Tembok Pagar Rumah Milik Ibu Dino Patti Djalal Roboh dan Timpa Rumah Lain, Keluarga Dino Siap Bayar Ganti Rugi

Kompas.com - 24/02/2021, 06:52 WIB
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal meninjau lokasi tembok pagar rumah milik ibunya yang roboh dan menimpa sejumlah rumah milik warga lain di Gang Melati RT 010 RW 03, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Selasa (23/2/2021) siang. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOMantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal meninjau lokasi tembok pagar rumah milik ibunya yang roboh dan menimpa sejumlah rumah milik warga lain di Gang Melati RT 010 RW 03, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Selasa (23/2/2021) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga di Kemang Timur XI, Bangka, Mampang Prapatan heboh dengan peristiwa tembok pagar rumah di Kavling Melati roboh dan menimpa sejumlah rumah warga di Gang Melati RT 010 RW 03, Sabtu (20/2/2021) dini hari lalu.

Belakangan diketahui, tembok pagar yang roboh itu ternyata milik ibu dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Tembok pagar rumah milik ibu Dino Patti Djalal yang roboh itu menimpa beberapa rumah warga lain hingga mengalami kerusakan. Reruntuhan tembok pagar juga menyumbat saluran air sehingga mempeparah banjir di lingkungan sekitar pada Sabtu lalu itu.

Baca juga: Tembok Rumah Ibu Dino Patti Djalal yang Roboh Perparah Banjir, Puluhan Unggas Milik Warga Mati Terendam

Disebabkan hujan deras dan sumur resapan

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Mustajab menyebutkan, curah hujan tinggi dan adanya sumur resapan di lahan milik ibu Dino yang berbentuk lereng membuat struktur tanah bergeser dan menyebabkan tembok pagar itu roboh.

Sumur resapan di tanah milik ibu Dino Patti Djalal yang berbentuk lereng , kata Mustajab, membuat tanah menjadi jenuh dengan air saat terjadi hujan deras.

“Kalau jenuh, itu potensi untuk sleding atau untuk longsor itu sangat tinggi, apalagi ditambah curah hujan yang sangat lebat. Itu kami tidak merekomendasikan (adanya sumur resapan),” kata Mustajab di lokasi, Selasa.

Mustajab juga menduga, adanya kolam renang di belakang rumah ibu Dino Patti Djalal membuat tanah longsor dan merobohkan tembok pagar. Mustajab menambahkan, air kolam renang bisa meresap ke tanah dan membuat tanah jenuh.

“Tidak (direkomendasikan kolam renang dekat lereng) karena ini tidak kedap. Sehingga bebannya air sendiri bisa ngeresep ke tanah, bisa buat beban struktur ini jadi basah, menjadi jenuh,” kata Mustajab.

“Kita enggak bisa jamin kolam renang ini benar kedap apa enggak. Ada kebocoran mungkin,” tambah dia.

Saluran tersumbat, banjir jadi lebih parah

Reruntuhan tembok pagar itu menyebabkan saluran air tersumbat. Dampaknya, banjir meluap. Warga menyebutkan, banjir mencapai dua meter.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD DKI dan Keluarganya Jalani Vaksinasi Covid-19

Anggota DPRD DKI dan Keluarganya Jalani Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Pelayan Publik di Jakarta Barat Mulai Divaksinasi Covid-19 April

Pelayan Publik di Jakarta Barat Mulai Divaksinasi Covid-19 April

Megapolitan
Antisipasi Penyebaran Mutasi Virus Corona B.1.1.7, Ini Langkah Bandara Soekarno-Hatta

Antisipasi Penyebaran Mutasi Virus Corona B.1.1.7, Ini Langkah Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Kapolsek Menteng: Geng Motor yang Bacok Polisi Ingin Cari Lawan

Kapolsek Menteng: Geng Motor yang Bacok Polisi Ingin Cari Lawan

Megapolitan
Bangunan Liar Ditertibkan, Lahan di Kebagusan Akan Dibangun Asrama Mahasiswa

Bangunan Liar Ditertibkan, Lahan di Kebagusan Akan Dibangun Asrama Mahasiswa

Megapolitan
Tertibkan Bangunan di Kebagusan, Pemkot Jaksel: Tembok Kami Dirobohkan Mereka

Tertibkan Bangunan di Kebagusan, Pemkot Jaksel: Tembok Kami Dirobohkan Mereka

Megapolitan
IDI Jakarta: Setahun Pandemi Covid-19 Harus Jadi Pelajaran bagi Kita Semua

IDI Jakarta: Setahun Pandemi Covid-19 Harus Jadi Pelajaran bagi Kita Semua

Megapolitan
3 Tersangka Pencurian 49 Tabung Oksigen di Penjaringan Ditangkap

3 Tersangka Pencurian 49 Tabung Oksigen di Penjaringan Ditangkap

Megapolitan
Setahun Pandemi: Munculnya Hobi Tanam Sayur Hidroponik dan Budidaya Lele di Tengah Berbagai Pembatasan

Setahun Pandemi: Munculnya Hobi Tanam Sayur Hidroponik dan Budidaya Lele di Tengah Berbagai Pembatasan

Megapolitan
Damkar Bekasi Serahkan Buaya yang Diterima dari Warga ke Balai Konservasi

Damkar Bekasi Serahkan Buaya yang Diterima dari Warga ke Balai Konservasi

Megapolitan
[Update 3 Maret]: RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Terisi 77 Persen

[Update 3 Maret]: RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Terisi 77 Persen

Megapolitan
Usul Penggunaan Hak Interpelasi Terkait Penanganan Banjir di Jakarta Dinilai Wajar, Bukan Pencitraan

Usul Penggunaan Hak Interpelasi Terkait Penanganan Banjir di Jakarta Dinilai Wajar, Bukan Pencitraan

Megapolitan
Sanksi Parkir bagi Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi Mulai Diuji Coba, Ini Ketentuannya

Sanksi Parkir bagi Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi Mulai Diuji Coba, Ini Ketentuannya

Megapolitan
Ketika Puluhan Guru di Tangsel Gagal Disuntik Vaksin Covid-19...

Ketika Puluhan Guru di Tangsel Gagal Disuntik Vaksin Covid-19...

Megapolitan
UPDATE: 63 Persen Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta Telah Terisi

UPDATE: 63 Persen Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta Telah Terisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X