Data BPBD Jumat Siang, 39 RT di Jakarta Terendam Banjir Rob hingga 80 Sentimeter

Kompas.com - 07/12/2021, 14:05 WIB
Banjir rob kembali menerjang pemukiman warga di jalan Lodan RW 8, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara pada Selasa (7/12/2021). KOMPAS.COM/ IRA GITAbBanjir rob kembali menerjang pemukiman warga di jalan Lodan RW 8, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara pada Selasa (7/12/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan ada sedikitnya 39 RT yang masih terendam oleh banjir rob di Ibu Kota, Selasa (7/12/2021) siang.

Ketinggian banjir rob antara 40 hingga 80 sentimeter, termasuk di satu RT di Kepulauan Seribu.

"Kondisi genangan sedang ditangani oleh pihak kelurahan setempat bersama PPSU, TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD, Dinas Sumber Daya Air, Satpol PP, Tagana & Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Ditargetkan akan surut dalam waktu cepat," kata Kepala BPBD DKI Jakarta Insyaf, Selasa.

Baca juga: Banjir Rob Kembali Terjang Lodan Ancol, Warga: Ya Allah, Kenapa Bisa Sampai Begini...

"Pengungsi tidak ada," imbuhnya.

Berikut jumlah RT terendam banjir rob di tiap wilayah di Jakarta, berdasarkan data terkini BPBD DKI per pukul 12.00 WIB:

1. Jakarta Utara (24 RT)

  • Pluit: ketinggian air 80 cm (11 RT)
  • Penjaringan: ketinggian air 50 cm (1 RT)
  • Pejagalan: ketinggian air 40 cm (1 RT)
  • Ancol: ketinggian air 60-80 cm (11 RT)

Baca juga: Bersih-bersih Usai Banjir Rob di Jakut, Petugas Kumpulkan Satu Truk Sampah di Satu RW

2. Jakarta Barat (14 RT)

  • Kedoya Utara: ketinggian air 50 cm (5 RT)
  • Rawa Buaya: ketinggian air 40 cm (1 RT)
  • Kamal: ketinggian air 40 cm (5 RT)
  • Tegal Alur: ketinggian air 50 cm (3 RT)

3. Kepulauan Seribu

  • Pulau Pari: ketinggian air 50 cm (1 RT)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Epidemiolog Sarankan PTM 100 Persen di Kota Tangerang Ditunda demi Keselamatan Masyarakat

Epidemiolog Sarankan PTM 100 Persen di Kota Tangerang Ditunda demi Keselamatan Masyarakat

Megapolitan
Kasus Covid-19 Ditemukan di 16 Sekolah, Wagub: DKI Masih Penuhi Syarat Gelar PTM

Kasus Covid-19 Ditemukan di 16 Sekolah, Wagub: DKI Masih Penuhi Syarat Gelar PTM

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Program Anies cuma Bagus di Kata-Kata

Ketua DPRD DKI: Program Anies cuma Bagus di Kata-Kata

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta: Sampai Hari ini Belum Ada Kasus Omicron di Sekolah

Wagub DKI Jakarta: Sampai Hari ini Belum Ada Kasus Omicron di Sekolah

Megapolitan
Terjerat Kasus Narkoba, Ardhito Pramono Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Terjerat Kasus Narkoba, Ardhito Pramono Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Megapolitan
Pemprov DKI Enggan Setop PTM 100 Persen, KPAI: Keselamatan Anak Jangan Diukur Pakai Statistik

Pemprov DKI Enggan Setop PTM 100 Persen, KPAI: Keselamatan Anak Jangan Diukur Pakai Statistik

Megapolitan
Sindir Giring lewat Nidji, Gaya Komunikasi Politik Anies Dinilai Mirip Jokowi

Sindir Giring lewat Nidji, Gaya Komunikasi Politik Anies Dinilai Mirip Jokowi

Megapolitan
Kronologi Rentenir Tewas di Tangan Nasabah: Adu Mulut, Keluarkan Senjata Tajam, lalu Baku Hantam

Kronologi Rentenir Tewas di Tangan Nasabah: Adu Mulut, Keluarkan Senjata Tajam, lalu Baku Hantam

Megapolitan
Kampung Susun Bayam Dibangun Bukan untuk Warga Terdampak JIS, Ketua DPRD: Pembohongan Publik!

Kampung Susun Bayam Dibangun Bukan untuk Warga Terdampak JIS, Ketua DPRD: Pembohongan Publik!

Megapolitan
Puspom TNI Dalami Kasus Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara

Puspom TNI Dalami Kasus Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara

Megapolitan
Gerobaknya Dikelilingi Garis Polisi Pasca Pengeroyokan Anggota TNI AD, Santi Tak Bisa Berjualan

Gerobaknya Dikelilingi Garis Polisi Pasca Pengeroyokan Anggota TNI AD, Santi Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Mayat Pria Tertelungkup Ditemukan di Tumpukan Sampah di Kali Ciliwung Depok

Mayat Pria Tertelungkup Ditemukan di Tumpukan Sampah di Kali Ciliwung Depok

Megapolitan
5 Poin Gugatan Apindo ke Anies Baswedan soal Kenaikan UMP DKI

5 Poin Gugatan Apindo ke Anies Baswedan soal Kenaikan UMP DKI

Megapolitan
Jakarta Disebut Medan Perang Utama Hadapi Omicron, Begini Respons Wagub...

Jakarta Disebut Medan Perang Utama Hadapi Omicron, Begini Respons Wagub...

Megapolitan
Epidemiolog Prediksi Puncak Kasus Omicron di Jakarta Terjadi Februari 2022

Epidemiolog Prediksi Puncak Kasus Omicron di Jakarta Terjadi Februari 2022

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.