Rizieq Shihab: Pemidanaan Kerumunan Megamendung adalah Kriminalisasi Cinta dan Rindu Umat kepada Guru

Kompas.com - 20/05/2021, 13:01 WIB
Rizieq Shihab menilai pemidanaan kasus kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, merupakan bentuk kriminalisasi cinta dan rindu kepada guru. Hal itu disampaikan Rizieq saat membacakan pledoi atas tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021). DOKUMENTASI TIM KUASA HUKUM RIZIEQ SHIHABRizieq Shihab menilai pemidanaan kasus kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, merupakan bentuk kriminalisasi cinta dan rindu kepada guru. Hal itu disampaikan Rizieq saat membacakan pledoi atas tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rizieq Shihab menilai pemidanaan kasus kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, merupakan bentuk kriminalisasi cinta dan rindu kepada guru.

Hal itu disampaikan Rizieq saat membacakan pledoi atas tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021).

"Bahwa benar pemidanaan kerumunan Megamendung adalah kriminalisasi cinta dan rindu umat kepada gurunya," kata Rizieq.

Rizieq menyebut, tidak ada pelanggaran prokes di Kabupaten Bogor yang dipidanakan, kecuali kerumunan Megamendung.

Baca juga: Rizieq Shihab: Kasus Saya Bukan Kasus Hukum, tetapi Dendam Politik

"Bahwa benar pelapor mengaku hanya melaporkan kerumunan, tidak pernah melaporkan terdakwa," ujar Rizieq.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Rizieq, kasus kerumunan di Megamendung tidak menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Dalam kasus kerumunan di Megamendung, jaksa menuntut Rizieq dengan pidana penjara 10 bulan dan denda Rp 50.000.000.

Dalam dakwaannya, jaksa menyatakan Rizieq melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan/atau Pasal 216 KUHP.

Jaksa mengatakan, sesuai Pasal 9 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, tiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.

Baca juga: Membela Diri di Persidangan, Rizieq Shihab Menangis

Sementara itu, menurut jaksa, Rizieq tetap berkukuh menyelenggarakan kegiatan di pondok pesantren di Megamendung pada 13 November 2020 dan secara sengaja memberitahukan kedatangannya kepada publik.

Selain tuntutan pidana penjara, jaksa meminta majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan terhadap Rizieq berupa pencabutan hak memegang jabatan pada umumnya atau jabatan tertentu.

"Yaitu (dicabut haknya) menjadi anggota dan/atau pengurus organisasi masyarakat selama tiga tahun," kata jaksa.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masih Ada 27 Persen Warga Jakpus yang Belum Divaksin Covid-19

Masih Ada 27 Persen Warga Jakpus yang Belum Divaksin Covid-19

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 41,6 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 41,6 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Megapolitan
Senin Ini, Luhut Pandjaitan Diminta Keterangan Terkait Laporan Terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Senin Ini, Luhut Pandjaitan Diminta Keterangan Terkait Laporan Terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Megapolitan
Pegawai KPI Korban Pelecehan Jalani Pemeriksaan Psikologi di LPSK

Pegawai KPI Korban Pelecehan Jalani Pemeriksaan Psikologi di LPSK

Megapolitan
5 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Senin Ini

5 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Senin Ini

Megapolitan
Anies Ibaratkan Terkendalinya Covid-19 di Jakarta seperti Film 'Avengers'

Anies Ibaratkan Terkendalinya Covid-19 di Jakarta seperti Film "Avengers"

Megapolitan
Bagaimana Aturan Pembuatan Polisi Tidur di Jakarta?

Bagaimana Aturan Pembuatan Polisi Tidur di Jakarta?

Megapolitan
Vaksinasi Pfizer di RPTRA Taman Gajah Cipete Selatan, 120 Dosis Setiap Hari

Vaksinasi Pfizer di RPTRA Taman Gajah Cipete Selatan, 120 Dosis Setiap Hari

Megapolitan
Berapa Denda Tilang Ganjil Genap di Jakarta?

Berapa Denda Tilang Ganjil Genap di Jakarta?

Megapolitan
UPDATE: Tambah 14 Kasus di Kota Tangerang, 99 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 14 Kasus di Kota Tangerang, 99 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar | Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

[POPULER JABODETABEK] Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar | Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

Megapolitan
UPDATE: Tambah 57 Kasus di Depok, 627 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 57 Kasus di Depok, 627 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Jabodetabek Hujan, Waspada Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Jabodetabek Hujan, Waspada Angin Kencang

Megapolitan
Pemkot Depok Sudah Buat Kajian Penerapan Ganjil Genap, Ini Hasilnya

Pemkot Depok Sudah Buat Kajian Penerapan Ganjil Genap, Ini Hasilnya

Megapolitan
Melawan Saat Dirampok, Remaja di Tambun Utara Tewas

Melawan Saat Dirampok, Remaja di Tambun Utara Tewas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.