Fakta Menarik Irene Sukandar: Ambisi Kalahkan Kakak, Keliling Pasar Latih Mental, dan Karier Cemerlang

Kompas.com - 22/04/2021, 09:42 WIB
Irene Kharisma Sukandar, pecatur wanita Indonesia yang memiliki gelar Women Grandmaster (WGM) dari Federasi Catur Dunia (FIDE), difoto di Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/4/2021). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIrene Kharisma Sukandar, pecatur wanita Indonesia yang memiliki gelar Women Grandmaster (WGM) dari Federasi Catur Dunia (FIDE), difoto di Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Irene Kharisma Sukandar sudah tidak asing di dunia catur Indonesia.

Dia adalah pecatur Indonesia pertama yang menyandang gelar Grand Master Nasional Wanita Indonesia.

Kompas.com berkesempatan melakukan wawancara dengan Irene melalu sambungan telepon pada Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Profil WGM Irene Kharisma Sukandar, Sandang Gelar Grandmaster sejak SMP

Irene banyak bercerita tentang berjalanan kariernya di dunia catur yang telah ia mulai sejak usia 7 tahun itu.

Kompas.com merangkum fakta menarik tentang Irene Kharisma Sukandar sebagai berikut:

1. Ambisi kalahkan kakak

Sejak kecil, Irene dan kakak laki-lakinya, Kaisar Jenius Hakiki, sudah dikenalkan banyak jenis olahraga oleh sang ayah yang merupakan seorang atlet. Olahraga catur akhirnya akrab dengan Irene dan Kaisar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kakak saya diajarkan juga catur oleh papa awalnya, lalu saya minta juga. Jadi akhirnya kami berdua sama-sama latihan catur, sama-sama ke sekolah catur," kata Irene.

Awalnya, ketika itu Irene berambisi untuk mengalahkan sang kakak dalam permainan catur.

Namun, lambat laun bakat Irene mulai terasah dan progresnya berkembang cepat.

Baca juga: Perjalanan Irene Sukandar Menjadi Grand Master Indonesia, Bermula dari Ambisi Kalahkan Sang Kakak

"Awalnya memang hanya coba-coba, karena kakak saya duluan jadi saya ingin, ingin juga supaya bisa diajari dan bisa mengalahkan kakak saya, karena kami kompetitif sekali," tutur Irene.

Sejak saat itu, Irene pun terus mengikuti turnamen-turnamen dan olimpiade catur.

2. Tidak lupa pendidikan

Meski telah menggeluti dunia catur sejak kecil, Irene mengaku tidak pernah melupakan pendidikannya.

Saat masih sekolah, Irene mengaku kerap absen karena harus berlatih dan mengikuti pertandingan catur.

Namun, kedua orangtuanya tetap mengingatkan Irene untuk tidak meninggalkan pendidikan.

Baca juga: WGM Irene Sukandar, Pecatur Putri yang Tak Lupakan Pendidikan

"Kami sering cuti sekolah karena banyak latihan atau turnamen-turnamen, ini umum terjadi di dunia atlet, tapi memang dari kecil edukasi itu salah satu hal yang penting, jadi enggak pernah kami tinggalkan," ucap Irene.

Irene pun berhasil menyelesaikan S2 di Amerika Serikat.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekor, 23.883 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Sehari di Kota Tangerang

Rekor, 23.883 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Sehari di Kota Tangerang

Megapolitan
Cerita Awak Ambulans Tentang Kendaraan yang Halangi Mereka di Pamulang Saat Jemput Pasien Kritis

Cerita Awak Ambulans Tentang Kendaraan yang Halangi Mereka di Pamulang Saat Jemput Pasien Kritis

Megapolitan
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 355, Pasien Aktif Jadi 5.432 Orang

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 355, Pasien Aktif Jadi 5.432 Orang

Megapolitan
Setelah Usai di Jakarta Selatan, Gerakan Nafas Kemanusiaan Kini Layani Isi Oksigen Gratis di Karawaci

Setelah Usai di Jakarta Selatan, Gerakan Nafas Kemanusiaan Kini Layani Isi Oksigen Gratis di Karawaci

Megapolitan
Update: Pasien Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 10.123 Orang

Update: Pasien Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 10.123 Orang

Megapolitan
Anies Pamer Foto Penghargaan DKI Jakarta sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak

Anies Pamer Foto Penghargaan DKI Jakarta sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak

Megapolitan
Sebuah Rumah di Pantai Mutiara Dilanda Kebakaran

Sebuah Rumah di Pantai Mutiara Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Update 30 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 283 Kasus Baru Covid-19

Update 30 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 283 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Polisi Tangkap 4 Tersangka Begal di Bekasi

Polisi Tangkap 4 Tersangka Begal di Bekasi

Megapolitan
UPDATE: Tambah 1.277 Kasus Covid-19 Sehari, Tangsel Catat Angka Penambahan Tertinggi

UPDATE: Tambah 1.277 Kasus Covid-19 Sehari, Tangsel Catat Angka Penambahan Tertinggi

Megapolitan
Warga Jakpus yang Isoman Sendirian di Rumah Diimbau Pindah ke RS

Warga Jakpus yang Isoman Sendirian di Rumah Diimbau Pindah ke RS

Megapolitan
Video Ambulans Diduga Dihalangi Kendaraan Lain di Pamulang Viral, Polisi Kejar Pelaku

Video Ambulans Diduga Dihalangi Kendaraan Lain di Pamulang Viral, Polisi Kejar Pelaku

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Bakal Periksa Seluruh Penerima Bansos dari Kemensos

Kejari Kota Tangerang Bakal Periksa Seluruh Penerima Bansos dari Kemensos

Megapolitan
Pengemudi BMW yang Kabur Setelah Isi Bensin Full adalah Remaja Iseng, Kini Sudah Damai

Pengemudi BMW yang Kabur Setelah Isi Bensin Full adalah Remaja Iseng, Kini Sudah Damai

Megapolitan
Giant di Area Depok Tutup Permanen, Pengunjung Tak Tahu dan Masih Berdatangan

Giant di Area Depok Tutup Permanen, Pengunjung Tak Tahu dan Masih Berdatangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X