Berita Terpopuler Jakarta: Imbauan untuk Pendukung Rizieq hingga Pengakuan Tersangka Persekusi - Kompas.com

Berita Terpopuler Jakarta: Imbauan untuk Pendukung Rizieq hingga Pengakuan Tersangka Persekusi

Dian Maharani
Kompas.com - 03/06/2017, 06:21 WIB
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan kasus hukum terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab masih menjadi salah satu berita terpopuler di Kompas.com.

Kali ini, pendukung Rizieq diminta tak mengepung Bandara Soekarno-Hatta saat Rizieq kembali ke Indonesia.

Selain itu, ada berita-berita seputar persekusi yang menarik perhatian pembaca di Kompas.com.

Berikut rangkuman lima berita terpopuler seputar Jakarta di Kompas.com yang mungkin Anda lewatkan.

1. Pendukung Rizieq Diminta Tak Kepung Bandara

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Muhammad Iriawan meminta pendukung pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, tidak datang ke Bandara Soekarno-Hatta saat Rizieq tiba di Indonesia dari Arab Saudi.

"Mau ngepung bandara, mau ngapain? Malu dilihat dunia internasional bandara kita dikepung orang, untuk apa," ujar Iriawan, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6/2017).

Iriawan mengungkapkan, Rizieq seharusnya kooperatif menghadapi proses hukum kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan dirinya dengan Firza Husein.

Selengkapnya: Polisi Minta Pendukung Rizieq Tidak Kepung Bandara Soekarno-Hatta

2. Remaja Korban Persekusi Dipukuli

Kompas.com/Akhdi Martin Pratama Tersangka kasus persekusi Cipinang Abdul Majid (22) dan Mat Husin alias Ucin di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6/2017).

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan menyatakan, M (15) sempat dipukuli massa sebelum digelandang dari rumahnya ke sebuah pos RW di Cipinang Muara, Jakarta Timur. M merupakan korban persekusi yang videonya viral di media sosial.

"Jam 12 malam dibawa dari rumah, terus sempat dipukul bagian perut. Terus digelandang ke pos RW. Sampai di sana, dipukul lagi bagian muka dan kepala," kata Hendy di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6/2017).

Selengkapnya: Remaja Korban Persekusi Dipukuli Sebelum Dibawa ke Pos RW

3. Pengakuan Tersangka Persekusi

Tersangka kasus persekusi Abdul Majid (22), mengaku memukul M, lantaran kesal dengan tulisan yang diunggah remaja berusia 15 tahun tersebut dalam akun Facebook pribadinya. Menurut Abdul, unggahan M adalah bentuk penghinaan terhadap ulama.

"Saya kesal sama dia. Dia kenapa ganggu agama kita?" ujar Abdul, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6/2017).

Pria yang mengaku sebagai anggota Front Pembela Islam (FPI) itu mengaku spontan memukul M. Ia juga mengaku tak tahu jika M masih di bawah umur.

Selengkapnya: Tersangka Persekusi Mengaku Tidak Tahu Korbannya Masih di Bawah Umur

Baca: Seorang Tersangka Kasus Persekusi di Cipinang Mengaku Anggota FPI

4. Djarot Naik Taksi

KOMPAS.com/NURSITA SARI Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat turun dari taksi di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (2/6/2017) pagi.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berangkat dari rumah dinas di Taman Suropati, Jakarta Pusat, ke Balai Kota DKI Jakarta menggunakan taksi pada Jumat (2/6/2017) pagi.

Di sepanjang perjalanan, Djarot mengaku berbincang dengan sopir perempuan yang mengemudikan taksi tersebut. Saat berbincang dengannya, Djarot menyebut sopir tersebut grogi.

Untuk apa Djarot naik taksi?

Selengkapnya: Djarot Sebut Sopir Taksi yang Ditumpanginya Grogi

5. Tanggapan Anies soal Persekusi

Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan menilai tindak persekusi yang marak terjadi belakangan ini bisa ditangani dengan cara yang sederhana. Cara itu adalah dengan menegakkan hukum yang berlaku.

"Semua yang menyangkut pelanggaran hukum, diproses saja secara hukum. Sederhana sekali," kata Anies usai shalat Jumat di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017).

Persekusi merupakan pemburuan sewenang-wenang terhadap warga atau sejumlah orang yang kemudian dihakimi tanpa melalui prosedur hukum yang berlaku.

Masyarakat juga diminta untuk aktif mengampanyekan agar dapat menyelesaikan masalah sesuai dengan aturan main di Indonesia, yakni menyerahkan kepada polisi untuk diproses secara hukum.

Selengkapnya: Anies: Diproses Saja Secara Hukum, Sederhana Sekali

Baca juga: Lulung: Benar Enggak Persekusi Dilakukan oleh Ormas?

Kompas TV Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Persekusi di Jaktim

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisDian Maharani
EditorDian Maharani
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM