Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Kompas.com - 23/07/2021, 22:32 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 untuk remaja. Moderna akan ajukan izin penggunaan darurat vaksin mRNA buatannya kepada FDA untuk dapat digunakan pada remaja usia 12 tahun hingga 17 tahun di Amerika Serikat. SHUTTERSTOCK/Africa StudioIlustrasi vaksin Covid-19 untuk remaja. Moderna akan ajukan izin penggunaan darurat vaksin mRNA buatannya kepada FDA untuk dapat digunakan pada remaja usia 12 tahun hingga 17 tahun di Amerika Serikat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Denis dan Singh, bercerita tentang bagaimana sulitnya mendapatkan akses vaksinasi untuk warga negara asing (WNA) di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Singh dan Denis merupakan dua dari sejumlah WNA yang tinggal di lingkungan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Singh menyatakan bahwa dia kesulitan mendapatkan vaksin lantaran sedikitnya informasi yang bisa didapatkannya dalam bahasa Inggris.

Baca juga: Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

"Sedikit sekali informasi atau dokumen lengkap tentang apa yang harus dilakukan bagi WNA seperti kami, khususnya yang berbahasa Inggris, " Ungkap Singh dalam sebuah obrolan bersama awak media, Jumat (23/7/2021).

Selain informasi, formulir vaksinasi dan berbagai berkas lainnya pun hanya tersedia dalam bahasa Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya sudah bertanya ke sana dan ke sini tapi informasinya sedikit dalam bahasa Inggris. Sementara, tidak sedikit WNA yang tidak bisa mengerti bahasa Indonesia," ungkap Singh.

Baca juga: Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Selain kendala informasi, Denis menceritakan sulitnya akses bagi WNA untuk lolos mendapatkan vaksin.

"Saya san istri sudah mencari keliling Jakarta selama 2-3 bulan terakhir untuk mendapatkan vaksin AstraZeneca. Tapi hampir semuanya menolak," kata Denis.

Ia menjelaskan, sebagian besar tempat vaksinasi yang dia hubungi, baik itu rumah sakit maupun sentra vaksin, memberi alasan penolakan yang berbeda-beda.

"Alasannya karena pekerjaan saya yang tidak termasuk pekerjaan sesuai kriteria persyaratan, atau karena tidak memiliki KITAP, atau karena saya bukan WNA yang menikah dengan WNI," ungkap dia.

Denis yang bekerja sebagai pengajar keahlian khusus untuk sejumlah BUMN maupun perusahaan swasta tersebut mengaku bingung dengan keadaan tersebut. Padahal dirinya memiliki sejumlah berkas termasuk NIK.

Sebab menurut dia, setiap orang harusnya mendapatkan hak yang sama untuk divaksin.

Hal ini juga disepakati Singh. Menurut dia, baik itu WNI, maupun WNA, memiliki hak untuk mendapatkan akses kesehatan, terlepas apapun latar belakangnya.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Megapolitan
Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Megapolitan
ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

Megapolitan
UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Megapolitan
Merasa Aman Beraktivitas di Tangsel, Manusia Silver Hanya Ditahan 2 Hari jika Terjaring Razia

Merasa Aman Beraktivitas di Tangsel, Manusia Silver Hanya Ditahan 2 Hari jika Terjaring Razia

Megapolitan
Keluarga Napi Tewas akibat Kebakaran Lapas Tangerang Akan Gugat Pemerintah ke PTUN

Keluarga Napi Tewas akibat Kebakaran Lapas Tangerang Akan Gugat Pemerintah ke PTUN

Megapolitan
Revitalisasi Blok I dan II Pasar Senen Hampir Rampung, 60 Persen Kios Sudah Terjual

Revitalisasi Blok I dan II Pasar Senen Hampir Rampung, 60 Persen Kios Sudah Terjual

Megapolitan
Kebakaran Landa 2 Rumah di 2 Lokasi Berbeda Wilayah Jaktim Hari Ini

Kebakaran Landa 2 Rumah di 2 Lokasi Berbeda Wilayah Jaktim Hari Ini

Megapolitan
6 Keluarga Napi Tewas di Lapas Tangerang Tuntut 2 Hal Ini ke Pemerintah Pusat

6 Keluarga Napi Tewas di Lapas Tangerang Tuntut 2 Hal Ini ke Pemerintah Pusat

Megapolitan
Pasutri yang Ajak Bayi Jadi Manusia Silver di Pamulang Belum Diketahui Keberadaannya

Pasutri yang Ajak Bayi Jadi Manusia Silver di Pamulang Belum Diketahui Keberadaannya

Megapolitan
Sejumlah Pejabat DKI Tinjau Stasiun Tebet Sebelum Besok Diresmikan

Sejumlah Pejabat DKI Tinjau Stasiun Tebet Sebelum Besok Diresmikan

Megapolitan
GPS Kendaraan Curian Aktif, Pencuri 25 Sepeda Motor Terlacak dan Diringkus Polisi

GPS Kendaraan Curian Aktif, Pencuri 25 Sepeda Motor Terlacak dan Diringkus Polisi

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Harap Pemerintah Pusat Beri Akses Pemkot Kelola Aplikasi PeduliLindungi

Wali Kota Tangerang Harap Pemerintah Pusat Beri Akses Pemkot Kelola Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
7 Fraksi Tak Hadiri Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ketua DPRD DKI: Bukti Tak Berpihak ke Warga

7 Fraksi Tak Hadiri Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ketua DPRD DKI: Bukti Tak Berpihak ke Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.