Kompas.com - 07/12/2021, 14:17 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Ihsanuddin

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga bus transjakarta terlibat kecelakaan dalam sehari yakni pada Senin (6/12/2021) kemarin. Salah satu bus terlibat insiden kecelakaan maut yang menewaskan seorang pejalan kaki.

Tiga insiden kecelakaan kemarin makin memperpanjang rentetan kecelakaan yang melibatkan bus transjakarta sepanjang tahun.

Setidaknya, ada 502 kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta terjadi pada Januari 2021 hingga Oktober 2021, sebagaimana yang diungkap Direktur Utama PT Transjakarta Yana Aditya.

Bus Transjakarta Tabrak Separator

Rentetan kecelakaan bus transjakarta kemarin diawali dengan insiden di Jalan Pramuka yang terjadi pada sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, bus transjakarta tersebut baru saja berangkat dari pul dan belum mengangkut penumpang.

Saat melintas di Jalan Pramuka, terdapat truk molen di depan bus transjakarta tersebut yang mendadak berpindah jalur dari lajur kiri ke kanan. Sopir bus transjakarta berupaya menghindari truk molen tersebut, sampai akhirnya menabrak separator jalur.

"Jadi ceritanya si mixer itu tiba-tiba pindah jalur dari kiri ke kanan. Nah, terus busway menghindar dan tabrak separator itu," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono, Senin.

Akibat peristiwa itu, kata Argo, bus transjakarta mengalami kerusakan di bagian depan. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakan itu karena bus tersebut belum mengangkut penumpang.

Argo berujar, setelah kecelakaan tersebut, kedua belah pihak bersepakat berdamai. Pihak truk molen bersedia bertanggung jawab atas kerusakan yang dialami bus transjakarta.

"Setelah kejadian, si mixer bertanggung jawab penuh dia gantiin. Bodi kanan transjakarta itu kan ringsek," ujarnya.

Namun Argo menyesalkan peristiwa kecelakaan itu tak dilaporkan ke kepolisian. Polda Metro baru mengetahui kejadian kecelakaan itu pada Senin sore.

"Tadi saya tegur apapun terjadi peristiwa di jalan itu kan sifatnya kecelakaan lalu lintas. Harusnya dilaporkan, walau itu sifatnya damai," ujar Argo.

 

Bus Tabrak Tembok

Beberapa jam berselang, sebuah bus transjakarta lainnya kembali terlibat kecelakaan. Sebuah bus transjakarta menabrak tembok beton di Halte Puri Beta 2, Jalan HOS Cokroaminoto, Larangan, Tangerang,

Polisi menduga kecelakaan itu disebabkan karena sopir lupa menarik rem tangan saat meninggalkan bus ke toilet.

"Pramudi TJ 402 lupa menarik rem tangan, sehingga bus berjalan sendiri dan menabrak tembok," ujar Argo saat dikonfirmasi, Senin (6/12/2021).

Adapun kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 09.10 WIB. Saat itu, bus transjakarta itu baru selesai menurunkan penumpang di Halte Puri Beta 2.

"Setelah proses penurunan pelanggan di Puri Beta 2, pramudi memarkirkan di area pemberhentian terakhir Puri Beta 2. Di area pemberhentian di lajur sebelah kanan," ujar Argo.

Setelah memarkirkan bus tersebut, kata Argo, sang sopir turun dari kendaraannya tanpa menarik rem tangan. Akibatnya, bus pun berjalan sendiri dan menabrak tembok beton di sisi jalan.

Akibat peristiwa itu, bus rute 13A Puri Beta-Blok M tersebut mengalami kerusakan di bagian kaca depan dan bumper ringsek karena menghantam tembok beton.

"Pramudi sudah berupaya mengejar bus yang melaju ke depan, tetapi tidak didapat. Sehingga bus menabrak gundukan tanah dan tembok," ujar Argo.

 

Bus Transjakarta Tabrak Pejalan Kaki

Nasib buruk kembali dialami oleh bus transjakarta pada malam harinya pukul 21.50 WIB

Kali ini, kecelakaan yang melibatkan bus transjakarta terjadi di Jalan Raya Taman Marga Satwa Raya, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (6/12/2021) malam.

Bus Transjakarta dengan nomor polisi B 7107 PGA yang dikemudikan oleh sopir berinisial YK menabrak seorang pejalan kaki.

