Kompas.com - 13/10/2021, 10:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta menambah alat ukur curah hujan di Jakarta. Tadinya, alat ukur curah hujan hanya tersedia di 10 kelurahan. Kini alat itu tersedia di setiap keluarahan (di 267 kelurahan) di Ibu Kota demi mengantisipasi datangnya musim hujan.

"Di setiap kelurahan ada alat ukur curah hujan sehingga kami bisa tahu persis kondisi hujan seperti apa. Ini dalam rangka antisipasi karena pola hujan tidak lagi sama," kata Anies Baswedan saat memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di Monas, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Menurut dia, perubahan iklim membuat pola hujan saat ini tidak bisa diprediksi, bahkan turun dalam waktu singkat tetapi menghasilkan volume curah hujan yang tinggi dan mendorong terjadinya banjir.

Baca juga: Pemprov DKI: Jika Curah Hujan Sesuai Perhitungan Kapasitas Saluran, Tak Akan Ada Banjir

Untuk itu, alat ukur curah hujan tersebut diharapkan menjadi acuan untuk antisipasi banjir saat hujan ekstrem.

Anies menambahkan, kapasitas daya tampung air hujan di drainase yang ada di jalan perkampungan di Jakarta maksimal 50 milimeter per hari dan maksimal 100 milimeter per hari di jalan utama.

"Kapasitasnya 100 milimeter per hari. Kalau hujan merata sepanjang 24 jam maka sistem kami masih sanggup menampung," ujar dia.

Pengalaman pada Januari 2019, curah hujan saat itu mencapai 377 milimeter per hari atau 3,7 kali lipat lebih tinggi dari kapasitas drainase sehingga menimbulkan banjir.

Begitu juga pada Februari 2021, terjadi hujan ekstrem dengan curah hujan mencapai 250 milimeter per hari.

DKI Jakarta, lanjut Anies, harus menghadapi tiga potensi penyebab banjir saat musim puncak hujan yakni di wilayah pesisir dengan ancaman rob dan pada saat bersamaan terjadi hujan lebat.

Penyebab kedua adalah limpahan air akibat tingginya curah hujan yang dibawa dari aliran 13 sungai melalui Ibu Kota dan ketiga yaitu hujan lebat di dalam kota.

Di pesisir utara Jakarta, kata Anies, disiagakan tambahan pompa yang dapat digunakan apabila terjadi rob. Pemprov DKI juga menggencarkan kegiatan mengatasi dampak musim hujan di antaranya gerebek lumpur di kali dan waduk sejak 24 Maret 2021 untuk wilayah Jakarta Timur, dan dilanjutkan di empat wilayah kota lainnya secara bertahap mulai September 2021 hingga Desember 2021.

Gerebek lumpur diadakan untuk mengangkat lumpur dan sampah di dalam sungai sehingga kemudian bisa menambah kapasitas aliran air hujan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.