Kompas.com - 04/03/2021, 18:32 WIB
Masakan padang di rumah makan padang Putra Minang, Palmerah, Jakarta Barat. Kompas.com/Sonya Teresa Masakan padang di rumah makan padang Putra Minang, Palmerah, Jakarta Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pemilik rumah makan padang di Jakarta Barat mengeluhkan kenaikan harga cabai rawit merah dan cabai keriting seminggu ini.

"Ini naik semua harga cabai, jadi mahal-mahal," kata Ramli, pengusaha salah satu rumah makan padang di kawasan Palmerah, Jakarta Barat ketika ditemui Kamis (4/3/2021).

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Syahrul (50), pengusaha Rumah Makan Padang Jaya Bukittinggi, Slipi, Jakarta Barat.

"Kalau di warung makan padang sini, banyak pakainya cabai keriting. Harganya naik dari Rp 30.000 sampai Rp 40.000 sekarang bisa Rp 60.000, dua kali lipat," ungkap Syahrul.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah Naik, Pedagang Kurangi Stok Jualan

Pasalnya, cabai merupakan salah satu bahan pokok bagi hidangan di rumah makan padang.

Sementara, jika jumlah cabai yang digunakan dikurangi, cita rasa masakan akan berubah.

"Kalau cabai enggak kita kurangi, tetap begitu, soalnya kalau dikurangi nanti rasanya berubah," kata Ramli.

Imbasnya, para pengusaha harus mengeluarkan ongkos produksi yang lebih besar dari biasanya.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah di Kota Tangerang Tembus Rp 150.000 Per Kg, Ini Penyebabnya

Pengusaha rumah makan padang lainnya, Doni, juga mengeluhkan hal yang serupa.

"Ya jadinya kita pengeluarannya naik, jadi lebih banyak sekarang," kata Doni, pengusaha salah satu rumah makan padang di kawasan Kebon Jeruk.

Apalagi, pemasukan para pengusaha juga menurun semenjak pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

"Daya beli masyarakat juga sudah turun dari awal pandemi Covid-19, sekarang kehantam ini lagi naik harga cabai jadi makin susah. Ini saja omzet sudah berkurang 20 persen," ungkap Syahrul.

Mereka berharap, harga dapat kembali normal dalam waktu cepat.

"Ya harganya standar-standar saja lah, jangan naik tinggi-tinggi banget. Apalagi keadaan sekarang Covid-19, daya beli kurang, harga tinggi, masyarakat jadi jerit-jerit," kata Ramli.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nursyahbani Katjasungkana, Perempuan dalam Perjuangan Reformasi 1998

Nursyahbani Katjasungkana, Perempuan dalam Perjuangan Reformasi 1998

Megapolitan
Sedang Bermain di Dekat Rumah, Balita di Palmerah Diserang Monyet Liar

Sedang Bermain di Dekat Rumah, Balita di Palmerah Diserang Monyet Liar

Megapolitan
Jelang Larangan Mudik, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Pulo Gebang

Jelang Larangan Mudik, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Pulo Gebang

Megapolitan
Tongkat hingga Janggut Nabi Muhammad SAW Ditampilkan dalam Pameran Artefak di JIC

Tongkat hingga Janggut Nabi Muhammad SAW Ditampilkan dalam Pameran Artefak di JIC

Megapolitan
Belajar Sambil Berwisata Religi di Pameran Artefak Nabi Muhamamad SAW

Belajar Sambil Berwisata Religi di Pameran Artefak Nabi Muhamamad SAW

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Serius Terapkan Jam Malam di RT Zona Merah Covid-19

Pemprov DKI Diminta Serius Terapkan Jam Malam di RT Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Ketika Rizieq Shihab Marah dan Menunjuk-nunjuk Jaksa di Sidang Kasus Petamburan

Ketika Rizieq Shihab Marah dan Menunjuk-nunjuk Jaksa di Sidang Kasus Petamburan

Megapolitan
Kesabaran Siti Hajar di Balik Ratusan Ribu Angka Kasus Covid-19 Jakarta

Kesabaran Siti Hajar di Balik Ratusan Ribu Angka Kasus Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Syarat Naik Kereta Belum Diperketat Sesuai Aturan Addendum Satgas Covid-19

Syarat Naik Kereta Belum Diperketat Sesuai Aturan Addendum Satgas Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 April: RS Wisma Atlet Kemayoran Rawat 1.579 Orang

UPDATE 23 April: RS Wisma Atlet Kemayoran Rawat 1.579 Orang

Megapolitan
Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Megapolitan
Kasus Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat: Mulanya Pelaku Tak Mampu Bayar Jasa Kencan

Kasus Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat: Mulanya Pelaku Tak Mampu Bayar Jasa Kencan

Megapolitan
Pembacokan Pria di Kalideres Bermula dari Pertandingan Futsal

Pembacokan Pria di Kalideres Bermula dari Pertandingan Futsal

Megapolitan
Gelapkan Dana BOS Rp 7,8 Miliar, Mantan Kepsek SMKN 53 Jakarta Jadi Tersangka

Gelapkan Dana BOS Rp 7,8 Miliar, Mantan Kepsek SMKN 53 Jakarta Jadi Tersangka

Megapolitan
Beragam Cerita Pengendara Motor Masuk Tol, dari Ikut Penunjuk Arah hingga Mabuk

Beragam Cerita Pengendara Motor Masuk Tol, dari Ikut Penunjuk Arah hingga Mabuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X