Sebanyak Rp 5,4 Triliun Tunggakan Pajak di Jakarta Belum Tertagih - Kompas.com

Sebanyak Rp 5,4 Triliun Tunggakan Pajak di Jakarta Belum Tertagih

David Oliver Purba
Kompas.com - 20/02/2017, 20:42 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat memberi pengarahan kepada pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan, di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, hingga awal tahun 2017, ada sebesar Rp 5,4 triliun kewajiban wajib pajak yang masih belum tertagih oleh Pemprov DKI Jakarta.

Angka itu merupakan akumulasi pajak yang belum tertagih sejak belasan tahun lalu. Paling banyak, lanjut Djarot, kewajiban tersebut berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan tim penagihan pajak yang dibentuk oleh Pemprov DKI, akan melakukan pendataan serta penagihan langsung terhadap perusahaan penunggak pajak.

"Kalo misalkan nunggak bertahun-tahun, nanti ada hitungannya. Kami datang, enggak ada pemutihan, kan sudah ada tax amnesty kemarin," ujar Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (20/2/2017).

Djarot menambahkan, selain punishment, Pemprov DKI juga memberikan kemudahan bagi para perusahaan untuk membayar pajak. Salah satunya insentif pajak yang diberikan bagi perusahaan reklame berbasis LED. (Baca: Sumarsono: Opini WDP Pemprov DKI karena Banyak Piutang yang Tidak Tertagih)

Begitu juga dengan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di bawah Rp 2 miliar.

"Kenapa ini penting? Bahwa pajak ini yang digunakan untuk pembangunan dan pelayanan," ujar Djarot.

Kompas TV Google Belum Sepakati Masalah Pajak di Indonesia

PenulisDavid Oliver Purba
EditorFidel Ali
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM