Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Akan Razia Semua Diskotek di Jakarta

Kompas.com - 21/05/2014, 16:42 WIB
Fitri Prawitasari

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Polda Metro Jaya akan melakukan razia pada semua diskotek yang berada di bawah wilayah naungannya. Kepala Polda Metro Jaya Irjen Dwi Priyatno membantah, razia ini digelar setelah seorang anggota kepolisian tewas di diskotek Stadium, Tamansari, Jakarta Barat.

"Semua akan dirazia, semua diproses," kata Dwi, Rabu (21/5/2014).

Dwi menuturkan, penutupan diskotek merupakan wewenang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI. Sejauh ini, polisi telah menemukan beberapa transaksi perdagangan narkotika yang terjadi di dalamnya.

"Ada beberapa kejadian, kemungkinan pihak manajemen terlibat. Pihak manajemen ini bisa dari low management, middle, dan up," kata Dwi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, sebelum penutupan Stadium, polisi telah melakukan operasi tertutup (silent operation) di sana. Operasi telah dilakukan lima kali, dan yang terakhir baru diketahui bahwa ada transaksi narkotika tersebut.

"Dari lima kegiatan silent operation di sana, polisi nggak tahu. Tahunya baru yang terakhir," ujar Rikwanto.

Dia mengatakan, kebanyakan orang yang datang ke sana sudah dalam keadaan mabuk. Pengedar yang ada di dalam diskotek merupakan pengedar-pengedar kecil. Dia biasanya memanfaatkan manajemen tingkat bawah untuk melakukan transaksi, semisal pelayan, tukang sapu, dan petugas toilet.

Sebelumnya diberitakan, Bripda JVG (22), anggota kesatuan Polres Minahasa Selatan, meninggal dunia di RS Husada, Jakarta Barat. Korban diduga overdosis saat berada di Stadium. Keberadaannya di Jakarta diduga untuk mencari hiburan di sela acara pendidikan dan pelatihan di Megamendung, Puncak, Jawa Barat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Misteri Sosok Mayat Perempuan dalam Koper, Bikin Geger Warga Cikarang

Misteri Sosok Mayat Perempuan dalam Koper, Bikin Geger Warga Cikarang

Megapolitan
Kejamnya Nico Bunuh Teman Kencan di Indekos, Buang Jasad Korban ke Sungai hingga Hanyut ke Pulau Pari

Kejamnya Nico Bunuh Teman Kencan di Indekos, Buang Jasad Korban ke Sungai hingga Hanyut ke Pulau Pari

Megapolitan
Ulah Sindikat Pencuri di Tambora, Gasak 37 Motor dalam 2 Bulan untuk Disewakan

Ulah Sindikat Pencuri di Tambora, Gasak 37 Motor dalam 2 Bulan untuk Disewakan

Megapolitan
Upaya Chandrika Chika dkk Lolos dari Jerat Hukum, Ajukan Rehabilitasi Usai Ditangkap karena Narkoba

Upaya Chandrika Chika dkk Lolos dari Jerat Hukum, Ajukan Rehabilitasi Usai Ditangkap karena Narkoba

Megapolitan
Mochtar Mohamad Resmi Daftar Pencalonan Wali Kota Bekasi pada Pilkada 2024

Mochtar Mohamad Resmi Daftar Pencalonan Wali Kota Bekasi pada Pilkada 2024

Megapolitan
Keluarga Ajukan Rehabilitasi, Chandrika Chika dkk Jalani Asesmen di BNN Jaksel

Keluarga Ajukan Rehabilitasi, Chandrika Chika dkk Jalani Asesmen di BNN Jaksel

Megapolitan
Banyak Warga Protes NIK-nya Dinonaktifkan, padahal 'Numpang' KTP Jakarta

Banyak Warga Protes NIK-nya Dinonaktifkan, padahal "Numpang" KTP Jakarta

Megapolitan
Dekat Istana, Lima dari 11 RT di Tanah Tinggi Masuk Kawasan Kumuh yang Sangat Ekstrem

Dekat Istana, Lima dari 11 RT di Tanah Tinggi Masuk Kawasan Kumuh yang Sangat Ekstrem

Megapolitan
Menelusuri Kampung Kumuh dan Kemiskinan Ekstrem Dekat Istana Negara...

Menelusuri Kampung Kumuh dan Kemiskinan Ekstrem Dekat Istana Negara...

Megapolitan
Keluh Kesah Warga Rusun Muara Baru, Mulai dari Biaya Sewa Naik hingga Sulit Urus Akta Kelahiran

Keluh Kesah Warga Rusun Muara Baru, Mulai dari Biaya Sewa Naik hingga Sulit Urus Akta Kelahiran

Megapolitan
Nasib Malang Anggota TNI di Cilangkap, Tewas Tersambar Petir Saat Berteduh di Bawah Pohon

Nasib Malang Anggota TNI di Cilangkap, Tewas Tersambar Petir Saat Berteduh di Bawah Pohon

Megapolitan
Bursa Cagub DKI Jakarta Kian Ramai, Setelah Ridwan Kamil dan Syahroni, Kini Muncul Ahok hingga Basuki Hadimuljono

Bursa Cagub DKI Jakarta Kian Ramai, Setelah Ridwan Kamil dan Syahroni, Kini Muncul Ahok hingga Basuki Hadimuljono

Megapolitan
NIK Ratusan Warga di Kelurahan Pasar Manggis Dinonaktifkan karena Tak Sesuai Domisili

NIK Ratusan Warga di Kelurahan Pasar Manggis Dinonaktifkan karena Tak Sesuai Domisili

Megapolitan
Pendeta Gilbert Lumoindong Kembali Dilaporkan atas Dugaan Penistaan Agama

Pendeta Gilbert Lumoindong Kembali Dilaporkan atas Dugaan Penistaan Agama

Megapolitan
Pengendara Moge Tewas Terlindas Truk Trailer di Plumpang Jakut

Pengendara Moge Tewas Terlindas Truk Trailer di Plumpang Jakut

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com