Kompas.com - 09/06/2021, 17:09 WIB
Ilustrasi pencabulan KOMPAS.com/NURWAHIDAHIlustrasi pencabulan

JAKARTA, KOMPAS.com - HS, guru ngaji atau yang mengajarkan ilmu agama di Penjaringan, Jakarta Utara mencabuli lima muridnya yang masih di bawah umur.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan, HS mengiming-imingi korban dengan uang dan baju baru.

"Kemudian pelaku selalu berkata pada korban jangan bilang siapa-siapa. Dan untuk membujuknya pelaku ini memberikan uang dan berikan baju baru pada para korbannya ini," kata Guruh saat membeberkan kasus itu di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (9/6/2021).

"Dan berikan uang jumlah bervariasi antara Rp 5.000- Rp 20.000," lanjutnya.

Baca juga: Guru Ngaji di Penjaringan Diduga Cabuli 5 Muridnya di Tempat Mengajar

HS mengaku, dia mencabuli lima muridnya di rumah yayasan tempatnya mengajar.

"Saya ngajar matematika sama ngajar ngaji. Iya (mencabuli) di rumah yayasan," kata HS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasus itu mencuat ketika salah satu orangtua korban mencari keberadaan putrinya yang belum sampai di rumah hingga pukul 22.00 WIB. Setelah mendapat informasi, rupanya korban sedang berada di rumah milik yayasan bersama HS.

Akhirnya korban menceritakan apa yang dia alami kepada orangtuanya.

"Kemudian dari cerita korban, kalau korban ini tidak sendiri. Karena beberapa temannya di perlakukan sama dengan pelaku," kata Guruh.

Orangtua korban lalu melaporkan kejadian itu ke polisi. Saat kasus itu mencuat, HS langsung melarikan diri ke Pandeglang, Banten. Namun akhirnya ditangkap pada Senin malam lalu.

Polisi mengamankan barang bukti berupa hasil visum para korban dan beberapa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.

Baca juga: Guru Ngaji yang Diduga Cabuli Anak Muridnya di Penjaringan Melarikan Diri ke Pandeglang

HS diketahui telah memiliki istri dan lima orang anak yang tinggal di Serang, Banten.

HS dijerat dengan Pasal 82 UU RI No 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Beratribut Ojol Curi Spion Mobil di Tebet

Pria Beratribut Ojol Curi Spion Mobil di Tebet

Megapolitan
Polisi: Warga yang Beli Tabung Oksigen dari Facebook ErwanO2 Tolong Lapor, Jangan Digunakan!

Polisi: Warga yang Beli Tabung Oksigen dari Facebook ErwanO2 Tolong Lapor, Jangan Digunakan!

Megapolitan
Pemkot Tangerang Janji Akan Tindak Oknum yang Lakukan Pungli Bansos

Pemkot Tangerang Janji Akan Tindak Oknum yang Lakukan Pungli Bansos

Megapolitan
Mobil Pecah Ban di Matraman, Oleng Lalu Tabrak Petugas Dinas Pertamanan

Mobil Pecah Ban di Matraman, Oleng Lalu Tabrak Petugas Dinas Pertamanan

Megapolitan
Punya Target Terbanyak di Jakarta, Vaksinasi Covid-19 di Cengkareng Kini Sudah 45 Persen

Punya Target Terbanyak di Jakarta, Vaksinasi Covid-19 di Cengkareng Kini Sudah 45 Persen

Megapolitan
Januari hingga Juni 2021 Terjadi 161 Kebakaran di Jakarta Barat

Januari hingga Juni 2021 Terjadi 161 Kebakaran di Jakarta Barat

Megapolitan
Korban Pungli Bansos Tarik Omongan, Pemkot Tangerang Tetap Teruskan Penyelidikan

Korban Pungli Bansos Tarik Omongan, Pemkot Tangerang Tetap Teruskan Penyelidikan

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kecamatan Cengkareng Menurun, Sudah Tak Ada Lagi Zona Merah

Kasus Covid-19 di Kecamatan Cengkareng Menurun, Sudah Tak Ada Lagi Zona Merah

Megapolitan
Pemalsu Tabung Oksigen Pakai Apar Sudah Jual 20 Unit Melalui Medsos

Pemalsu Tabung Oksigen Pakai Apar Sudah Jual 20 Unit Melalui Medsos

Megapolitan
Depot Isi Ulang Oksigen di Matraman Terapkan Bayar Suka Rela, Pemilik: Ujian bagi Saya

Depot Isi Ulang Oksigen di Matraman Terapkan Bayar Suka Rela, Pemilik: Ujian bagi Saya

Megapolitan
Tak Ada Pengawasan, Masjid di Ciputat Leluasa Gelar Shalat Jumat Saat PPKM Level 4

Tak Ada Pengawasan, Masjid di Ciputat Leluasa Gelar Shalat Jumat Saat PPKM Level 4

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemalsu Tabung Oksigen yang Dimodifikasi dari Apar

Polisi Tangkap Pemalsu Tabung Oksigen yang Dimodifikasi dari Apar

Megapolitan
Pengakuan Warga Utan Panjang yang Ikut Vaksinasi Covid-19 Demi Dapat Bansos

Pengakuan Warga Utan Panjang yang Ikut Vaksinasi Covid-19 Demi Dapat Bansos

Megapolitan
Proyek MRT, Tugu Jam Thamrin Dipindahkan Sementara Oktober 2021

Proyek MRT, Tugu Jam Thamrin Dipindahkan Sementara Oktober 2021

Megapolitan
PPKM di Jakarta, Penumpang Harian MRT Turun 80 Persen Selama Juli 2021

PPKM di Jakarta, Penumpang Harian MRT Turun 80 Persen Selama Juli 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X