Pengendara Motor di Cakung Jadi Korban Begal, Dibacok 4 Kali di Dada Kiri

Kompas.com - 05/04/2021, 10:41 WIB
Ilustrasi begal ThinkstockIlustrasi begal

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi pembegalan terjadi di Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jakarta Timur, pada Minggu (4/4/2021).

Kanit Reskrim Polsek Cakung Iptu Stevano Leonard Johannes mengatakan, pembegalan terjadi pada pukul 01.45 WIB.

"Korban berinisial TM (30). Kronologi awalnya korban berhenti di samping jalan, sambil minum terus memegang handphone," kata Stevano lewat keterangan suara yang diterima Kompas.com, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Polisi Bubarkan Tawuran Warga di Johar Baru dengan Gas Air Mata

Tak berselang lama, datang dua orang dengan menggunakan satu motor menghampiri TM.

"Itu (pelaku) langsung mengacungkan celurit dan bilang, 'Mana handphone?'. Korban melawan, tetapi korban kena bacok empat kali," ujar Stevano.

Setelah itu, celurit yang digunakan pelaku terjatuh.

Pelaku pun kabur setelah diteriaki warga dan korban terus melawan. Ponsel TM tidak jadi diambil pelaku.

Stevano mengonfirmasi, TM dibacok di dada sebelah kiri.

Baca juga: Butuh Uang untuk Swab Antigen dan Bayar Kos, 2 Siswa di Sleman Nekat Jambret Ponsel

Dilansir dari Tribun Jakarta, PM kini masih menjalani perawatan di RS Islam Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.

PM sudah melaporkan kasus begal yang menimpanya ke SPKT Polsek Cakung.

Sebilah celurit milik pelaku yang terjatuh saat PM melakukan perlawanan pun sudah diamankan jajaran Unit Reskrim Polsek Cakung.

"Kasusnya sekarang dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Cakung," tutur Stevano.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Keempat Larangan Mudik, 100 Kendaraan Diputar Balik di Posko Penyekatan Kota Tangerang

Hari Keempat Larangan Mudik, 100 Kendaraan Diputar Balik di Posko Penyekatan Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Megapolitan
Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Megapolitan
Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Megapolitan
Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Megapolitan
Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Megapolitan
DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Megapolitan
400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

Megapolitan
Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Megapolitan
Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Megapolitan
Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Megapolitan
Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Megapolitan
Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X