Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Palak Pegawai Proyek di Kembangan, Pria Mengaku Anggota Ormas Sudah 4 Kali Datangi Korban

Kompas.com - 26/08/2021, 13:33 WIB
Sonya Teresa Debora,
Nursita Sari

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menyebutkan bahwa pria yang memalak staf proyek pembangunan di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, telah beraksi empat kali.

Saat memalak korban, pelaku mengaku anggota organisasi masyarakat (ormas).

"Hasil keterangan dari korban bahwa pelaku sudah empat kali datang ke sana," kata Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Ferdo saat dihubungi, Kamis (26/8/2021).

Baca juga: Pria Mengaku Anggota Ormas Palak Pegawai Proyek di Kembangan, Dalihnya untuk Uang Keamanan

Namun, Ferdo belum tahu besaran uang yang diminta oleh pelaku.

"Masih didalami untuk detail nominalnya," ungkapnya.

Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas kasus ini segera setelah korban melapor.

Baca juga: Kasus Penganiayaan ART di Pulogadung Berakhir Damai, Polisi: Korban Minta Dimediasi

Aksi pemalakan itu terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial.

"Rekaman CCTV tampak terlihat seorang mendatangi dan melakukan pemerasaan terhadap staf di sebuah proyek di daerah joglo kembangan Jakarta Barat, Rabu, 25/8/2021. Dengan dalih uang keamanan tampak terlihat pelaku meminta sejumlah uang lantaran tidak sesuai dengan harapan pelaku terlihat kesal dan meminta kembali," tulis keterangan dalam video yang diunggah akun @kamerapengawas, Rabu.

Menurut Ferdo, peristiwa ini sebenarnya terjadi pada Senin (23/8/2021).

"Kami dapat laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan, bahwa ada seorang laki-laki yang datang ke situ, mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas), namun kami enggak tahu apa nama ormasnya. Dalihnya minta uang keamanan," kata Ferdo saat dihubungi, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Mural Sindir Pemerintah Mulai Muncul di Pusat Jakarta

Kini, Ferdo dan jajarannya masih menyelidiki kasus ini.

"Kami sudah mengetahui ciri-ciri pelaku, saat ini kami masih mengumpulkan bukti dan menunggu hasil perkembangan lebih lanjut," lanjut Ferdo.

Adapun dalam video berdurasi satu menit terlihat seorang laki-laki masuk ke dalam sebuah bangunan kecil yang tampak seperti posko.

Di dalam bangunan tersebut, ada seorang perempuan yang menyambut laki-laki itu.

Perempuan itu kemudian terlihat menyerahkan sebuah amplop.

"Yang saya minta berapa? Berapa saya minta?" kata laki-laki tersebut sesaat setelah menerima amplop.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Motor Remaja di Depok Raib Usai Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual

Motor Remaja di Depok Raib Usai Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual

Megapolitan
Heru Budi Heran Penjambret Bisa Masuk Area CFD dengan Sepeda Motor

Heru Budi Heran Penjambret Bisa Masuk Area CFD dengan Sepeda Motor

Megapolitan
Libur Sekolah, 3 Sekawan Asal Pondok Ranggon Main Skuter Listrik di TMII

Libur Sekolah, 3 Sekawan Asal Pondok Ranggon Main Skuter Listrik di TMII

Megapolitan
Sampah Menggunung di TPS Pasar Bogor, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Sampah Menggunung di TPS Pasar Bogor, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Polisi: Pengelola Rusunawa Marunda Belum Pernah Buat Laporan Soal Kasus Penjarahan Aset

Polisi: Pengelola Rusunawa Marunda Belum Pernah Buat Laporan Soal Kasus Penjarahan Aset

Megapolitan
Aset di 500 Unit Rusunawa Marunda Dijarah, Warga Curiga Pengelola Terlibat

Aset di 500 Unit Rusunawa Marunda Dijarah, Warga Curiga Pengelola Terlibat

Megapolitan
139 SD di Kota Bogor Kekurangan Pendaftar PPDB 2024

139 SD di Kota Bogor Kekurangan Pendaftar PPDB 2024

Megapolitan
Rusunawa Marunda Dijarah, Heru Budi: Melanggar Hukum, Harus Ditindak!

Rusunawa Marunda Dijarah, Heru Budi: Melanggar Hukum, Harus Ditindak!

Megapolitan
Mereka yang Berkurban meski Tak Berkecukupan, Ada Pedagang Warung Kopi dan Siomay

Mereka yang Berkurban meski Tak Berkecukupan, Ada Pedagang Warung Kopi dan Siomay

Megapolitan
Porsche Tabrak Belakang Truk di Tol Dalam Kota, Pengemudinya Tewas, Penumpang Syok Berat

Porsche Tabrak Belakang Truk di Tol Dalam Kota, Pengemudinya Tewas, Penumpang Syok Berat

Megapolitan
Bocoran Rencana Puncak HUT Ke-497 DKI Jakarta, Ada Acara Hiburan Rakyat di Monas

Bocoran Rencana Puncak HUT Ke-497 DKI Jakarta, Ada Acara Hiburan Rakyat di Monas

Megapolitan
Dulunya Hobi Coret-coret Tanpa Izin, Seniman Grafiti Ini Nyaris Diciduk Polisi dan Dikejar Satpam

Dulunya Hobi Coret-coret Tanpa Izin, Seniman Grafiti Ini Nyaris Diciduk Polisi dan Dikejar Satpam

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembacok Seorang Pemuda di Matraman, Satu Pelaku Masih Buron

Polisi Tangkap Pembacok Seorang Pemuda di Matraman, Satu Pelaku Masih Buron

Megapolitan
Ketika Maling 'Gentayangan' di Rusunawa Marunda, Nekat Curi Semua Isi Rusun Secara Terang-terangan

Ketika Maling "Gentayangan" di Rusunawa Marunda, Nekat Curi Semua Isi Rusun Secara Terang-terangan

Megapolitan
Perjalanan Fermul Jadi Seniman Grafiti, Dimulai sejak SD hingga Menjadi Youtuber

Perjalanan Fermul Jadi Seniman Grafiti, Dimulai sejak SD hingga Menjadi Youtuber

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com