Pandemi Covid-19 di Jakarta Memburuk, Tiga Varian Baru Ditemukan hingga BOR Menipis

Kompas.com - 15/06/2021, 09:09 WIB
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan protokol dari monas sampai bunderan senayan di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Penyemprotan disinfektan dalam rangka mitigasi pencegahan virus corona (COVID-19). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan protokol dari monas sampai bunderan senayan di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Penyemprotan disinfektan dalam rangka mitigasi pencegahan virus corona (COVID-19).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta kembali dalam kondisi genting menghadapi pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menggelar apel malam penanganan Covid-19 bersama Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya di Markas Kodam Jaya, Jakarta Timur.

Dia menyebut, kondisi kali ini hampir mendekati puncak gelombang kasus Covid-19 pada Januari-Februari lalu, dengan peningkatan 50 persen kasus aktif dalam waktu sepekan.

"Bila kita tidak melakukan tindakan, maka kita berpotensi menghadapi kesulitan karena fasilitas kesehatan mungkin akan menghadapi jumlah yang tak terkendali apabila pasien, apabila orang yang harus ditangani meningkat secara drastis," kata Anies, Minggu (13/6/2021).

Baca juga: Anies: Jakarta Masuki Fase Genting Penyebaran Covid-19

Ketika lonjakan kasus aktif ini terjadi, efek berantai akan terlihat, seperti keterisian tempat tidur yang menipis, hingga jumlah kematian yang bisa ikut bertambah.

Keterisian tempat tidur mencapai 75 persen

Anies menyebut keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) meningkat drastis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seminggu lalu, BOR untuk pasien Covid-19 di Jakarta baru terisi 45 persen. Angka di bawah 50 persen menunjukan kasus masih terkendali dengan baik.

Namun seminggu kemudian, ketika kasus aktif meningkat 50 persen, tingkat keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 meningkat menjadi 75 persen.

Bahkan ada beberapa tempat tidur layanan khusus hanya bersisa satu tempat tidur saja.

Dilansir dari data situs corona.jakarta.go.id, tempat tidur hemodealisa atau pasien Covid-19 yang membutuhkan terapi cuci darah yang disediakan hanya 27 tempat tidur, dan sudah terisi sebanyak 26 tempat tidur.

Baca juga: Anies Sebut Keterpakaian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jakarta Mencapai 75 Persen

Selain tempat tidur hemodealisa khusus pasien Covid-19 yang terbatas, terdapat juga perawatan ortopedi khusus pasien Covid-19 yang hanya bersisa satu tempat tidur.

Sedangkan untuk tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) dengan tekanan negatif dan ventilator sisa 39 tempat tidur dari 240 tempat tidur yang tersedia.

Untuk ICU dengan tekanan negatif tanpa ventilator tersisa 24 tempat tidur dari 88 tempat tidur yang disediakan.

Beralih ke ICU tanpa tekanan negatif dengan ventilator tersisa 31 tempat tidur dari 135 tempa tidur.

ICU tanpa tekanan negatif tanpa ventilator tersisa 9 tempat tidur dengan kapasitas 56 tempat tidur.

Untuk kamar isolasi masih tersedia cukup banyak. Tempat tidur isolasi dengan tekanan negatif tersisa 249, tanpa tekanan negatif tersisa 447 tempat tidur.

Terakhir adalah sisa tempat tidur untuk perawatan intensif anak dikenal dengan Periartric Intensive Care Unit (PICU) tersedia 5 kamar, dan perawatan bayi baru lahir atau Neonatal Intensive Care Unit (NICU) tersisa 11 tempat tidur, dan tempat tidur Perina tersedia 69 tempat tidur.

Tiga varian baru

Anies memperingatkan semua masyakarat agar tidak meremehkan penyebaran Covid-19 saat ini.

Alasannya, varian virus corona yang menyebabkan Covid-19 saat ini adalah varian baru yang lebih mudah menyebar.

"Intinya adalah saat ini kita sedang berhadapan dengan arus balik mudik, berhadapan dengan varian baru Covid yang ada jelas di Jakarta kemudian punya efek sebar yang lebih luas," kata dia.

Baca juga: Dinkes DKI: Tiga Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Jakarta

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, ada tiga jenis varian baru yang ditemukan di DKI Jakarta.

