Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/03/2021, 16:24 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Jumlah penerbangan dan pergerakan penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, tergolong normal pada libur Isra Miraj, Kamis (11/3/2021).

VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano menyatakan, ada sekitar 500-550 penerbangan dari atau ke Bandara Soekarno-Hatta.

"Sekitar 45.000-50.000 pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta," ungkap Yado dalam pesan tertulis, Jumat (12/3/2021) siang.

Yado berujar, pergerakan penerbangan serta penumpang pesawat tersebut tergolong normal atau tidak terjadi kenaikan.

Baca juga: Libur Isra Miraj, 7.339 Orang Kunjungi TMII, Melonjak dari Biasanya

Menurut dia, jumlah pergerakan penumpang pada libur panjang kali ini bisa jadi karena dipengaruhi kepatuhan masyarakat pada imbauan pemerintah untuk tidak berpergian.

"Para pengguna jasa bandara, kami lihat masih mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak berpergian pada masa pandemi (Covid-19) ini," ujar Yado.

Jumlah total pergerakan pada hari Isra Miraj tersebut, kata Yado, sama dengan jumlah pergerakan pesawat atau penumpang pada Senin (8/3/2021) hingga Rabu (10/3/2021).

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Menarik Sekitar Jakarta, Cocok untuk Liburan

Yado mengimbau pada penumpang pesawat dari atau ke Bandara Soekarno-Hatta agar menyiapkan dokumen keberangkatan yang dibutuhkan.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar calon penumpang pesawat dari bandara tersebut untuk menyiapkan waktu dengan baik sebelum jam keberangkatan pesawat.

"Dan juga, agar penumpang pesawat selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku," imbaunya.

Sebagai pengingat, calon penumpang pesawat wajib mematuhi peraturan yang berlaku di masa pandemi Covid-19 saat ini, yaitu:

- Surat Edaran No 19 tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi udara pada masa Covid-19.

- Surat Keputusan No 9 tahun 2021 tentang tempat karantina, isolasi, dan kewajiban RT-PCR bagi warga negara Indonesia pelaku perjalanan internasional.

- Surat Edaran No 21 tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan internasional transportasi udara pada masa Covid-19.

- Surat Edaran No 7 tahun 2021 tentang perpanjangan ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi Covid-19.

Beberapa aturan yang harus dijalani calon penumpang perjalanan dalam negeri, yakni:

- Menyertakan surat hasil negatif test pcr yang diambil dalam kurun waktu 2 x 24 jam atau rapid test antigen yang diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam untuk menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

- Menyertakan surat hasil negatif test pcr yang diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam atau rapid test antigen yang diambil dalam kurun waktu 2 x 24 jam untuk penerbangan dari dan ke daerah Denpasar.

Aturan yang harus dijalani calon penumpang WNI perjalanan internasional, yaitu:

- Harus menjalani karantina di tempat isolasi yang berada di Wisma Pademangan, Jakarta Utara selama lima hari.

- Jika di wisma penuh, maka tempat isolasi alternatif adalah hotel bintang 2 dan bintang 3 yang telah ditentukan dengan pelayanan setara Wisma Pademangan.

- Menjalani tes PCR setibanya di tempat isolasi dan saat hendak keluar dari tempat tersebut.

Ada pun, pelaku perjalanan udara dalam negeri atau internasional wajib mengunduh electronic health electronic card (e-HAC) dan mengisi formulir elektronik dalam aplikasi tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengendara Motor Tewas di Cimanggis Depok, Awalnya Dikejar Empat Orang Usai Cekcok di Kafe

Pengendara Motor Tewas di Cimanggis Depok, Awalnya Dikejar Empat Orang Usai Cekcok di Kafe

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Pindahkan 120 Km Kabel yang Membentang di Langit Jakarta ke Dalam Tanah

Pemprov DKI Bakal Pindahkan 120 Km Kabel yang Membentang di Langit Jakarta ke Dalam Tanah

Megapolitan
Harta Kekayaan Kompol D Mencapai Rp 1,5 Miliar, Ada Tanah dan Bangunan hingga Mobil Mercy

Harta Kekayaan Kompol D Mencapai Rp 1,5 Miliar, Ada Tanah dan Bangunan hingga Mobil Mercy

Megapolitan
BMKG Minta Warga Pesisir Utara Jakarta Waspadai Rob 2-6 Februari 2023

BMKG Minta Warga Pesisir Utara Jakarta Waspadai Rob 2-6 Februari 2023

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Bekasi Bulan Februari 2023

Lokasi Vaksin Booster di Bekasi Bulan Februari 2023

Megapolitan
Mas Kawin dan Uang Rp 1 Juta Milik Bos Cilor Dicuri, Pelakunya Karyawan Sendiri

Mas Kawin dan Uang Rp 1 Juta Milik Bos Cilor Dicuri, Pelakunya Karyawan Sendiri

Megapolitan
Korban KSP Indosurya Unjuk Rasa, Minta Henry Surya Ditahan Lagi dan Kembalikan Aset

Korban KSP Indosurya Unjuk Rasa, Minta Henry Surya Ditahan Lagi dan Kembalikan Aset

Megapolitan
Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Pemerasan Anggota Provost oleh Oknum Penyidik

Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Pemerasan Anggota Provost oleh Oknum Penyidik

Megapolitan
Singgung Audit Formula E 2022, Fraksi PSI: Masih Ada Utang, Kok Berani Ngomong Untung

Singgung Audit Formula E 2022, Fraksi PSI: Masih Ada Utang, Kok Berani Ngomong Untung

Megapolitan
Pakar Sebut Keluarga Bisa Tuntut Balik Pensiunan Polri yang Tabrak Mahasiswa UI Hasya

Pakar Sebut Keluarga Bisa Tuntut Balik Pensiunan Polri yang Tabrak Mahasiswa UI Hasya

Megapolitan
Panik dan Ketakutan Jadi Alasan Solihin Tidak Mengubur Sekeluarga yang Diracun di Bantargebang

Panik dan Ketakutan Jadi Alasan Solihin Tidak Mengubur Sekeluarga yang Diracun di Bantargebang

Megapolitan
Cegah Penculikan Anak, Disdik Kabupaten Bekasi Imbau Orangtua Antar-Jemput Anaknya Langsung di Sekolah

Cegah Penculikan Anak, Disdik Kabupaten Bekasi Imbau Orangtua Antar-Jemput Anaknya Langsung di Sekolah

Megapolitan
Pengemudi Ojol Telepon Ambulans Setelah Lihat Mahasiswa UI Ditabrak Pensiunan Polri

Pengemudi Ojol Telepon Ambulans Setelah Lihat Mahasiswa UI Ditabrak Pensiunan Polri

Megapolitan
Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI Kembali Diselidiki, Pengacara Pertanyakan Status Tersangka yang Belum Dicabut

Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI Kembali Diselidiki, Pengacara Pertanyakan Status Tersangka yang Belum Dicabut

Megapolitan
April 2023, Bina Marga DKI Bangun 'Skywalk' di Lebak Bulus Sepanjang 700 Meter

April 2023, Bina Marga DKI Bangun "Skywalk" di Lebak Bulus Sepanjang 700 Meter

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.