Djarot: OK OCE Mart Butuh Dana Rp 200 Juta, Bagaimana UMKM Bisa Dapat? - Kompas.com

Djarot: OK OCE Mart Butuh Dana Rp 200 Juta, Bagaimana UMKM Bisa Dapat?

Robertus Belarminus
Kompas.com - 12/04/2017, 21:50 WIB
KRISTIANTO PURNOMO Kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat saat Debat Publik Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017). Pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan dilaksanakan 19 April 2017 mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bertanya-tanya bagaimana pelaku UMKM mendapatkan modal untuk bisa membuat OK OCE Mart.

Pasalnya, menurut Djarot, modal untuk membuat program usaha ala pasangan nomor pemilihan tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno itu membutuhkan modal Rp 200 juta.

Pertanyaan Djarot tersebut disampaikan dalam debat putaran kedua Pilkada DKI 2017 dengan tema "Dari Masyarakat untuk Jakarta", di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017).

"Yang saya baca kemarin untuk membuat OK OCE Mart itu membutuhkan dana Rp 200 juta rupiah, bagaimana UMKM bisa dapat dana Rp 200 juta itu," tanya Djarot, di acara debat Rabu malam.

Djarot mengatakan, kalau diminta menyediakan dana hingga Rp 200 juta, seperti untuk membuat OK OCE Mart, pihaknya tidak bisa menyanggupinya. Justru pihaknya memilih menerapkan sistem bagi hasil antara pemerintah dan pengusaha kecil dalam memberikan modal.

Baca: Membandingkan Solusi Ahok dan Anies Mengatasi Mahalnya Ongkos Transportasi

Pihaknya juga punya cara lain, yakni mendorong pengusaha kecil untuk mendapatkan barang dengan harga murah. Dan itu menurut dia sudah dilakukan lewat program PKK Mart yang sudah ada di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta.

"Dengan cara seperti itu maka masyarakat sekitar akan mendapatkan keuntungan serta harga yang murah," ujar Djarot.

Kompas TV Debat Pilkada DKI Miliki Format Baru

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisRobertus Belarminus
EditorFidel Ali
Komentar

Close Ads X