Kompas.com - 02/03/2021, 16:39 WIB
Penulis Ihsanuddin
|

"Nah sejak saat itu secara bertahap kami tambah tempat tidurnya untuk pasien Covid-19. Tempat tidur biasa kami konversi ke tempat isolasi maupun ICU," ujar Syahril.

Tak menyangka sampai setahun

Kini Syahril mengaku tak menyangka pandemi Covid-19 di Indonesia berlangsung sampai satu tahun lamanya. Apalagi jumlah orang yang terinfeksi kini menembus angka 1,3 juta, dengan 36.325 diantaranya meninggal dunia.

"Hampir semua orang tidak menyangka ya. Termasuk saya tidak menyangka jumlahnya dan tidak menyangka lamanya akan sampai seperti ini," kata Syahril.

Baca juga: Tangani Pasien Covid-19, RSPI Sulianti Saroso Akan Tambah Kapasitas hingga 90 Tempat Tidur

"Sampai hari ini pun kami masih belum bisa memastikan kapan sih pandemi ini akan berakhir," tambah dia.

Meski begitu, Syahril memastikan RSPI Sulianti Saroso terus bekerja maksimal untuk merawat pasien Covid-19. Setelah setahun berlalu, tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang semula hanya berjumlah 11, kini sudah bertambah menjadi 102. Jumlah ICU juga bertambah dari 4 unit menjadi 24 unit.

"Kenaikannya hampir sepuluh kali lipat," kata dia.

Selama setahun, total RSPI Sulianti Saroso telah merawat inap 1554 pasien Covid-19. Sebanyak 28 pasien meninggal dunia karena kondisi yang sudah cukup parah. Tiga di antaranya adalah tenaga medis yang bekerja di RS tersebut.

Sementara saat ini, RSPI Sulianti Saroso masih merawat 78 pasien Covid-19 dari 102 tempat tidur yang tersedia. Sebagian pasien itu merupakan rujukan dari RS lain. Mereka mengalami gejala sedang, berat hingga kritis.

"Keterisiannya masih cukup tinggi, bed occupancy ratio mencapai 82 persen," ucap Syahril.

Syahril berharap vaksinasi Covid-19 yang sudah berjalan bisa membawa Indonesia keluar dari pandemi. Namun dia juga mengingatkan bahwa disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan tetap menjadi kunci utama memutus rantai penularan.

"Faktor yang paling mendukung adalah kesadaran masyarakat," katanya.

Sekilas tentang RSPI Sulianti Saroso

RSPI Sulianti Saroso diresmikan tanggal 21 April 1994 sebagai rumah sakit rujukan nasional dan pusat kajian penyakit infeksi di Indonesia. Nama rumah sakit diambil dari nama Prof. Dr. Julie Sulianti Saroso, MPH karena jasa besarnya terhadap dunia kesehatan di Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.