Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berdiri Hampir Satu Jam, Pemudik Minta Tempat Duduk di Stasiun Pasar Senen Ditambah

Kompas.com - 16/04/2024, 18:14 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Abdul Haris Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pemudik meminta jumlah tempat duduk untuk menunggu di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, ditambah.

Syafa (23), pemudik asal Purbalingga, Jawa Tengah, merasa tempat duduk yang ada saat ini masih kurang sehingga membuatnya tak dapat duduk setelah tiba di Stasiun Pasar Senen, Selasa (16/4/2024).

"Tempat duduk mungkin ditambah, karena dari tadi kita enggak duduk hampir satu jam," ucapnya ketika diwawancarai oleh Kompas.com, Selasa.

Baca juga: 98.432 Pemudik Sudah Kembali ke Jakarta Naik Kereta Api via Stasiun Pasar Senen

Karena tak kebagian tempat duduk, Syafa dan rekannya bernama Shindy (26) merasa kebingungan harus menunggu di mana ketika kereta api yang akan mereka tumpangi masih cukup lama datang.

Meski kakinya pegal karena tak kebagian tempat duduk, Syafa dan Shindy dapat menoleransi hal itu.

"Tapi, ya diwajarin juga sih karena kan ini arus pulang. Jadi, masih bisa ditoleransi," ucap Shindy.

Pemudik lain bernama Yunda (24) juga berharap hal yang sama. Ia meminta fasilitas tempat duduk di Stasiun Pasar Senen bisa ditambah lebih banyak lagi.

"Paling fasilitasnnya untuk tambahin tempat duduk aja," ucap Yunda.

Baca juga: H+6 Lebaran, Stasiun Pasar Senen Masih Dipadati Pemudik yang Baru Mau Pulang Kampung

Sementara itu, pemudik lain bernama Noval (19) turut meminta fasilitas tempat duduk bisa segera ditambah.

"Tempat duduknya lebih bisa dibanyakin, apalagi kalau mudik gini kan banyak orang yang pengin nunggu," ungkapnya.

Selain tempat duduk, Noval juga meminta agar kebersihan Stasiun Pasar Senen bisa lebih ditingkatkan lagi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, jumlah bangku untuk menunggu di Stasiun Pasar Senen sebenarnya sudah banyak.

Namun, karena stasiun ini tengah didatangi puluhan ribu pemudik, kapasitas bangku untuk menunggu terlihat kurang.

Oleh sebab itu, banyak pemudik yang akhirnya duduk di lantai sehingga menganggu akses jalan orang lain.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengamat: Jika Ahok Diperintahkan PDI-P Maju Pilkada Sumut, Suka Tak Suka Harus Nurut

Pengamat: Jika Ahok Diperintahkan PDI-P Maju Pilkada Sumut, Suka Tak Suka Harus Nurut

Megapolitan
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Dalam Toren Air di Pondok Aren

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Dalam Toren Air di Pondok Aren

Megapolitan
Polisi Dalami Keterlibatan Caleg PKS yang Bisnis Sabu di Aceh dengan Fredy Pratama

Polisi Dalami Keterlibatan Caleg PKS yang Bisnis Sabu di Aceh dengan Fredy Pratama

Megapolitan
Temui Komnas HAM, Kuasa Hukum Sebut Keluarga Vina Trauma Berat

Temui Komnas HAM, Kuasa Hukum Sebut Keluarga Vina Trauma Berat

Megapolitan
NIK KTP Bakal Jadi Nomor SIM Mulai 2025

NIK KTP Bakal Jadi Nomor SIM Mulai 2025

Megapolitan
Polisi Buru Penyuplai Sabu untuk Caleg PKS di Aceh

Polisi Buru Penyuplai Sabu untuk Caleg PKS di Aceh

Megapolitan
Tiang Keropos di Cilodong Depok Sudah Bertahun-tahun, Warga Belum Melapor

Tiang Keropos di Cilodong Depok Sudah Bertahun-tahun, Warga Belum Melapor

Megapolitan
Polri Berencana Luncurkan SIM C2 Tahun Depan

Polri Berencana Luncurkan SIM C2 Tahun Depan

Megapolitan
Caleg PKS Terjerat Kasus Narkoba di Aceh, Kabur dan Tinggalkan Istri yang Hamil

Caleg PKS Terjerat Kasus Narkoba di Aceh, Kabur dan Tinggalkan Istri yang Hamil

Megapolitan
'Call Center' Posko PPDB Tak Bisa Dihubungi, Disdik DKI: Mohon Maaf, Jelek Menurut Saya

"Call Center" Posko PPDB Tak Bisa Dihubungi, Disdik DKI: Mohon Maaf, Jelek Menurut Saya

Megapolitan
Polisi: Ada Oknum Pengacara yang Pakai Pelat Palsu DPR

Polisi: Ada Oknum Pengacara yang Pakai Pelat Palsu DPR

Megapolitan
Pemprov DKI Razia 2.070 Pengemis dan Gelandangan Sejak Awal 2024

Pemprov DKI Razia 2.070 Pengemis dan Gelandangan Sejak Awal 2024

Megapolitan
Caleg PKS Asal Aceh Dapat Sabu dari Malaysia, Dikemas Bungkus Teh China

Caleg PKS Asal Aceh Dapat Sabu dari Malaysia, Dikemas Bungkus Teh China

Megapolitan
KAI Commuter Line: Tak Ada Korban Dalam Kecelakaan KRL dan Sepeda Motor di Ratu Jaya Depok

KAI Commuter Line: Tak Ada Korban Dalam Kecelakaan KRL dan Sepeda Motor di Ratu Jaya Depok

Megapolitan
Banyak Remaja Nongkrong di Bundaran HI hingga Dini Hari, Polisi Minta Orangtua Awasi

Banyak Remaja Nongkrong di Bundaran HI hingga Dini Hari, Polisi Minta Orangtua Awasi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com