Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

LPSK akan Antar-Jemput Sekolah Siswi SMK Korban Pengeroyokan di Bekasi

Kompas.com - 23/08/2019, 23:48 WIB
Vitorio Mantalean,
Sabrina Asril

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan melibatkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkait kasus pengeroyokan seorang siswi baru SMK swasta di Bekasi, Rabu (14/8/2019) lalu.

Kasus ini sendiri tengah diproses oleh Polres Metro Bekasi Kota. Tiga orang pengeroyok yang juga masih di bawah umur sudah ditahan polisi.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti menyebut, korban GL (15) akan mulai bersekolah pada Senin depan (26/8/2019). Namun, di sisi lain, korban masih takut dengan kemungkinan ancaman-ancaman selama perjalanan pergi dan pulang sekolah.

"Saya tadi sudah meneleponkan langsung dengan LPSK, saya meminta supaya adik ini mendapatkan perlindungan mulai dari berangkat pulang sekolah dan sesuai kebutuhannya nanti," ujar Retno ditemui di SMK swasta tempat bersekolah korban, Jumat (23/8/2019) siang.

Baca juga: Pengeroyokan Siswi SMK di Bekasi Masuk Babak Penahanan Pelaku

"Karena korban juga kakaknya ada yang alumni di sini. Memang korban ingin tetap bersekolah di sini, hanya pulang dan pergi sekolah itu masih ketakutan. Jadi nanti LPSK yang akan melakukan pendampingan," ia menambahkan.

Retno menyebut, hak-hak korban mulai dari keamanan, hak pendidikan, hak atas kesehatan, hingga hak rehabilitasi psikologis harus dipenuhi hingga hingga proses hukum selesai.

LPSK, ujar Retno, akan bertanggung jawab mendampingi antar-jemput korban hingga proses hukum rampung. Keluarga korban juga akan dilindungi.

Baca juga: Klarifikasi SMK di Bekasi soal Muridnya Dikeroyok Siswi Senior

"Keluarga korban merasa terancam oleh pihak tertentu, merasa tidak nyaman, LPSK ini melindungi tidak hanya korban tapi keluarga korban," kata Retno.

"Kalau mau dilindungi 24 jam pun bisa, bahkan mau dipindahin rumah, misalnya dikontrakin, itu bisa," imbuhnya.

Kasus pengeroyokan GL jadi perbincangan belakangan ini, terlebih video pengeroyokan tersebut tersebar di jagat maya.

Saat itu, D, alumnus SMK Teknologi Nasional; A, kakak kelas GL; dan P, kawan D yang tidak satu almamater, kompak menjambak, mencekik, dan melucuti kerudung GL pada insiden pengeroyokan di sebuah taman di luar kompleks sekolah. GL kemudian ditendang, dipukul, dan ditampar menggunakan sandal berulang kali.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pendaftaran PPK Pilkada 2024 Dibuka untuk Umum, Mantan Petugas Saat Pilpres Tak Otomatis Diterima

Pendaftaran PPK Pilkada 2024 Dibuka untuk Umum, Mantan Petugas Saat Pilpres Tak Otomatis Diterima

Megapolitan
Asesmen Diterima, Polisi Kirim Chandrika Chika Cs ke Lido untuk Direhabilitasi

Asesmen Diterima, Polisi Kirim Chandrika Chika Cs ke Lido untuk Direhabilitasi

Megapolitan
Selain ke PDI-P, Pasangan Petahana Benyamin-Pilar Daftar ke Demokrat dan PKB untuk Pilkada Tangsel

Selain ke PDI-P, Pasangan Petahana Benyamin-Pilar Daftar ke Demokrat dan PKB untuk Pilkada Tangsel

Megapolitan
Polisi Pastikan Kondisi Jasad Wanita Dalam Koper di Cikarang Masih Utuh

Polisi Pastikan Kondisi Jasad Wanita Dalam Koper di Cikarang Masih Utuh

Megapolitan
Cara Urus NIK DKI yang Dinonaktifkan, Cukup Bawa Surat Keterangan Domisili dari RT

Cara Urus NIK DKI yang Dinonaktifkan, Cukup Bawa Surat Keterangan Domisili dari RT

Megapolitan
Heru Budi Harap 'Groundbreaking' MRT East-West Bisa Terealisasi Agustus 2024

Heru Budi Harap "Groundbreaking" MRT East-West Bisa Terealisasi Agustus 2024

Megapolitan
Daftar Pencalonan Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad Mengaku Dipaksa Maju Pilkada 2024

Daftar Pencalonan Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad Mengaku Dipaksa Maju Pilkada 2024

Megapolitan
Misteri Sosok Mayat Perempuan dalam Koper, Bikin Geger Warga Cikarang

Misteri Sosok Mayat Perempuan dalam Koper, Bikin Geger Warga Cikarang

Megapolitan
Kekejaman Nico Bunuh Teman Kencan di Kamar Kos, Buang Jasad Korban ke Sungai hingga Hanyut ke Pulau Pari

Kekejaman Nico Bunuh Teman Kencan di Kamar Kos, Buang Jasad Korban ke Sungai hingga Hanyut ke Pulau Pari

Megapolitan
Ulah Sindikat Pencuri di Tambora, Gasak 37 Motor dalam 2 Bulan untuk Disewakan

Ulah Sindikat Pencuri di Tambora, Gasak 37 Motor dalam 2 Bulan untuk Disewakan

Megapolitan
Upaya Chandrika Chika dkk Lolos dari Jerat Hukum, Ajukan Rehabilitasi Usai Ditangkap karena Narkoba

Upaya Chandrika Chika dkk Lolos dari Jerat Hukum, Ajukan Rehabilitasi Usai Ditangkap karena Narkoba

Megapolitan
Mochtar Mohamad Ajukan Diri Jadi Calon Wali Kota Bekasi ke PDIP

Mochtar Mohamad Ajukan Diri Jadi Calon Wali Kota Bekasi ke PDIP

Megapolitan
Keluarga Ajukan Rehabilitasi, Chandrika Chika dkk Jalani Asesmen di BNN Jaksel

Keluarga Ajukan Rehabilitasi, Chandrika Chika dkk Jalani Asesmen di BNN Jaksel

Megapolitan
Banyak Warga Protes NIK-nya Dinonaktifkan, padahal 'Numpang' KTP Jakarta

Banyak Warga Protes NIK-nya Dinonaktifkan, padahal "Numpang" KTP Jakarta

Megapolitan
Dekat Istana, Lima dari 11 RT di Tanah Tinggi Masuk Kawasan Kumuh yang Sangat Ekstrem

Dekat Istana, Lima dari 11 RT di Tanah Tinggi Masuk Kawasan Kumuh yang Sangat Ekstrem

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com