Kompas.com - 17/05/2021, 16:38 WIB
Warga di Bogor, Jawa Barat, menggelar tradisi cucurak dengan kumpul bersama keluarga dan makan bareng di Kebun Raya Bogor, Sabtu (10/4/2021). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWarga di Bogor, Jawa Barat, menggelar tradisi cucurak dengan kumpul bersama keluarga dan makan bareng di Kebun Raya Bogor, Sabtu (10/4/2021).

BOGOR, KOMPAS.com - Jumlah wisatawan yang datang ke Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, meningkat selama libur Lebaran 2021.

Berdasarkan data Divisi Ticketing Kebun Raya Bogor, sejak Kamis hingga Minggu (13-16 Mei 2021) atau hari Lebaran sampai H+4, total jumlah wisatawan yang datang mencapai 23.520 orang.

Media Relations PT Mitra Natura Raya, Nur Desilawati mengatakan, puncak kunjungan wisatawan ke Kebun Raya Bogor terjadi pada hari Minggu kemarin. PT Mitra Natura Raya merupakan mitra LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dalam mengelola Kebun Raya Bogor.

Baca juga: Kebun Raya Bogor Perkenalkan Tur Wisata Virtual

Desilawati atau Dila mengemukakan, di hari itu wisatawan yang berlibur ke Kebun Raya mencapai 9.117 orang.

"Dari hari Kamis sampai Minggu naik terus jumlah (wisatawan) yang datang. Puncaknya di hari Minggu kemarin ya," kata Dila, Senin (17/5/2021).

Ia merinci, pada Kamis lalu jumlah wisatawan di Kebun Raya Bogor 1.500 orang. Pada Jumat, wisatawan yang datang meningkat mencapai 4.588 orang.

Sabtu, tercatat ada 8.315 wisatawan yang datang berlibur ke Kebun Raya Bogor. Puncaknya, Minggu kemarin, wisatawan yang berlibur mencapai 9.000-an orang.

Dila menyebutkan, meski wisatawan yang datang selama libur Lebaran itu cukup banyak, namun jumlah tersebut masih aman karena tidak melebihi batas kapasitas pengunjung sesuai dengan aturan pemerintah daerah setempat tentang pengawasan objek wisata di masa pandemi Covid-19.

"Maksimal kapasitas pengunjung di angka 20.000 orang. Jadi kami mengikuti aturan pemerintah bahwa tempat wisata hanya boleh 50 persen dari total kapasitas, maka yang boleh masuk maksimal hanya di angka 10.000 orang," ujar dia

"Kemarin juga Pak Wali Kota juga sudah ke sini, patroli dan memantau langsung. Semuanya aman sesuai aturan," tambah dia.

Ia melanjutkan, untuk memastikan tidak terjadi penyebaran Covid-19, pengelola Kebun Raya Bogor mengedepankan protokol kesehatan, salah satunya mewajibkan setiap pengunjung yang datang membawa surat hasil rapid antigen.

"Kami hanya menerima pengunjung dengan KTP Bogor saja, itu pun kami cek hasil antigen. Jika tidak membawa kami menyediakan tes genose dengan biaya Rp 30.000. Jika hasilnya negatif baru boleh masuk," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Megapolitan
Unggahan Viral Warga Depok Dengar Dentuman Berulang Kali, Ternyata Suara Meriam Amunisi Hampa Milik Kostrad

Unggahan Viral Warga Depok Dengar Dentuman Berulang Kali, Ternyata Suara Meriam Amunisi Hampa Milik Kostrad

Megapolitan
Ini Lokasi Kantong Parkir bagi Pengunjung Tebet Eco Park

Ini Lokasi Kantong Parkir bagi Pengunjung Tebet Eco Park

Megapolitan
Waisak, 9 Narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta Dapat Remisi

Waisak, 9 Narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta Dapat Remisi

Megapolitan
Polisi Pastikan Terduga Pembunuh di Jatisampurna Tak Alami Masalah Kejiwaan

Polisi Pastikan Terduga Pembunuh di Jatisampurna Tak Alami Masalah Kejiwaan

Megapolitan
Tampak Usang dan Rusak, Truk Sampah Milik Pemkot Bekasi Tetap Beroperasi

Tampak Usang dan Rusak, Truk Sampah Milik Pemkot Bekasi Tetap Beroperasi

Megapolitan
Banjir yang Rendam Puluhan Rumah di Kramatjati Disebabkan Luapan Kali Induk, Camat: Harus Dinormalisasi

Banjir yang Rendam Puluhan Rumah di Kramatjati Disebabkan Luapan Kali Induk, Camat: Harus Dinormalisasi

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMK

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMK

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMA

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMA

Megapolitan
Wilayahnya Langganan Banjir, Ketua RT di Kramatjati Minta Perbaikan Infrastruktur

Wilayahnya Langganan Banjir, Ketua RT di Kramatjati Minta Perbaikan Infrastruktur

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMP

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMP

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SD

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SD

Megapolitan
Cara Mendaftar PPDB 2022 DKI Jakarta untuk SD, SMP dan SMA/SMK

Cara Mendaftar PPDB 2022 DKI Jakarta untuk SD, SMP dan SMA/SMK

Megapolitan
Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Megapolitan
BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.