artinya, output belum memadai atau percepatannya belum memadai," ujar Choiruman.

Menurut dia, isolasi mandiri masih dipandang sebagai salah satu solusi untuk menangani pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG). Lingkungan rumah seperti tingkat RT dan RW juga bisa ambil andil untuk melayani pasien yang tengah isolasi mandiri di rumah.

"Di level RW ada rumah yang bisa dimanfaatkan buat isolasi mandiri. Khususnya untuk OTG. Puskesmas harus rajin mendata mereka yang isolasi mandiri," kata Choiruman.

Senin lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta seluruh wilayah di Jawa Barat sebisa mungkin tak memberlakukan isolasi mandiri di rumah bagi pasien Covid-19. Menurut Ridwan, isolasi mandiri justru jadi akar masalah timbulnya klaster keluarga di Jawa Barat.

"Sebisa mungkin kalau bisa tidak boleh ada karantina di rumah karena hasil kajian, karantina di rumah itu sumber klaster keluarga, karena rumah-rumahnya berdempetan, kecil-kecil," kata Emil dalam acara peresmian program "Penyelesaian Pandemi dari Puskesmas" yang ditayangkan melalui kanal YouTube CISDI TV.

"Kasus menunjukkan, dari pencari nafkah menulari anaknya, orangtua yang tinggal di rumahnya," lanjut dia.

Sebagai solusinya, Emil meminta seluruh kepala daerah memindahkan pasien Covid-19 dari masing-masing rumah ke beberapa gedung milik negara hingga hotel untuk diisolasi secara terpusat.

"Gedung-gedung negara, hotel-hotel, oleh pemda tolong dipinjam," ucap Emil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute Kereta Bengawan dan Jadwalnya 2022

Rute Kereta Bengawan dan Jadwalnya 2022

Megapolitan
Rute Kereta Serayu dan Jadwalnya 2022

Rute Kereta Serayu dan Jadwalnya 2022

Megapolitan
Rute Kereta Sawunggalih dan Jadwalnya 2022

Rute Kereta Sawunggalih dan Jadwalnya 2022

Megapolitan
Cak Nun Gelar Pentas Teater 'Waliraja-Rajawali' di TIM, Ribuan Penonton Hadir dari Berbagai Daerah

Cak Nun Gelar Pentas Teater 'Waliraja-Rajawali' di TIM, Ribuan Penonton Hadir dari Berbagai Daerah

Megapolitan
Tiga Pemuda Tepergok Polisi Sedang Stut Motor di Jalan, Ternyata Habis Mencuri di Cilincing

Tiga Pemuda Tepergok Polisi Sedang Stut Motor di Jalan, Ternyata Habis Mencuri di Cilincing

Megapolitan
Libatkan Anggota Brimob, Tabrakan Beruntun Terjadi di Tol Jagorawi

Libatkan Anggota Brimob, Tabrakan Beruntun Terjadi di Tol Jagorawi

Megapolitan
Pura-pura Jadi Kurir Paket, Pria Todongkan Sajam ke Dua Warga Cilincing

Pura-pura Jadi Kurir Paket, Pria Todongkan Sajam ke Dua Warga Cilincing

Megapolitan
Polisi Periksa Tiga Saksi Kasus Temuan Benda Diduga Alat Isap Sabu yang Berserakan di Jalan

Polisi Periksa Tiga Saksi Kasus Temuan Benda Diduga Alat Isap Sabu yang Berserakan di Jalan

Megapolitan
Pengacara Roy Suryo Bahas Langkah Selanjutnya Usai Polisi Tolak Permohonan Penangguhan Penahanan

Pengacara Roy Suryo Bahas Langkah Selanjutnya Usai Polisi Tolak Permohonan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan di Flyover Tebet, Mercy Gagal Salip BMW hingga Sundul Avanza

Kronologi Kecelakaan di Flyover Tebet, Mercy Gagal Salip BMW hingga Sundul Avanza

Megapolitan
Aksi Balap Liar di Senayan, Pelaku Saling Menabrak Saat Kabur dari Polisi

Aksi Balap Liar di Senayan, Pelaku Saling Menabrak Saat Kabur dari Polisi

Megapolitan
Berkunjung ke Jepang, Anies Bertemu Gubernur Tokyo Bahas Kerjasama Transportasi Publik

Berkunjung ke Jepang, Anies Bertemu Gubernur Tokyo Bahas Kerjasama Transportasi Publik

Megapolitan
Pesulap Merah Dilaporkan Persatuan Dukun Indonesia ke Polisi

Pesulap Merah Dilaporkan Persatuan Dukun Indonesia ke Polisi

Megapolitan
Pengacara Baru Bharada E Ronny Talapessy Jabat Ketua Bantuan Hukum PDI-P DKI, Pernah Dampingi Ahok

Pengacara Baru Bharada E Ronny Talapessy Jabat Ketua Bantuan Hukum PDI-P DKI, Pernah Dampingi Ahok

Megapolitan
18 PSK yang Terjaring Razia di 3 Hotel Wilayah Serpong Mengaku Layani 2 hingga 8 Pelanggan Sehari

18 PSK yang Terjaring Razia di 3 Hotel Wilayah Serpong Mengaku Layani 2 hingga 8 Pelanggan Sehari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.