Kompas.com - 07/04/2022, 14:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus penabrakan sejoli Handi Saputra (17) dan Salsabila (14), Kolonel Inf Priyanto, mengaku menyesal sekaligus tenang setelah membuang tubuh Handi dan Salsa ke Sungai Serayu, Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan Priyanto saat diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/4/2022).

Awalnya, ia mendapatkan pertanyaan dari tim penasihat hukum.

"Apa yang saudara rasakan setelah membuang mayat (tubuh Handi dan Salsa) tersebut?" tanya salah satu penasihat hukum.

Baca juga: Kolonel Priyanto Ungkap Kronologi Tercetusnya Ide Buang Handi dan Salsabila ke Sungai

Priyanto pun mengatakan bahwa ia stres.

"Ada juga (saya) merasa stres, menyesal, (tapi) rasa tenang juga," ujar Priyanto.

Priyanto mengaku sempat ingin membawa Handi dan Salsabila ke rumah sakit atau puskesmas terdekat usai menabrak keduanya.

Saat kecelakaan, mobil dikemudikan oleh salah satu anak buah Priyanto, Kopda Andreas Dwi Atmoko. Namun, saat itu, Dwi Atmoko merasa ketakutan dan tidak bisa lanjut menyetir.

"Dia (Dwi) gemetar. Dia izin ke saya, 'Bapak bagaimana anak dan istri saya nasibnya,' sambil gemetar nyopir, kemudian karena gemetar dan dia nyopir tidak fokus, akhirnya saya gantikan," ujar Priyanto kepada majelis hakim.

Baca juga: Saat Kolonel Priyanto Mengaku Orang Awam, Buang Handi ke Sungai dalam Keadaan Hidup

Setelah Priyanto mengambil alih kemudi, ide untuk membuang Handi dan Salsa pun muncul. Pasangan tersebut dalam keadaan tak sadarkan diri setelah kecelakaan.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gudang Tiner di Teluknaga Terbakar, Satu Korban Luka-luka

Gudang Tiner di Teluknaga Terbakar, Satu Korban Luka-luka

Megapolitan
Terlibat Cekcok, Seorang Perempuan Ditusuk Temannya di Bagian Leher di Ratujaya Depok

Terlibat Cekcok, Seorang Perempuan Ditusuk Temannya di Bagian Leher di Ratujaya Depok

Megapolitan
Ketika Rombongan Lansia WN Belanda Napak Tilas ke Tanah Kelahiran di Indonesia...

Ketika Rombongan Lansia WN Belanda Napak Tilas ke Tanah Kelahiran di Indonesia...

Megapolitan
Langkah Anies Izinkan Rumah 4 Lantai dan Ancaman Jakarta Tenggelam yang Mengintai

Langkah Anies Izinkan Rumah 4 Lantai dan Ancaman Jakarta Tenggelam yang Mengintai

Megapolitan
Terkena Abrasi, Luas Pulau G Disebut Tersisa Kurang dari 2 Hektare

Terkena Abrasi, Luas Pulau G Disebut Tersisa Kurang dari 2 Hektare

Megapolitan
Atasi Banjir pada Musim Hujan, Pemkot Jakpus Siapkan Pompa Air hingga Buat Kolam Olakan

Atasi Banjir pada Musim Hujan, Pemkot Jakpus Siapkan Pompa Air hingga Buat Kolam Olakan

Megapolitan
Melihat Pulau G Hasil Reklamasi yang Ditetapkan Anies Jadi Permukiman Warga Jakarta...

Melihat Pulau G Hasil Reklamasi yang Ditetapkan Anies Jadi Permukiman Warga Jakarta...

Megapolitan
Cerita Anies Heran Lihat Tumpukan Sampah di Pintu Air Manggarai usai Ahok Lengser, Tercetuslah Ide Saringan Sampah

Cerita Anies Heran Lihat Tumpukan Sampah di Pintu Air Manggarai usai Ahok Lengser, Tercetuslah Ide Saringan Sampah

Megapolitan
Pemkot Jakpus Kerahkan 500 Personel dan 5 Ekskavator Gerebek Lumpur di Kali Cideng

Pemkot Jakpus Kerahkan 500 Personel dan 5 Ekskavator Gerebek Lumpur di Kali Cideng

Megapolitan
Emak-emak Diduga Curi Tas Pengunjung Kolam Renang di Ciracas

Emak-emak Diduga Curi Tas Pengunjung Kolam Renang di Ciracas

Megapolitan
Diduga Mencopet Penumpang KRL, Seorang Pria Ditangkap Sekuriti di Stasiun Kebayoran Lama

Diduga Mencopet Penumpang KRL, Seorang Pria Ditangkap Sekuriti di Stasiun Kebayoran Lama

Megapolitan
 Suruh Sopir Truk 'Push Up', Wakil Ketua DPRD Depok Diperiksa Tim Investigasi Hari Ini

Suruh Sopir Truk "Push Up", Wakil Ketua DPRD Depok Diperiksa Tim Investigasi Hari Ini

Megapolitan
Anies Makin Blak-blakan Jelang Lengser, Nyatakan Siap Jadi Capres dan Jalin Komunikasi dengan Partai

Anies Makin Blak-blakan Jelang Lengser, Nyatakan Siap Jadi Capres dan Jalin Komunikasi dengan Partai

Megapolitan
Kritikan F-PDIP DPRD DKI untuk SIstem Transportasi Jakarta, Kemacetan Belum Berkurang

Kritikan F-PDIP DPRD DKI untuk SIstem Transportasi Jakarta, Kemacetan Belum Berkurang

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Saringan di Kali Ciliwung Dapat Saring hingga 52 Ton Sampah

Pemprov DKI Klaim Saringan di Kali Ciliwung Dapat Saring hingga 52 Ton Sampah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.