Korban disebut hendak menyeberang. Kondisi jalan yang gelap dan hujan membuat pandangan sopir kabur sehingga menabrak pejalan kaki tersebut.

"Bus Transjakarta melintas arah Selatan ke Utara di Jalan Marga Satwa. Setelah halte (Transjakarta), menabrak pejalan kaki yang akan menyeberang," kata Argo.

Argo mengatakan, korban merupakan seorang pria berinisial RH. Dia tewas di lokasi akibat kecelakaan tersebut. Sementara bus Transjakarta mengalami kerusakan di bagian depan sebelah kanan.

“Penerangan kurang dan cuaca gerimis sehingga pandangan terbatas,” ujar Argo menjelaskan dugaan penyebab kecelakaan.

Polisi sudah memeriksa 4 orang saksi kecelakaan maut ini, termasuk sopir bus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Bakal Beri Surat Peringatan untuk Bar Mr.Braid soal Promosi Bernada Prostitusi

Pemprov DKI Bakal Beri Surat Peringatan untuk Bar Mr.Braid soal Promosi Bernada Prostitusi

Megapolitan
Warga Tolak Perubahan Nama Jalan, Acara Penyerahan KTP Baru Batal, Wali Kota Jakpus Balik Kanan

Warga Tolak Perubahan Nama Jalan, Acara Penyerahan KTP Baru Batal, Wali Kota Jakpus Balik Kanan

Megapolitan
Saat Dua Orang Bernama Muhammad Gugat Holywings dan Minta Ganti Rugi Rp 100 Miliar...

Saat Dua Orang Bernama Muhammad Gugat Holywings dan Minta Ganti Rugi Rp 100 Miliar...

Megapolitan
Kisah di Balik Kasus Mayat Dalam Karung, Dendam Teman Satu Atap yang Bikin Gelap Mata...

Kisah di Balik Kasus Mayat Dalam Karung, Dendam Teman Satu Atap yang Bikin Gelap Mata...

Megapolitan
Kenapa Holywings yang Izinnya Tak Lengkap Bisa Beroperasi Sejak Awal? Ini Jawaban Pemprov DKI

Kenapa Holywings yang Izinnya Tak Lengkap Bisa Beroperasi Sejak Awal? Ini Jawaban Pemprov DKI

Megapolitan
Saat Ketua DPRD DKI Sidak ke Kepulauan Seribu, Temukan Helipad yang Diduga Ilegal...

Saat Ketua DPRD DKI Sidak ke Kepulauan Seribu, Temukan Helipad yang Diduga Ilegal...

Megapolitan
UPDATE 30 Juni 2022: Tambah 127, Pasien Dirawat Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 478

UPDATE 30 Juni 2022: Tambah 127, Pasien Dirawat Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 478

Megapolitan
UPDATE 30 Juni: Tambah 59 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang

UPDATE 30 Juni: Tambah 59 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Gelombang Protes Perubahan Nama Jalan di Jakarta, Warga dan DPRD Merasa Tidak Dilibatkan

Gelombang Protes Perubahan Nama Jalan di Jakarta, Warga dan DPRD Merasa Tidak Dilibatkan

Megapolitan
DPRD DKI Duga Banyak Tempat Langgar Izin Penjualan Minol, Holywings Hanya Puncak Gunung ES

DPRD DKI Duga Banyak Tempat Langgar Izin Penjualan Minol, Holywings Hanya Puncak Gunung ES

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] JJ Rizal Sesalkan Perubahan Nama Jalan Warung Buncit | Holywings Digugat Perdata

[POPULER JABODETABEK] JJ Rizal Sesalkan Perubahan Nama Jalan Warung Buncit | Holywings Digugat Perdata

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: DKI Jakarta Cerah Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: DKI Jakarta Cerah Sepanjang Hari

Megapolitan
11 Rekomendasi Tempat Wisata di Bekasi

11 Rekomendasi Tempat Wisata di Bekasi

Megapolitan
Jadwal Konser PRJ Kemayoran Juli 2022

Jadwal Konser PRJ Kemayoran Juli 2022

Megapolitan
Cara ke ICE BSD Naik KRL Commuter Line dan Bus

Cara ke ICE BSD Naik KRL Commuter Line dan Bus

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.