Pencemaran Batu Bara di Rusunawa Marunda, Warga: Makin Sering Terjadi sejak 2018, Seolah Tak Ada Solusi

Kompas.com - 14/03/2022, 14:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Forum Masyarakat Rusunawa Marunda dan sekitarnya (F-MRM) menyatakan bahwa saat ini di lingkungan tempat tinggal mereka sedang terjadi pencemaran lingkungan debu batu bara dalam bentuk flying ash bottom ash (FABA).

Menurut mereka, pencemaran tersebut terjadi akibat kesalahan administrasi dan tata kelola yang terjadi di wilayah Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara.

"Hal ini makin sering terjadi sejak tahun 2018-2019. Kami juga pernah unjuk rasa di Pelabuhan Marunda dan seolah tidak ada solusi karena dibiarkan hingga saat ini," ujar perwakilan F-MRM, dikutip dari siaran pers, Senin (14/3/2022).

Baca juga: Warga Marunda Korban Pencemaran Abu Batu Bara Demo di Balai Kota, Minta Dinas LH Turun Tangan

Menurut F-MRM, akibat pencemaran itu pula hak hidup sehat dan mendapatkan lingkungan hidup sehat bagi tidak didapatkan warga yang tinggal di Rusun Marunda dan sekitarnya.

F-MRM mengatakan, warga sama sekali tidak masalah apabila pemerintah ingin melindungi investasi di wilayah mereka.

Namun, diharapkan hal tersebut tidak mencemari lingkungan tempat tinggal masyarakat, tidak merusak kesehatan anak-anak, remaja, usia produktif, dan lansia di lingkungan mereka.

Baca juga: Dinas LH DKI Jakarta Siapkan Sanksi Terkait Pencemaran Abu Batu Bara di Marunda

"Dan yang lebih melukai hati kami, hal tersebut seolah dibiarkan oleh pemegang regulasi setempat dan pemerintah. Seolah pemerintah lebih memilih melindungi korporasi maupun investasi dibanding melindungi rakyatnya sendiri," kata F-MRM.

Oleh karena itu, F-MRM meminta kepada pemerintah agar adil dalam menangani masalah tersebut.

Apalagi, kata dia, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH), pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup.

Baca juga: Gelar Unjuk Rasa, Ini Tuntutan Warga Rusun Marunda yang Terdampak Abu Batu Bara

"Jika apa yang disebutkan pada pengertian tersebut, maka apa yang terjadi di wilayah Rusunawa Marunda dan sekitarnya adalah jelas pencemaran lingkungan hidup," kata F-MRM.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Material Revitalisasi Trotoar di Depok Masih Berserakan, Pengendara Khawatir

Material Revitalisasi Trotoar di Depok Masih Berserakan, Pengendara Khawatir

Megapolitan
Heru Budi Minta Pasar-pasar di Jakarta Timur Dipercantik

Heru Budi Minta Pasar-pasar di Jakarta Timur Dipercantik

Megapolitan
Rumah Senilai Rp 500 Juta di Bekasi Habis Dilalap Api, Diduga akibat Korsleting

Rumah Senilai Rp 500 Juta di Bekasi Habis Dilalap Api, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Rapat dengan Pemkot Jaktim, Heru Budi Ingatkan Anak Buah Minimalisasi Potensi Banjir

Rapat dengan Pemkot Jaktim, Heru Budi Ingatkan Anak Buah Minimalisasi Potensi Banjir

Megapolitan
Kumpulkan Anak Buah, Pj Gubernur DKI Heru Budi Bahas Perekonomian 2023

Kumpulkan Anak Buah, Pj Gubernur DKI Heru Budi Bahas Perekonomian 2023

Megapolitan
Satu KRL Anjlok Dua Kali, KAI Harus Investigasi Penyebabnya

Satu KRL Anjlok Dua Kali, KAI Harus Investigasi Penyebabnya

Megapolitan
Heru Budi Gelar Rapim di Balai Kota, Pejabat Pemprov DKI Dilarang Bawa Ponsel

Heru Budi Gelar Rapim di Balai Kota, Pejabat Pemprov DKI Dilarang Bawa Ponsel

Megapolitan
Kronologi Pria Pukul Petugas Wanita di SPBU Tangerang, Kesal karena Uang Kembalian Keliru

Kronologi Pria Pukul Petugas Wanita di SPBU Tangerang, Kesal karena Uang Kembalian Keliru

Megapolitan
Hari Ini, Pemprov DKI Akan Tentukan Besaran UMP 2023

Hari Ini, Pemprov DKI Akan Tentukan Besaran UMP 2023

Megapolitan
Viral Video Pria Pukul Petugas Wanita di SPBU Tangerang, Keduanya Berdamai

Viral Video Pria Pukul Petugas Wanita di SPBU Tangerang, Keduanya Berdamai

Megapolitan
Ini yang Tabu Dilakukan 'Talent Sleep Call' kepada Pelanggannya...

Ini yang Tabu Dilakukan "Talent Sleep Call" kepada Pelanggannya...

Megapolitan
Tim SAR Temukan Bocah Laki-laki yang Tenggelam di KBT

Tim SAR Temukan Bocah Laki-laki yang Tenggelam di KBT

Megapolitan
Jakpro Tak Lagi Patok Tarif Sewa Kampung Susun Bayam Rp 1,5 Juta Per Bulan

Jakpro Tak Lagi Patok Tarif Sewa Kampung Susun Bayam Rp 1,5 Juta Per Bulan

Megapolitan
Mengenal 2 Pintu Air di Manggarai, Bangunan Belanda Pengendali Banjir yang Kini Tak Lagi Digunakan

Mengenal 2 Pintu Air di Manggarai, Bangunan Belanda Pengendali Banjir yang Kini Tak Lagi Digunakan

Megapolitan
Ini yang Perlu Diketahui dari Kampanye Cinta Hewan Peliharaan oleh Komunitas 'Dog Lover'

Ini yang Perlu Diketahui dari Kampanye Cinta Hewan Peliharaan oleh Komunitas "Dog Lover"

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.