Kompas.com - 12/03/2022, 11:53 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berencana memperluas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Burangkeng di Kecamatan Setu yang saat ini sudah kelebihan sampah.

"Kondisi lahan TPA saat ini sudah overload sehingga tidak mampu lagi menampung sampah. Kami telah merencanakan pembebasan lahan di sekitar lokasi," kata Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Khaerul Hamid di Cikarang, Sabtu, dikutip dari Antara.

Dia mengatakan bahwa TPA Burangkeng yang luasnya 11 hektar sudah tidak mampu menampung sampah yang setiap hari bertambah.

Baca juga: Kisah Herry Kaki Knalpot, Dulu Berlayar Keliling Dunia, Kini Ngojol Keliling Jakarta

Oleh karena itu, Pemkab Bekasi berencana menyediakan sekitar lima hektar lahan untuk memperluas area tempat pemrosesan akhir sampah.

Menurut Khaerul, warga yang tinggal di sekitar TPA Burangkeng sudah menyetujui rencana perluasan area pembuangan sampah milik pemerintah daerah tersebut.

"Insya Allah secara sosial tidak akan ada konflik. Dengan kondisi overload, masyarakat setempat juga berharap ada solusi dan kami yakin masyarakat juga turut memberikan perhatian atas kondisi ini," katanya.

Baca juga: Cerita Petugas PPSU Bantu Pulangkan ART di Bawah Umur ke Kampung, Sudah Tak Kuat Kerja di Jakarta

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Eman Sulaeman mengatakan bahwa dinas sudah menyampaikan usul pembebasan lahan untuk perluasan TPA Burangkeng ke forum satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Usulan kami dan juga masyarakat sekitar TPA sudah disampaikan di forum SKPD, untuk dibebaskan sekitar lima hektar lebih yang bisa kami manfaatkan dan kami canangkan untuk menerapkan teknologi di situ," kata Eman.

"Yang paling kompeten untuk kami terapkan adalah RDF (refuse derived fuel). Teknologi RDF itu mengolah sampah menjadi energi biomassa yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi baru dan terbarukan, pengganti batu bara," imbuh Eman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Grebek Kampung Bahari, Polisi Diserang Warga dengan Batu hingga Petasan

Grebek Kampung Bahari, Polisi Diserang Warga dengan Batu hingga Petasan

Megapolitan
Fakta Perempuan Bakar Diri di Tangerang, Depresi Terpergok Selingkuh Hingga Sempat Belanja 'Online'

Fakta Perempuan Bakar Diri di Tangerang, Depresi Terpergok Selingkuh Hingga Sempat Belanja "Online"

Megapolitan
Polisi Bakal Gelar Deklarasi Anti-Tawuran yang Dihadiri Ribuan Pelajar di Bekasi

Polisi Bakal Gelar Deklarasi Anti-Tawuran yang Dihadiri Ribuan Pelajar di Bekasi

Megapolitan
UMK Kota Bekasi Naik Jadi Rp 5,1 Juta, Apindo: Khawatir Malah Terjadi PHK

UMK Kota Bekasi Naik Jadi Rp 5,1 Juta, Apindo: Khawatir Malah Terjadi PHK

Megapolitan
Meski Ada Unsur Pidana dalam Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Pakar Sarankan Polisi Tutup Kasusnya

Meski Ada Unsur Pidana dalam Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Pakar Sarankan Polisi Tutup Kasusnya

Megapolitan
Pemprov DKI Batal Akuisisi PT KCI, Hanya Penyertaan Modal melalui PT MRT

Pemprov DKI Batal Akuisisi PT KCI, Hanya Penyertaan Modal melalui PT MRT

Megapolitan
Rapat dengan Heru Budi, Dinas Bina Marga Bahas Revitalisasi Jalur Pedestrian di M Bloc

Rapat dengan Heru Budi, Dinas Bina Marga Bahas Revitalisasi Jalur Pedestrian di M Bloc

Megapolitan
Keluarga Tewas di Kalideres Diduga Terlibat Spiritualitas Tertentu, Pakar Forensik: Bunuh Diri Disertai Peristiwa Pidana

Keluarga Tewas di Kalideres Diduga Terlibat Spiritualitas Tertentu, Pakar Forensik: Bunuh Diri Disertai Peristiwa Pidana

Megapolitan
Polisi Tangkap Tiga Pencuri Motor di Johar Baru, Satu Orang Ternyata Residivis

Polisi Tangkap Tiga Pencuri Motor di Johar Baru, Satu Orang Ternyata Residivis

Megapolitan
Aroma Ritual Keluarga Kalideres Kental Tercium Usai Buku Mantra dan Kemenyan Ditemukan

Aroma Ritual Keluarga Kalideres Kental Tercium Usai Buku Mantra dan Kemenyan Ditemukan

Megapolitan
Ratusan Ikan Terdampar di Pulau Onrust, Ini Dugaan Penyebabnya Menurut BMKG

Ratusan Ikan Terdampar di Pulau Onrust, Ini Dugaan Penyebabnya Menurut BMKG

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Pencuri Motor di Sudimara, Warga dan Aparat Kejar-kejaran Saat Subuh

Kronologi Penangkapan Pencuri Motor di Sudimara, Warga dan Aparat Kejar-kejaran Saat Subuh

Megapolitan
Motor Paspampres Hilang di Rumahnya, Polisi: Perumahannya Sepi dan Enggak Ada Pagar

Motor Paspampres Hilang di Rumahnya, Polisi: Perumahannya Sepi dan Enggak Ada Pagar

Megapolitan
Dishub DKI Akan Gunakan 120 Motor Listrik untuk Patroli Tahun Depan

Dishub DKI Akan Gunakan 120 Motor Listrik untuk Patroli Tahun Depan

Megapolitan
Jalur Sepeda Sering Diterobos, 'Stick Cone' Dianggap Tak Ampuh Cegah Pengendara

Jalur Sepeda Sering Diterobos, "Stick Cone" Dianggap Tak Ampuh Cegah Pengendara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.