Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berhenti Usut Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang, Bawaslu Depok: Beda Pandangan dan Makan Waktu

Kompas.com - 27/02/2024, 10:38 WIB
Dinda Aulia Ramadhanty,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

DEPOK, KOMPAS.com - Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Depok Sulastio (50) mengungkap alasan dihentikannya upaya pengusutan dugaan caleg Gerindra Haposan Paulus Batubara bagi-bagi uang saat kampanye.

Kata dia, perbedaan cara pandang dengan penyidik yang memakan waktu menjadi perkaranya.

"Cara pandang terkait unsur tindak pidana pemilu juga memakan waktu," ungkap Sulastio kepada Kompas.com, Selasa (27/2/2024).

Sulastio menyebutkan salah satu keterangan yang diminta untuk dikaji ulang yaitu mengenai status orang penerima uang tersebut.

Namun, karena aktivitas pembagian uang oleh terlapor terjadi sebelum kegiatan kampanye dimulai, hal ini kemudian menjadi pertimbangan apakah penerima uang masih dapat dikategorikan sebagai peserta kampanye.

Baca juga: Kehabisan Waktu, Bawaslu Depok Hentikan Perkara Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang Saat Kampanye

"Menurut kami (Bawaslu) iya, karena terlapor hadir dalam kegiatan tersebut untuk kampanye. Begitu pula para penerima uang yang juga hadir di sana untuk menghadiri kampanye," jelas Sulastio.

Akan tetapi, Sulasti belum dapat menjamin bahwa penyidik juga berpendapat hal yang sama terkait itu.

Selain itu, Sulastio mengungkapkan beberapa bahan atau argumen lainnya yang juga diminta penyidik.

"Keterangan ahli belum sesuai, lalu motif sebenarnya dari pelaku yang membagikan uang Rp 5.000," ungkap Sulastio.

Baca juga: Dituduh Bagi-bagi Uang Saat Kampanye, Caleg Gerindra Depok: Buat Ibu-ibu Jajan Cilok

Proses pengumpulan argumen yang belum tuntas dikerjakan Bawaslu selama 14 hari kerja akhirnya berakhir pada Jumat (23/2/2024) kemarin.

"Jadi bukan dihentikan, tapi kami kehabisan waktu untuk menyiapkan argumen dan keterangan sesuai permintaan penyidik," tutur Sulastio.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video beredar di internet menayangkan seorang calon anggota legislatif (caleg) Dapil Jawa Barat VI Haposan Paulus Batubara membagikan uang ke sejumlah ibu dalam agenda kampanye hari itu.

Ibu-ibu yang tertangkap kamera juga terlihat senang dan antusias saat menerima uang senilai Rp 5.000 tersebut.

Kata Haposan, pembagian uang itu hanya diperuntukkan membeli cilok bagi ibu-ibu yang hadir di lokasi.

"Mereka cerita belum makan pagi, terus di sana panas antre sembako, jadi saya secara spontan ada tukang cilok di sana, ya saya kasih uang lembaran Rp 5.000 biar mereka bisa makan, sesederhana itu," jelas Haposan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/2/2024).

Dari data Bawaslu, jumlah uang yang dikeluarkan Haposan dalam perkara ini mencapai Rp 300.000.

"Dari keterangan yang menerima, yang memberi, dan yang tampak sekilas dari video itu senilai Rp 5.000 dan dibagikan hingga menghabiskan Rp 300.000," tutur Sulastio.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Nasib Warga Jakarta Tak Pulang Kampung Saat Lebaran, Sulit Cari Warung Makan

Nasib Warga Jakarta Tak Pulang Kampung Saat Lebaran, Sulit Cari Warung Makan

Megapolitan
Jelang Puncak Arus Balik di Terminal Kalideres, Antisipasi Disiapkan

Jelang Puncak Arus Balik di Terminal Kalideres, Antisipasi Disiapkan

Megapolitan
Korban Serangan Celurit di Jaktim Cuma Lecet, Para Pelaku Diburu

Korban Serangan Celurit di Jaktim Cuma Lecet, Para Pelaku Diburu

Megapolitan
Hingga Pukul 18.30 WIB, Sudah 100.000 Pengunjung Masuk ke Ancol

Hingga Pukul 18.30 WIB, Sudah 100.000 Pengunjung Masuk ke Ancol

Megapolitan
Ancol Padat, Pengunjung Disarankan Pakai Transportasi Umum

Ancol Padat, Pengunjung Disarankan Pakai Transportasi Umum

Megapolitan
Saking Panjang Antrean, Seharian Cuma Bisa Main 4 Wahana di Dufan

Saking Panjang Antrean, Seharian Cuma Bisa Main 4 Wahana di Dufan

Megapolitan
Dufan Jadi Spot Primadona, Pengunjungnya Capai 10.000 Orang

Dufan Jadi Spot Primadona, Pengunjungnya Capai 10.000 Orang

Megapolitan
Ramai-ramai Piknik ke Ancol, Carter Angkot dari Jatinegara

Ramai-ramai Piknik ke Ancol, Carter Angkot dari Jatinegara

Megapolitan
Pilih Balik Saat H+3 Lebaran, Warga: Senin Masuk Kerja supaya Ada Waktu Istirahat

Pilih Balik Saat H+3 Lebaran, Warga: Senin Masuk Kerja supaya Ada Waktu Istirahat

Megapolitan
Libur Lebaran H+3, 60.700 Pengunjung Padati Ancol Siang Ini

Libur Lebaran H+3, 60.700 Pengunjung Padati Ancol Siang Ini

Megapolitan
KRL Commuter Line Anjlok di Depan WTC Mangga Dua, Penyebab Belum Diketahui

KRL Commuter Line Anjlok di Depan WTC Mangga Dua, Penyebab Belum Diketahui

Megapolitan
Antisipasi Arus Balik, Terminal Kampung Rambutan Siapkan Angkutan Malam

Antisipasi Arus Balik, Terminal Kampung Rambutan Siapkan Angkutan Malam

Megapolitan
Arus Balik Lebaran, 3.966 Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan pada Jumat

Arus Balik Lebaran, 3.966 Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan pada Jumat

Megapolitan
Puncak Arus Balik Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 14 April 2024

Puncak Arus Balik Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 14 April 2024

Megapolitan
RS Polri Berikan Pendampingan Psikologi terhadap Keluarga Korban Kecelakaan Gran Max di Tol Cikampek

RS Polri Berikan Pendampingan Psikologi terhadap Keluarga Korban Kecelakaan Gran Max di Tol Cikampek

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com