Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/09/2021, 16:25 WIB
Ira Gita Natalia Sembiring,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ayah kandung Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin, mengaku keberatan dengan serial Sianida garapan Rumah Produksi MVP Pictures.

Serial Sianida menjadi sorotan publik karena ceritanya dianggap mirip dengan kasus pembunuhan Mirna.

Menurut dia, tidak seharusnya pihak rumah produksi mencari uang dengan membuka luka lama keluarganya.

Made Sandy Salihin, kembaran dari Mirna, sebelumnya lebih dulu secara terbuka menyampaikan keberatan atas serial tersebut.

"Cobalah kalau mau cari duit jangan cara begitu. Saya enggak ngerti cara berpikir orang-orang itu, cari uang dari penderitaan orang lain. Seharusnya di pandemi begini mereka berdarma bakti, donasi gitu," kata Darmawan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/9/2021).

"Dia (Made Sandy) sebagai kembarannya sangat terluka dengan dibuatnya film itu. Saya sebagai orangtua gedeg aja, kenapa kok dibuka lagi sih luka lama?" tambah Darmawan.

Baca juga: Tanggapi Serial Sianida, Ayah Mirna: Kok Luka Lama Dibuka Lagi

Darmawan mengatakan, pihak pembuat film seharusnya meminta izin terlebih dahulu kepada keluarganya.

Sebab, kata dia, banyak orang akan berpikir serial yang dibintangi Jihane Almira ini merupakan kisah dari mendiang putrinya.

"Hubungilah keluarganya baik-baik. Minta izin sama bapaknya dulu, minta izin ke kepolisian, kan begitu," tutur Darmawan.

"Jangan sembarang dia bilang seolah-olah mirip, tidak berkaitan hanya semacam inspirasi, waduh dia salah itu. Dia ngomong ini seolah-olah enggak ada kaitannya, orang tahu bisa viral karena terkait urusan Mirna," lanjutnya.

Darmawan menambahkan, apabila kisah pembunuhan yang menewaskan putrinya diangkat menjadi film atau serial, dia meminta agar dibuat persis dengan kejadian.

Perubahan kisah, menurut dia, akan berdampak pada persepsi masyarakat terkait kasus pembunuhan putrinya.

"Kalau dia mau, dibikin yang benar, yang persis, seolah orang diberitahu kejadiannya begini. Kalau itu kan bisa ngaco, nanti orang bisa salah pengertian," kata Darmawan.

Baca juga: Keberatan dengan Serial Sianida, Ayah Mirna: Kalau Mau Buat Kisah yang Persis

Produser Raam Punjabi sebelumnya merasa heran dengan Made Sandy Salihin, kembaran dari Wayan Mirna Salihin, yang keberatan dengan serial Sianida.

Dalam unggahan di Instagram Story-nya, Made menuliskan kekecewaan sekaligus keberatan karena serial tersebut dirasa mirip dengan kasus pembunuhan yang menewaskan kembarannya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Berhenti Usut Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang, Bawaslu Depok: Beda Pandandanga dan Makan Waktu

Berhenti Usut Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang, Bawaslu Depok: Beda Pandandanga dan Makan Waktu

Megapolitan
Teganya Paman Pukul Kepala Keponakan Hingga Tewas di Tanjung Piok, lalu Bakar Rumahnya demi Hilangkan Jejak

Teganya Paman Pukul Kepala Keponakan Hingga Tewas di Tanjung Piok, lalu Bakar Rumahnya demi Hilangkan Jejak

Megapolitan
Hadiri Pekan Panutan Pajak, Pj Walkot Tangerang: Ayo Bayar Pajak untuk Keberlanjutan Pembangunan

Hadiri Pekan Panutan Pajak, Pj Walkot Tangerang: Ayo Bayar Pajak untuk Keberlanjutan Pembangunan

Megapolitan
Kehabisan Waktu, Bawaslu Depok Hentikan Perkara Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang Saat Kampanye

Kehabisan Waktu, Bawaslu Depok Hentikan Perkara Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang Saat Kampanye

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPR di DKI Jakarta Data 55,13 Persen: PKS Unggul Sementara, Disusul PDI-P dan Gerindra

"Real Count" Pileg DPR di DKI Jakarta Data 55,13 Persen: PKS Unggul Sementara, Disusul PDI-P dan Gerindra

Megapolitan
Ketua RT di Bekasi Tutup Akses Jalan Rumah Warga Pakai Pagar Bambu dan Kandang Ayam

Ketua RT di Bekasi Tutup Akses Jalan Rumah Warga Pakai Pagar Bambu dan Kandang Ayam

Megapolitan
Paman Bunuh Keponakan di Tanjung Priok, Pelaku Pukul Kepala Korban Pakai Bangku

Paman Bunuh Keponakan di Tanjung Priok, Pelaku Pukul Kepala Korban Pakai Bangku

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPD RI di DKI Jakarta Data 61,83 Persen: Fahira Idris Sementara di Posisi Teratas

"Real Count" Pileg DPD RI di DKI Jakarta Data 61,83 Persen: Fahira Idris Sementara di Posisi Teratas

Megapolitan
'Real Count' KPU di Jakarta Data 71,64 Persen: Anies 41,09 Persen, Prabowo 41,48 Persen, Ganjar 17,43 Persen

"Real Count" KPU di Jakarta Data 71,64 Persen: Anies 41,09 Persen, Prabowo 41,48 Persen, Ganjar 17,43 Persen

Megapolitan
Nasdem Klaim Sahroni Siap Bersaing atau Berkoalisi dengan Kaesang di Pilkada DKI 2024

Nasdem Klaim Sahroni Siap Bersaing atau Berkoalisi dengan Kaesang di Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Usai Bunuh Keponakan, Paman Sengaja Bakar Rumah Orangtua Korban untuk Tutupi Kejahatan

Usai Bunuh Keponakan, Paman Sengaja Bakar Rumah Orangtua Korban untuk Tutupi Kejahatan

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPRD DKI Data 51,61 Persen: PKS Unggul Sementara di Jakarta

"Real Count" Pileg DPRD DKI Data 51,61 Persen: PKS Unggul Sementara di Jakarta

Megapolitan
Bocah di Tangerang Dianiaya Ayah Tiri, Tubuh Penuh Luka Gigitan dan Sundutan Rokok

Bocah di Tangerang Dianiaya Ayah Tiri, Tubuh Penuh Luka Gigitan dan Sundutan Rokok

Megapolitan
Nasdem Buka Peluang Lanjutkan Koalisi Perubahan pada Pilkada DKI 2024

Nasdem Buka Peluang Lanjutkan Koalisi Perubahan pada Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Terungkapnya Sindikat Jual Beli Video Porno Anak Jaringan Internasional, Jaring Korban lewat Gim 'Online'

Terungkapnya Sindikat Jual Beli Video Porno Anak Jaringan Internasional, Jaring Korban lewat Gim "Online"

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com