Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Kompas.com - 27/07/2021, 22:19 WIB
Korban pembunuhan di Jalan Kelapa Puan, Jagakarsa, Jakarta Selatan dievakuasi menggunakan keranda mayat pada Selasa (27/7/2021). KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOKorban pembunuhan di Jalan Kelapa Puan, Jagakarsa, Jakarta Selatan dievakuasi menggunakan keranda mayat pada Selasa (27/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Selatan terus menyelidiki peristiwa pembunuhan di sebuah rumah di Jalan Kelapa Puan, RT 010 RW 003, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Selasa (27/7/2021) siang.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, polisi menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Di TKP (tempat kejadian perkara) tersebut juga ditemukan tanda-tanda ada dugaan kekerasan yang menimpa korban. Yang mana kami menduga peristiwa tersebut adalah peristiwa pembunuhan,” kata Azis di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa malam.

Baca juga: Seorang Suami Bunuh Istrinya di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Menurut Azis, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak. Korban juga bersimbah darah.

“Kemudian ada benda yang diduga digunakan untuk melakukan kekerasan tersebut,” tambah Azis.

Ia menambahkan, korban berusia 63 tahun. Jenazah korban saat ini masih dalam proses visum dan autopsi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Untuk terduga pelaku sementara kami amankan. Namun, kami masih dalam proses pemeriksaan untuk mengetahui apakah dia benar pelakunya, kemudian motifnya dan kronologi lengkap tentang peristiwanya akan saya sampaikan di lain waktu,” tambah Azis.

Sebelumnya, polisi mengatakan terduga pelaku pembunuhan adalah suami korban. Kini polisi menyatakan, mereka masih menyelidiki pelaku pembunuhan itu.

“Kami mencurigai ada orang terdekatnya yang diduga sebagai pelaku. Namun sekali lagi kami butuhkan pemeriksaan lebih mendalam lagi untuk mengetahui motif maupun alat bukti yang lain,” tambah Azis.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Megapolitan
Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Megapolitan
ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

Megapolitan
UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Megapolitan
Merasa Aman Beraktivitas di Tangsel, Manusia Silver Hanya Ditahan 2 Hari jika Terjaring Razia

Merasa Aman Beraktivitas di Tangsel, Manusia Silver Hanya Ditahan 2 Hari jika Terjaring Razia

Megapolitan
Keluarga Napi Tewas akibat Kebakaran Lapas Tangerang Akan Gugat Pemerintah ke PTUN

Keluarga Napi Tewas akibat Kebakaran Lapas Tangerang Akan Gugat Pemerintah ke PTUN

Megapolitan
Revitalisasi Blok I dan II Pasar Senen Hampir Rampung, 60 Persen Kios Sudah Terjual

Revitalisasi Blok I dan II Pasar Senen Hampir Rampung, 60 Persen Kios Sudah Terjual

Megapolitan
Kebakaran Landa 2 Rumah di 2 Lokasi Berbeda Wilayah Jaktim Hari Ini

Kebakaran Landa 2 Rumah di 2 Lokasi Berbeda Wilayah Jaktim Hari Ini

Megapolitan
6 Keluarga Napi Tewas di Lapas Tangerang Tuntut 2 Hal Ini ke Pemerintah Pusat

6 Keluarga Napi Tewas di Lapas Tangerang Tuntut 2 Hal Ini ke Pemerintah Pusat

Megapolitan
Pasutri yang Ajak Bayi Jadi Manusia Silver di Pamulang Belum Diketahui Keberadaannya

Pasutri yang Ajak Bayi Jadi Manusia Silver di Pamulang Belum Diketahui Keberadaannya

Megapolitan
Sejumlah Pejabat DKI Tinjau Stasiun Tebet Sebelum Besok Diresmikan

Sejumlah Pejabat DKI Tinjau Stasiun Tebet Sebelum Besok Diresmikan

Megapolitan
GPS Kendaraan Curian Aktif, Pencuri 25 Sepeda Motor Terlacak dan Diringkus Polisi

GPS Kendaraan Curian Aktif, Pencuri 25 Sepeda Motor Terlacak dan Diringkus Polisi

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Harap Pemerintah Pusat Beri Akses Pemkot Kelola Aplikasi PeduliLindungi

Wali Kota Tangerang Harap Pemerintah Pusat Beri Akses Pemkot Kelola Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
7 Fraksi Tak Hadiri Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ketua DPRD DKI: Bukti Tak Berpihak ke Warga

7 Fraksi Tak Hadiri Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ketua DPRD DKI: Bukti Tak Berpihak ke Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.