JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyindir penyidikan Polres Bengkalis yang disebutnya salah dalam menerapkan hukum terkait kasus yang menjerat Robert Herry Son (22).
Sebagai informasi, Robert merupakan tersangka kasus dugaan menghina lambang negara karena memasangkan bendera Merah Putih ke leher anjing peliharaannya.
"Bahwa adanya kejadian ini, hanya satu dari seribu untuk mengingatkan kita kepada penegak hukum agar dalam menjatuhkan orang menjadi tersangka benar-benar analisa dulu tindak pidana yang dilakukan," kata Hotman saat ditemui di Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Sabtu (26/8/2023).
Menurut Hotman, penyidik Polres Bengkalis salah menerapkan Pasal 66 Undang Undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan terhadap Robert.
Baca juga: Hotman Sebut Pemasang Bendera Merah Putih ke Anjing Sudah Berdamai, tapi SP3 Belum Terbit
Dalam penerapan pasal tersebut, menurut Hotman, suatu tindak pidana harus dilandasi dengan niat jahat.
"Dan ternyata dalam kasus Robert ini, mereka (polisi) langsung sadar, langsung difasilitasi restorative justice, walaupun tidak mengaku bahwa tidak memenuhi unsur intern mereka, pura-pura diputar, begitu," ujar Hotman.
Sementara itu, buntut dari kasus tersebut Robert harus kehilangan pekerjaannya sebagai Wakil Kepala Tata Usaha PT Sawit Agung Sejahtera.
"(Perusahaan) ditekan dari ormas agar dia (Robert) dipecat dari perusahaan," kata Ketua Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru Tona saat ditemui dalam kesempatan yang sama.
Baca juga: Pria yang Pasang Bendera Merah Putih ke Leher Anjing Datangi Hotman Paris
Sebagai informasi, dalam kasus tersebut, Robert dengan pelapor sudah sepakat berdamai melalui restorative justice dan laporan polisi sudah dicabut.
Kendati demikian, hingga saat ini Polres Bengkalis belum menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).
Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap seorang pria yang melakukan penghinaan terhadap simbol negara di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau pada 10 Agustus 2023.
Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro mengatakan, pelaku memasangkan Bendera Merah Putih ke leher anjing.
"Pelaku berinisial RH (22). Pelaku memiliki jabatan sebagai Wakil Kepala Tata Usaha PT Sawit Agung Sejahtera di Kecamatan Pinggir," kata Setyo kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApps pada 10 Agustus.
Baca juga: Pria yang Pasang Bendera Merah Putih ke Leher Anjing di Bengkalis Riau Jadi Tersangka
Kemudian, Setyo mengatakan, pelaku telah membuat video klarifikasi dan meminta maaf.
"Pelaku sudah membuat klarifikasi dan meminta maaf. Namun, pelaku masih diperiksa di Polsek Pinggir," ujar Setyo.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.