Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tersangka Wanita JIS Akan Jalani Pemeriksaan Psikologis

Kompas.com - 09/05/2014, 03:51 WIB
Fitri Prawitasari

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Reserse Kriminal Umum akan melakukan tes psikologis terhadap tersangka wanita kejahatan seksual di sekolah internasional TK JIS, Afriska. Dia menjadi satu-satunya wanita dalam kasus ini.

"Penyidik memeriksa AF secara psikologis. Mengapa dia seorang wanita, namun aktif dalam pelecehan seksual tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Kamis (8/5/2014).

Afrisca, kata Rikwanto, diduga memiliki kelainan seksual. Dia mengatakan, jarang ada wanita yang berperan aktif dalam kejahatan seksual semacam kasus JIS ini. "AF membantu memegangi korban, membuka baju, dan menyekapnya," ujar dia.

Selain Afrisca, penyidik juga masih mendalami empat tersangka lainnya. Setiap hari, ujar Rikwanto, setidaknya satu tersangka menjalani pemeriksaan.

Seperti diberitakan, AK (6), siswa TK JIS mengalami kejahatan seksual di toilet sekolah. Berdasarkan penyelidikan kepolisian, AK berkali-kali menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan bergantian oleh para pelaku yang adalah para petugas kebersihan alih daya.

Lima tersangka dalam kasus ini adalah Agun Iskandar alias AG, Virgiawan alias AW, Syahrial alias SY, Zainal alias Za, dan Afrisca Setyani alias AF. Sementara itu, satu orang tersangka lain, yakni Azwar alias AZ, tewas bunuh diri ketika menjalani pemeriksaan.

Untuk menelusuri kemungkinan adanya korban dan tersangka lain di JIS, polisi juga memeriksa kepala sekolah, guru, dan seluruh petugas kebersihan di JIS. Polisi juga meminta foto para siswa TK kepada JIS untuk dikonfirmasi oleh para tersangka.

Dalam pengakuan para tersangka, mereka mengatakan telah melakukan perbuatannya terhadap beberapa anak. Namun, para tersangka mengaku lupa identitas para korban mereka itu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Hadiah Sehabis Musibah bagi Satrio, Diterima Jadi Polisi meski Gagal Ujian akibat Dibegal

Hadiah Sehabis Musibah bagi Satrio, Diterima Jadi Polisi meski Gagal Ujian akibat Dibegal

Megapolitan
Nasib Nahas Efendy yang Tewas di Kali Sodong, Diburu Mata Elang dan Dipukuli hingga Tak Berdaya

Nasib Nahas Efendy yang Tewas di Kali Sodong, Diburu Mata Elang dan Dipukuli hingga Tak Berdaya

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024 dan Besok: Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024 dan Besok: Pagi ini Cerah Berawan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kapolri Beri Hadiah Casis Bintara yang Dibegal dengan Diterima Jadi Polisi | Kilas Balik Kronologi Pembunuhan Vina Cirebon

[POPULER JABODETABEK] Kapolri Beri Hadiah Casis Bintara yang Dibegal dengan Diterima Jadi Polisi | Kilas Balik Kronologi Pembunuhan Vina Cirebon

Megapolitan
Berkoordinasi dengan Polda Jabar, Polda Metro Jaya Bantu Buru 3 DPO Pembunuh Vina

Berkoordinasi dengan Polda Jabar, Polda Metro Jaya Bantu Buru 3 DPO Pembunuh Vina

Megapolitan
Pria di Kali Sodong Dibunuh 'Debt Collector' Gadungan karena Tolak Serahkan Motor

Pria di Kali Sodong Dibunuh "Debt Collector" Gadungan karena Tolak Serahkan Motor

Megapolitan
KPU DKI Verifikasi Dokumen Dukungan Bacagub Independen Dharma Pongrekun hingga 29 Mei

KPU DKI Verifikasi Dokumen Dukungan Bacagub Independen Dharma Pongrekun hingga 29 Mei

Megapolitan
PPK GBK Ungkap Riwayat Kepemilikan Tanah Tempat Berdirinya Hotel Sultan

PPK GBK Ungkap Riwayat Kepemilikan Tanah Tempat Berdirinya Hotel Sultan

Megapolitan
Perubahan Jadwal KRL, Transjakarta, MRT, dan LRT Saat Pencanangan HUT Ke-497 Jakarta 19 Mei

Perubahan Jadwal KRL, Transjakarta, MRT, dan LRT Saat Pencanangan HUT Ke-497 Jakarta 19 Mei

Megapolitan
Epy Kusnandar Isap Ganja di Atas Pohon pada Waktu Subuh

Epy Kusnandar Isap Ganja di Atas Pohon pada Waktu Subuh

Megapolitan
'Bullying' Siswi SMP di Bogor Diduga karena Rebutan Cowok

"Bullying" Siswi SMP di Bogor Diduga karena Rebutan Cowok

Megapolitan
KDRT dan Terlibat Kasus Penistaan Agama, Pejabat Kemenhub Dibebastugaskan

KDRT dan Terlibat Kasus Penistaan Agama, Pejabat Kemenhub Dibebastugaskan

Megapolitan
Mayat di Kali Sodong Ternyata Korban Perampokan dan Pembunuhan, Polisi Tangkap Pelakunya

Mayat di Kali Sodong Ternyata Korban Perampokan dan Pembunuhan, Polisi Tangkap Pelakunya

Megapolitan
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Bundaran HI Saat Pencanangan HUT Ke-497 Jakarta pada 19 Mei

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Bundaran HI Saat Pencanangan HUT Ke-497 Jakarta pada 19 Mei

Megapolitan
Epy Kusnandar Direhabilitasi sedangkan Yogi Gamblez Ditahan, Ini Alasan Polisi

Epy Kusnandar Direhabilitasi sedangkan Yogi Gamblez Ditahan, Ini Alasan Polisi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com