Kompas.com - 12/02/2021, 18:23 WIB
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mukhlisin meninjau Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Covid-19 di Srengseng Sawah, dan lahan embung di RW 09 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (11/2). Dok. Sudin Kominfotik Jakarta SelatanAsisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mukhlisin meninjau Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Covid-19 di Srengseng Sawah, dan lahan embung di RW 09 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (11/2).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah embung akan dibangun di Taman Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah 2, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pembuatan embung itu untuk mencegah banjir dan genangan air di lokasi TPU Srengseng Sawah 2.

"Wilayah RW 09 sangat rawan akan banjir. Untuk itu, kami bersama Kasudin Pertamanan dan Hutan Kota (Jaksel), serta camat Jagakarsa akan menindaklanjuti dalam pembuatan embung," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mukhlisin dalam keterangan tertulis, Jumat (12/2/2021).

Menurut Mukhlisin, pembuatan embung akan memanfaatkan lahan luas sekitar satu hektar di TPU Srengseng Sawah 2.

Baca juga: TPU Srengseng Sawah Kini Penuh untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

"Dengan adanya embung di area tersebut dapat mencegah banjir juga genangan di wilayah tersebut," tambah Mukhlisin.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, Winarto, secara terpisah  mengatakan, pembuatan embung akan dilakukan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Winarto menambahkan, Dinas Sumber Daya Air DKI melihat ada potensi banjir di RW 09.

"Jadi ada lahan existing yang dinilai rendah dan bisa menampung air sehingga Dinas Sumber Daya Air itu berencana menjadikan embung," ujar Winarto, Jumat sore.

Menurut Winarto, lokasi pembuatan embung berada di dalam zonasi pemakaman. Pihak Dinas Sumber Daya Air telah bersurat kepada Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta untuk menggunakan lahan bagi pembuatan embung.

"Jadi ini karena asetnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dikelola Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, sehingga Dinas SDA itu bersurat ke Dinas Pertamanan," tambah Winarto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 12 Juni: Tangsel Catat 79 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 12 Juni: Tangsel Catat 79 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE 12 Juni: 185 Kasus Baru Covid-19 Ditemukan di Kabupaten Bekasi

UPDATE 12 Juni: 185 Kasus Baru Covid-19 Ditemukan di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
UPDATE 12 Juni: Depok Catat 165 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 12 Juni: Depok Catat 165 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE 12 Juni: 2.455 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 12 Juni: 2.455 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Ditangkap Polisi, Ini Peran Supervisor Operator Crane dalam Pungli di Tanjung Priok

Ditangkap Polisi, Ini Peran Supervisor Operator Crane dalam Pungli di Tanjung Priok

Megapolitan
Ratusan Korban Banjir Kompleks Polisi Udara Mengungsi, Butuh Popok dan Obat-obatan

Ratusan Korban Banjir Kompleks Polisi Udara Mengungsi, Butuh Popok dan Obat-obatan

Megapolitan
Kompleks Polisi Udara Pondok Cabe Terkena Banjir Imbas Turap Longsor di Ciputat

Kompleks Polisi Udara Pondok Cabe Terkena Banjir Imbas Turap Longsor di Ciputat

Megapolitan
Nama Anaknya Menghilang dan Digantikan Orang Lain di PPDB Jakarta Jalur Prestasi, Orangtua Ini Kecewa

Nama Anaknya Menghilang dan Digantikan Orang Lain di PPDB Jakarta Jalur Prestasi, Orangtua Ini Kecewa

Megapolitan
Jadi Koordinator Pungli, Supervisor Operator Crane di Tanjung Priok Ditangkap

Jadi Koordinator Pungli, Supervisor Operator Crane di Tanjung Priok Ditangkap

Megapolitan
Sopir Mengeluh Bongkar Muat Terhambat karena Pungli, Polisi Koordinasi dengan Pelindo

Sopir Mengeluh Bongkar Muat Terhambat karena Pungli, Polisi Koordinasi dengan Pelindo

Megapolitan
Update 12 Juni: 11.559.138 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 20.044.187 Dosis Pertama

Update 12 Juni: 11.559.138 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 20.044.187 Dosis Pertama

Megapolitan
Sopir Bus Transjakarta Akan Diuji Kompetensi Tiap Tahun

Sopir Bus Transjakarta Akan Diuji Kompetensi Tiap Tahun

Megapolitan
Ada Perbaikan Pipa Palyja, Pasokan Air di Jaksel Terganggu Mulai Sabtu Sore

Ada Perbaikan Pipa Palyja, Pasokan Air di Jaksel Terganggu Mulai Sabtu Sore

Megapolitan
Korban Turap Longsor di Ciputat Berharap Pemkot Tangsel Perbaiki Rumahnya

Korban Turap Longsor di Ciputat Berharap Pemkot Tangsel Perbaiki Rumahnya

Megapolitan
Transjakarta Akan Adopsi Sistem Keselamatan Maskapai Penerbangan

Transjakarta Akan Adopsi Sistem Keselamatan Maskapai Penerbangan

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X