Varian tersebut merupakan varian alfa (asal Inggris), beta (asal Afrika Selatan), dan Delta (asal India).

Tiga varian tersebut ditemukan di 19 kasus Covid-19 yang sudah dilakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).

Dia mengatakan, mayoritas temuan infeksi virus varian baru terjadi pada pekerja migran yang memiliki riwayat perjalanan dari negara lain.

"Yang lima berasal dari warga negara kita (Indonesia) tapi (sekarang) dalam posisi sembuh dan sehat," kata dia.

Kasus aktif melonjak

Data terbaru yang dikeluarkan Dinkes DKI Jakarta pada 14 Juni 2021, kasus aktif Covid-19 berada di angka 19.096 kasus.

Penambahan kasus tersebut terjadi setelah ditemukan 2.722 kasus penularan baru di Jakarta dari pemeriksaan 11.671 orang yang dites PCR.

Selain kasus aktif yang melonjak, DKI Jakarta juga mencatat angka kematian yang meningkat.

Ada 38 orang meninggal dunia pada Senin kemarin, sehingga angka kematian di Jakarta kini tercatat sebanyak 7.609 kasus.

Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono meminta Anies untuk serius menangani Covid-19.

Baca juga: Anies Gelar Panen Raya Padi Bareng Petani Sumedang

Dia menyayangkan sikap Anies yang melakukan perjalanan keluar daerah saat kasus Covid-19 di Jakarta sedang melonjak.

"Pak Anies harus melakukan itu (pengetatan), tetapi jangan menuntut pengetatan sementara jalan-jalan (keluar kota) terus," kata Gembong, Senin.

Kritik Anggota Komisi A kepada Anies ini ketika melihat Anies sibuk memanen padi di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (11/6/2021) lalu.

Gembong meminta agar Anies fokus dalam penanganan Covid-19 yang kini semakin mengkhawatirkan.

Meskipun Anies memiliki hak politik, Gembong meminta Anies untuk menuntaskan amanah yang diberikan rakyat Jakarta sebagai Gubernur DKI.

"Dia kok asik di tempat lain, rasanya nggak elok di saat seperti ini. Dia punya target ke depan kita hargai itu hak politik, tapi fokus menangani Jakarta menjadi hal yang harus dilakukan gubernur karena dia sudah mendapatkan mandat dari warga Jakarta," ucap dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Megapolitan
Antisipasi Ganjil Genap Kawasan Wisata, Ancol Siapkan Dua Kantong Parkir

Antisipasi Ganjil Genap Kawasan Wisata, Ancol Siapkan Dua Kantong Parkir

Megapolitan
Seorang Pemuda Curi Motor Milik Temannya di Tambora

Seorang Pemuda Curi Motor Milik Temannya di Tambora

Megapolitan
Antisipasi Covid-19, Bandara Soekarno-Hatta Berlakukan 6 Checkpoint Kedatangan Luar Negri

Antisipasi Covid-19, Bandara Soekarno-Hatta Berlakukan 6 Checkpoint Kedatangan Luar Negri

Megapolitan
Saat Sejumlah Pengendara Motor Panik Hindari Razia Crowd Free Night di Bundaran Senayan

Saat Sejumlah Pengendara Motor Panik Hindari Razia Crowd Free Night di Bundaran Senayan

Megapolitan
Sasar Tiga Kendaraan Saat Crowd Free Night, Polisi: Penegakan Hukum dengan Penilangan

Sasar Tiga Kendaraan Saat Crowd Free Night, Polisi: Penegakan Hukum dengan Penilangan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Buka Sentra Vaksinasi di Stadion Patriot Candrabhaga

Pemkot Bekasi Buka Sentra Vaksinasi di Stadion Patriot Candrabhaga

Megapolitan
Pengunjung Warkop di Koja Bubar Saat Petugas Patroli Gelar Operasi Yustisi Sabtu Malam

Pengunjung Warkop di Koja Bubar Saat Petugas Patroli Gelar Operasi Yustisi Sabtu Malam

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Wilayah di Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir

Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Wilayah di Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir

Megapolitan
Ketua JPKL: Pelabelan Plastik Mengandung Zat BPA pada Kemasan Makanan Sudah Tepat

Ketua JPKL: Pelabelan Plastik Mengandung Zat BPA pada Kemasan Makanan Sudah Tepat

Megapolitan
Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Megapolitan
Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.