PTM Jenjang SD di Kota Tangerang Dibatalkan, Dindik: Jangan Sampai Ada Klaster Covid-19

Kompas.com - 24/09/2021, 17:28 WIB
Ilustrasi sekolah MChe Lee/Unsplash.comIlustrasi sekolah

TANGERANG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang membatalkan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas jenjang SD karena khawatir munculnya klaster Covid-19.

Kepala Dindik Kota Tangerang Jamaludin berujar, karena khawatir klaster Covid-19 muncul saat menggelar PTM jenjang SD, maka pihaknya sangat berhati-hati jika hendak menerapkan skema itu.

"Kan lagi kita evaluasi terus. Bahkan se-Indonesia saja banyak yang kena. Kita hati-hati betul, jangan sampai gara-gara PTM ada klaster Covid-19," paparnya pada awak media, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Epidemiolog Sebut Klaster Sekolah Menunjukkan Data Sebaran Covid-19 Mesti Dievaluasi

Jamaludin menyebut, Dindik Kota Tangerang akan meminta masukan ke beberapa pihak berkait penerapan PTM jenjang SD.

Salah satu pihak yang akan dimintai pendapat adalah Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nanti beliau (IDAI) yang memberi arahan ke kita, kira-kira seperti apa arahan untuk ke depan," ucapnya.

Baca juga: Simpang Siur Data Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka di Jakarta

Kabid Pembinaan SD Dindik Kota Tangerang Helmiati sebelumnya menyatakan, PTM jenjang SD akan dihelat usai seluruh SMP di kota itu menggelar PTM.

Dia menambahkan, berdasarkan evaluasi, SD yang akan menggelar PTM nantinya berjumlah 40 sekolah.

Adapun penerapan protokol kesehatan yang akan diterapkan di SD saat menjalani PTM akan disamakan dengan peraturan yang dijalani SMP.

Sebagaimana diketahui, Dindik Kota Tangerang mulanya hendak menggelar PTM di 45 SD swasta dan negeri pada 27 September 2021. Namun, wacana itu akhirnya dibatalkan.

Baca juga: Pemkot Tangerang Akan Gelar Sekolah Tatap Muka Tingkat SD Mulai 27 September

Dindik Kota Tangerang juga sebelumnya sempat membatalkan penerapan PTM jenjang SD yang mulanya dijadwalkan pada 13 September 2021.

Dengan demikian, instansi tersebut telah membatalkan pelaksanaan PTM jenjang SD sebanyak dua kali dalam bulan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Gunakan Alat 3D Laser Scanner buat Ungkap Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta di Cawang

Polisi Gunakan Alat 3D Laser Scanner buat Ungkap Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta di Cawang

Megapolitan
Harap Begal yang Tewaskan Suaminya Dihukum, Istri: Cukup Saya yang Rasakan, Jangan Ada Orang Lain

Harap Begal yang Tewaskan Suaminya Dihukum, Istri: Cukup Saya yang Rasakan, Jangan Ada Orang Lain

Megapolitan
Langgar Ganjil Genap di Fatmawati, Lebih dari 30 Mobil Ditilang

Langgar Ganjil Genap di Fatmawati, Lebih dari 30 Mobil Ditilang

Megapolitan
Pelanggar Ganjil Genap Mulai Kena Sanksi Tilang, Ini Besaran Dendanya

Pelanggar Ganjil Genap Mulai Kena Sanksi Tilang, Ini Besaran Dendanya

Megapolitan
Suaminya Tewas Dibacok Begal di Cakung, Istri: Dia Izin Beli Bensin, lalu Tak Ada Kabar

Suaminya Tewas Dibacok Begal di Cakung, Istri: Dia Izin Beli Bensin, lalu Tak Ada Kabar

Megapolitan
Dulu Dicibir Mirip Toren Air, Tugu Pamulang Siap Disulap Jadi Mewah, Begini Desainnya. . .

Dulu Dicibir Mirip Toren Air, Tugu Pamulang Siap Disulap Jadi Mewah, Begini Desainnya. . .

Megapolitan
Sopir Taksi Online Tabrak 2 Penjambret hingga Tewas, Apakah Bisa Dipidana?

Sopir Taksi Online Tabrak 2 Penjambret hingga Tewas, Apakah Bisa Dipidana?

Megapolitan
Tarif Tes PCR Kini Rp 275.000, Warga: Kalau Bisa Murah, Kenapa Dulu Harganya Mahal Banget?

Tarif Tes PCR Kini Rp 275.000, Warga: Kalau Bisa Murah, Kenapa Dulu Harganya Mahal Banget?

Megapolitan
Wagub DKI Minta Dugaan Penggelapan Rp 264,5 Juta oleh Kelurahan Duri Kepa Diselesaikan secara Kekeluargaan

Wagub DKI Minta Dugaan Penggelapan Rp 264,5 Juta oleh Kelurahan Duri Kepa Diselesaikan secara Kekeluargaan

Megapolitan
Cerita Haru Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Saya Peluk Seorang Bapak, Kita Masih Selamat . . .

Cerita Haru Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Saya Peluk Seorang Bapak, Kita Masih Selamat . . .

Megapolitan
Truk Tabrak Truk di Tol JORR Arah Cakung, Sopir Tewas

Truk Tabrak Truk di Tol JORR Arah Cakung, Sopir Tewas

Megapolitan
Warga Korban Penggusuran Proyek Rusun Petamburan Adukan Anies ke Ombudsman

Warga Korban Penggusuran Proyek Rusun Petamburan Adukan Anies ke Ombudsman

Megapolitan
Pengerukan Kali Rawa Rengas Cakung untuk Cegah Banjir Terkendala Bantaran Diokupasi Warga

Pengerukan Kali Rawa Rengas Cakung untuk Cegah Banjir Terkendala Bantaran Diokupasi Warga

Megapolitan
Ini Kata Polisi soal Alasan Rachel Vennya Pakai Nopol RFS

Ini Kata Polisi soal Alasan Rachel Vennya Pakai Nopol RFS

Megapolitan
Tewas dalam Kecelakaan Bus Transjakarta, Dadan Terpental Jauh dari Kursi

Tewas dalam Kecelakaan Bus Transjakarta, Dadan Terpental Jauh dari Kursi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.