Polisi Sebut Perampok Davidson Sewa Apartemen di Jakarta Timur - Kompas.com

Polisi Sebut Perampok Davidson Sewa Apartemen di Jakarta Timur

Kompas.com - 19/06/2017, 19:33 WIB
KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Kios Nitrogen di SPBU Pertamina Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, tempat Davidson Tantono (30) dirampok dan ditembak hingga tewas pada Jumat (9/6/2017) siang.


JAKARTA, KOMPAS.com -
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan komplotan perampok di SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat, sempat menyewa sebuah apartemen di kawasan Jakarta Timur.

Komplotan itu diduga menyewa apartemen sebagai lokasi untuk merencanakan aksi perampokan.

"(Apartemen) itu kan bisa aja nyewa, enggak terlalu sulit (nyewa) apartemen, ada yang Rp 7 juta, Rp 5 juta (per bulan)," ujar Iriawan, di Jakarta, Senin (19/6/2017).

(baca: Polisi Tangkap Dua Lagi Perampok di SPBU Daan Mogot)

Iriawan menuturkan, apartemen tersebut juga diduga disewa untuk tempat persembunyian para pelaku seusai melakukan aksi perampokan.

"Kalau itu safehouse-nya ya, bisa menyewa apartemen itu," ucap dia.

(baca: Kapten Perampok Davidson Kerap Berpindah Tempat Persembunyian)

Iriawan menjelaskan, penyidik tengah menelusuri aset-aset para pelaku yang sudah ditangkap. Sejauh ini, baru ada empat anggota komplotan perampok Davidson yang sudah dibekuk.

Aset tersebut diselidiki karena diduga dibeli dari hasil kejahatan. Salah satu yang diselidiki adalah kemungkinan para pelaku memiliki apartemen di Jakarta Timur.

"Kami akan mendalami apakah itu pemiliknya mereka atau yang lain," kata Iriawan.

(baca: Uang Rp 350 Juta yang Dibawa Davidson untuk Pinjaman Nasabah Koperasi)

Perampokan terhadap Davidson terjadi saat korban sedang turun dari mobilnya untuk menambal ban mobilnya yang kempis. Korban sempat mempertahankan tas berisi uang yang akan diambil para perampok.

Namun perlawanan Davidson terhenti saat perampok menembaknya di bagian kepala. Davidson meninggal di tempat kejadian dan tasnya yang berisi uang dibawa lari perampok.

Kompas TV Dua Tersangka Pelaku Ditangkap di Lampung


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorIndra Akuntono
Komentar

Terkini Lainnya

M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

Megapolitan
Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

Regional
Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

Internasional
Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

Internasional
Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

Regional
Hendak Menanduk Pemilik Mobil, Kambing Malah Tersangkut di Kemudi

Hendak Menanduk Pemilik Mobil, Kambing Malah Tersangkut di Kemudi

Internasional
Polisi Akan Panggil Elvy Sukaesih Terkait Kasus Narkoba Dhawiya

Polisi Akan Panggil Elvy Sukaesih Terkait Kasus Narkoba Dhawiya

Megapolitan
ITB dan MIT Bekerja Sama dalam Penelitian Baterai Mobil Listrik Nasional

ITB dan MIT Bekerja Sama dalam Penelitian Baterai Mobil Listrik Nasional

Regional
Kabareskrim: Indonesia Darurat Akal Sehat

Kabareskrim: Indonesia Darurat Akal Sehat

Nasional
Berstatus Tahanan KPK, Calon Gubernur Lampung Masih Berkampanye

Berstatus Tahanan KPK, Calon Gubernur Lampung Masih Berkampanye

Nasional
Dishub Kota Bekasi Harap Pemilahan Ganjil Genap Dilakukan di Area Jalan Tol

Dishub Kota Bekasi Harap Pemilahan Ganjil Genap Dilakukan di Area Jalan Tol

Megapolitan
Lecehkan Puluhan Siswanya, Guru SD di Surabaya Dilaporkan ke Polisi

Lecehkan Puluhan Siswanya, Guru SD di Surabaya Dilaporkan ke Polisi

Regional
Polisi Tangkap Penyebar Berita Hoaks soal Ustaz di Tambun Utara

Polisi Tangkap Penyebar Berita Hoaks soal Ustaz di Tambun Utara

Megapolitan
YLBHI Duga Ada yang Hendak Ambil Untung dari Isu Penyerangan Pemuka Agama

YLBHI Duga Ada yang Hendak Ambil Untung dari Isu Penyerangan Pemuka Agama

Nasional
Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Akan Pelajari Aturan Baliho pada Masa Kampanye

Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Akan Pelajari Aturan Baliho pada Masa Kampanye

Megapolitan

Close Ads X