Kompas.com - 05/05/2021, 06:23 WIB
Penjual jasa penukaran uang menunggu pembeli di kawasan Jalan Otista Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (4/6/2021). KOMPAS.com/Tria SutrisnaPenjual jasa penukaran uang menunggu pembeli di kawasan Jalan Otista Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (4/6/2021).
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Sianturi (47) bersama istri dan anaknya duduk di pinggir Jalan Otista Raya, mengarah Jalan Raya Ciputat-Bogor. Lokasinya tak jauh dari Terminal Bayangan Cimanggis, Tangerang Selatan.

Di depannya, tampak meja kecil dengan tumpukan uang lembaran pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, sampai Rp. 20.000 yang masing-masing terkemas dalam plastik.

Sesekali dia berdiri dari tempat duduknya. Melambaikan tangan kepada pengendara yang melintas, seraya menawarkan berlembar-lembar uang di tangannya.

"Tukar Pak. Asli, asli," kata Sianturi ke pengendara yang melintas.

Baca juga: Kisah Penjual Gorengan di Pasar Baru, Putranya Pilih Beli Susu daripada Baju Lebaran

Sianturi merupakan salah satu dari sekian banyak penyedia jasa penukaran uang pinggir jalan yang kerap muncul jelang Lebaran.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sudah satu dekade dia dan istrinya, Nurhayati (44) menjadi penyedia jasa tukar uang di pinggir jalan. Melayani pelanggan yang mencari uang "receh" untuk dibagikan saat Lebaran.

"Ya ini mah kerja musiman. Sudah lama di sini, kurang lebih 10 kali Lebaran lah," kata Sianturi saat diwawancarai, Selasa (4/6/2021).

Sejak 2010, Sianturi maupun Nurhayati tak pernah absen menjadi penyedia jasa tukar uang dadakan di pinggir jalan.

Hanya pada Ramadhan 2020 keduanya memutuskan rehat dan tidak bekerja. Alasannya, karena khawatir terpapar Covid-19.

"Tahun lalu karena awal-awal Covid-19, ngeri. Kalau sekarang sudah lumayan berani," timpal Nurhayati.

Baca juga: Deretan Sanksi bagi Warga yang Nekat Mudik Saat Larangan Mudik 6-17 Mei

Pada tahun ini, keduanya berupaya melawan rasa takut dan memberanikan diri untuk kembali melakoni pekerjaan musimannya, meski masih di tengah situasi pandemi Covid-19.

Keduanya rela bertaruh nyawa dari ancaman virus dan potensi tindak kejahatan di jalan, dengan harapan bisa meraup rejeki pada masa jelang Lebaran.

"Intinya berserah diri sama Yang di Atas," tegas Nurhayati.

Sianturi dan Nurhayati biasa membuka lapaknya mulai pukul 09.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Topi dan masker kain tak pernah lepas dari kepala dan wajah. Tak lain, untuk melindungi diri dari terik matahari, juga debu dan asap kendaraan.

"Hari ini kami bawa Rp 10 juta. Pecahannya ya ini saja yang kasih bos, Rp 5.000, Rp 10.000 sama Rp 2.000-an," tutur Sianturi.

Berlembar-lembar uang yang sudah dikemas berdasarkan nominal pun ditawarkan kepada para pengendara yang melintas.

Tumpukan uang pecahan di lapak penjual jasa penukaran uang di kawasan Jalan Otista Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (4/5/2021).KOMPAS.com/Tria Sutrisna Tumpukan uang pecahan di lapak penjual jasa penukaran uang di kawasan Jalan Otista Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (4/5/2021).

Untuk setiap transaksi, pelanggan dikenakan biaya sebesar 10 persen dari jumlah uang yang ditukarkan. Nantinya, seluruh uang tersebut akan disetorkan ke pemilik modal.

Dari situ, Nurhayati dan Sianturi akan mendapatkan upah paling banyak lima persen dari total uang lembaran yang berhasil ditukar. Itu pun jika tidak ada pelanggan menawar 10 persen biaya jasa penukaran.

"Misalnya orang tukar Rp 100.000, bayarnya Rp 110.000. Jadi kena 10 persen, hitung saja kali 5 persen buat kami. Cuma goceng (Rp 5.000)," kata Nurhayati.

"Harga segitu saja kadang masih ada orang yang menawar. Dia enggak tahu saja kalau kami juga setoran. Kami kan modal jasa doang. Ada Bosnya," sambungnya.

Sejauh ini, kata Sianturi, uang lembaran Rp 5.000 menjadi yang paling banyak dicari masyarakat. Dia pun menyediakan stok lebih banyak untuk uang pecahan tersebut.

Baca juga: Hari Ini, 138.508 Mobil Diprediksi Tinggalkan Jabotabek via Tol

Di kala ramai penukar, Sianturi dan Nurhayati bahkan rela bolak-balik mengambil persediaan uang pecahan Rp 5.000 demi bisa melayani pelanggan.

"Ambil lagi, kalau habis," kata Nurhayati.

Meski begitu, jasa penukaran uang pada tahun ini dianggap Sianturi tak begitu menggeliat. Total uang yang berhasil ditukar dalam sehari, tak sebanyak periode jelang Lebaran sebelum pandemi Covid-19.

Dia maupun Nurhayati tidak bisa menjawab secara pasti penyebabnya.

Pelonggaran aktivitas dan tingginya mobilitas warga jelang lebaran, tak begitu berdampak pada peningkatan pelanggan di lapak Sianturi dan Nurhayati.

"(Pelanggan) enggak tentu. Gimana mau ramai ada corona gini. Ya untung-untungan saja, enggak ada target juga. Ini dari pagi saja baru (tukar) Rp 400.000," kata Sianturi.

Namun, kondisi saat ini masih dimaklumi Nurhayati. Dia tetap bersyukur bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk keperluan sehari-hari dan Lebaran.

Keduanya hanya bisa berharap semakin banyak warga yang menukar uang di lapaknya seiring semakin dekatnya Hari Raya Lebaran.

"Sekarang cari duit susah, makanya dilakoni saja. Yang penting halal," ucap Nurhayati.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Melonjak hingga 225 Orang, Kini Tersisa 75 Tempat Tidur

Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Melonjak hingga 225 Orang, Kini Tersisa 75 Tempat Tidur

Megapolitan
UPDATE 14 Juni: 396 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel

UPDATE 14 Juni: 396 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 14 Juni: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 19.096 Pasien

UPDATE 14 Juni: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 19.096 Pasien

Megapolitan
Dinkes DKI: Tiga Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Jakarta

Dinkes DKI: Tiga Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Jakarta

Megapolitan
Pebulu Tangkis Markis Kido Tiba di RS Omni Alam Sutera dalam Kondisi Henti Napas

Pebulu Tangkis Markis Kido Tiba di RS Omni Alam Sutera dalam Kondisi Henti Napas

Megapolitan
Pertemuan Forkopimda Se-DKI Bahas Persiapan Bertemu Presiden Selasa Pagi

Pertemuan Forkopimda Se-DKI Bahas Persiapan Bertemu Presiden Selasa Pagi

Megapolitan
Sidang Rizieq Shihab Kasus Tes Usap RS Ummi Dilanjut Kamis Mendatang dengan Agenda Duplik

Sidang Rizieq Shihab Kasus Tes Usap RS Ummi Dilanjut Kamis Mendatang dengan Agenda Duplik

Megapolitan
Terkendala Zonasi, Anak Berkebutuhan Khusus Kesulitan Masuk Sekolah Impian

Terkendala Zonasi, Anak Berkebutuhan Khusus Kesulitan Masuk Sekolah Impian

Megapolitan
Terjadi Lagi, Truk Tabrak Warung di Ciputat karena Tak Kuat Tanjak Jalan Layang Tol

Terjadi Lagi, Truk Tabrak Warung di Ciputat karena Tak Kuat Tanjak Jalan Layang Tol

Megapolitan
Rumah Dinas Lurah Batu Ampar Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Puntung Rokok

Rumah Dinas Lurah Batu Ampar Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Puntung Rokok

Megapolitan
Gara-gara Sopir Adukan Pungli di Tanjung Priok ke Jokowi, Truk Dilempar Batu

Gara-gara Sopir Adukan Pungli di Tanjung Priok ke Jokowi, Truk Dilempar Batu

Megapolitan
Eks Dirut Garuda Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Kejari Pikir-pikir Ajukan Banding

Eks Dirut Garuda Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Kejari Pikir-pikir Ajukan Banding

Megapolitan
Hari Ini, 116 Warga di Atas Usia 18 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19 di Palmerah

Hari Ini, 116 Warga di Atas Usia 18 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19 di Palmerah

Megapolitan
Video Viral Pungli Pakai Kantong Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Sebut Kejadian Lama

Video Viral Pungli Pakai Kantong Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Sebut Kejadian Lama

Megapolitan
Viral Video Kaca Truk Dirusak, Polisi Sebut Pelakunya Bukan Oknum Pungli

Viral Video Kaca Truk Dirusak, Polisi Sebut Pelakunya Bukan Oknum Pungli

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X