Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Taksi-taksi yang Terkena Razia di Kawasan Gunung Sahari

Kompas.com - 08/12/2014, 14:22 WIB
Unoviana Kartika

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benjamin Bukit mengklaim, razia taksi yang dilakukan Dishub DKI bersama Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat dan Polantas Jakarta Pusat bukan dipicu oleh kejahatan yang terjadi di "taksi putih" beberapa waktu lalu.

"Ini memang kami rutin gelar razia supaya masyarakat aman dan nyaman ketika naik angkutan umum, termasuk taksi," ujar Benjamin, di lokasi razia, Jalan Gunung Sahari Raya, Senin (8/12/2014). [Baca: Dirazia, Sopir Taksi Ini Mengomel]

Menurut dia, razia dapat mengurangi maraknya aksi kejahatan di dalam taksi. Sebab, petugas memeriksa kelengkapan surat-surat. Identitas sopir taksi disesuaikan dengan taksinya, dan syarat-syarat operasi lainnya dicek. Petugas juga turut memeriksa bagasi taksi.

"Paling tidak dapat meminimalkan upaya aksi kejahatan karena kami melakukan pemeriksaan dengan cukup lengkap," ujar Benjamin.

Dalam razia kali ini, Kepala Sudinhub Jakarta Pusat Syamsuddin mengatakan, ada 16 taksi yang terjaring. Antara lain tujuh unit Taksi Express, dua unit Taksi Koperasi, dua unit PE Taksi, dan satu unit Taksi Pusara.

"Mereka yang terjaring harus ditilang. Mereka akan dibawa ke kantor Sudinhub, khususnya yang bermasalah dengan surat-surat," ujar Syamsuddin.

Selain taksi, petugas juga memeriksa kelengkapan surat-surat untuk kendaraan umum lainnya, seperti kopaja, bus, mikrolet, bahkan mobil dan motor pribadi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Sebut Keributan Suporter di Stasiun Manggarai Libatkan Jakmania dan Viking

Polisi Sebut Keributan Suporter di Stasiun Manggarai Libatkan Jakmania dan Viking

Megapolitan
Aditya Tak Tahu Koper yang Dibawa Kakaknya Berisi Mayat RM

Aditya Tak Tahu Koper yang Dibawa Kakaknya Berisi Mayat RM

Megapolitan
Kadishub DKI Jakarta Tegaskan Parkir di Minimarket Gratis

Kadishub DKI Jakarta Tegaskan Parkir di Minimarket Gratis

Megapolitan
Koper Pertama Kekecilan, Ahmad Beli Lagi yang Besar untuk Masukkan Jenazah RM

Koper Pertama Kekecilan, Ahmad Beli Lagi yang Besar untuk Masukkan Jenazah RM

Megapolitan
Polisi Masih Buru Pemasok Narkoba ke Rio Reifan

Polisi Masih Buru Pemasok Narkoba ke Rio Reifan

Megapolitan
Dishub DKI Jakarta Janji Tindak Juru Parkir Liar di Minimarket

Dishub DKI Jakarta Janji Tindak Juru Parkir Liar di Minimarket

Megapolitan
Kasus Pembunuhan Wanita Dalam Koper, Korban Diduga Tak Tahu Pelaku Memiliki Istri

Kasus Pembunuhan Wanita Dalam Koper, Korban Diduga Tak Tahu Pelaku Memiliki Istri

Megapolitan
Tangkap Aktor Rio Reifan, Polisi Sita 1,17 Gram Sabu dan 12 Butir Psikotropika

Tangkap Aktor Rio Reifan, Polisi Sita 1,17 Gram Sabu dan 12 Butir Psikotropika

Megapolitan
Polisi Usut Indentitas Mayat Laki-laki Tanpa Busana di Kanal Banjir Barat Tanah Abang

Polisi Usut Indentitas Mayat Laki-laki Tanpa Busana di Kanal Banjir Barat Tanah Abang

Megapolitan
Sebelum Dibunuh Arif, RM Sempat Izin ke Atasan untuk Jenguk Kakaknya di RS

Sebelum Dibunuh Arif, RM Sempat Izin ke Atasan untuk Jenguk Kakaknya di RS

Megapolitan
Keluarga Tolak Otopsi, Jenazah Pemulung di Lenteng Agung Segera Dibawa ke Kampung Halaman

Keluarga Tolak Otopsi, Jenazah Pemulung di Lenteng Agung Segera Dibawa ke Kampung Halaman

Megapolitan
Mayat Laki-laki Tanpa Busana Mengambang di Kanal Banjir Barat Tanah Abang

Mayat Laki-laki Tanpa Busana Mengambang di Kanal Banjir Barat Tanah Abang

Megapolitan
Perempuan Dalam Koper Bawa Rp 43 Juta, Hendak Disetor ke Rekening Perusahaan

Perempuan Dalam Koper Bawa Rp 43 Juta, Hendak Disetor ke Rekening Perusahaan

Megapolitan
Rio Reifan Lagi-lagi Terjerat Kasus Narkoba, Polisi: Tidak Ada Rehabilitasi

Rio Reifan Lagi-lagi Terjerat Kasus Narkoba, Polisi: Tidak Ada Rehabilitasi

Megapolitan
Dibutuhkan 801 Orang, Ini Syarat Jadi Anggota PPS Pilkada Jakarta 2024

Dibutuhkan 801 Orang, Ini Syarat Jadi Anggota PPS Pilkada Jakarta 2024

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com