Salin Artikel

Misteri Pelemparan Molotov di Kedubes Myanmar...

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, pelemparan itu terjadi ketika anggota polisi yang berpatroli di Jalan Yusuf Adi Winata belakang Kedutaan melihat api di teras belakang lantai dua.

"Setelah dicek oleh polisi jaga, ternyata botol yang ada sumbunya, ada minyaknya," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Minggu sore.

Sosok pelaku pelemparan bom masih menjadi misteri. Ada dugaan, bom molotov itu dilempar dari mobil yang terpantau sempat berhenti di depan Kedubes Myanmar, kemudian tancap gas ke arah Jalan Imam Bonjol.

Argo mengatakan, pihaknya kini berupaya mengumpulkan keterangan saksi dan mencari barang bukti lain.

Kemarahan atas tragedi Rohingya

Terkait dugaan motif, Argo tak membantah bahwa pelemparan molotov itu merupakan buah dari kemarahan publik atas tragedi yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar.

"Tentunya ini pasti menjadi bahan analisis kepolisian apakah ada kaitannya dengan kasus di Rohingya di sana," ujar dia. 

Beberapa jam sebelum dilemparnya Molotov, Sabtu (2/9/2017) siang, aksi unjuk rasa terjadi di depan Kedubes Myanmar.

Massa yang menamakan diri Komunitas Masyarakat Profesional Bagi Kemanusiaan itu melampiaskan kemarahannya terhadap pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

Mereka mendesak agar Pemerintah Indonesia menarik Duta Besar RI di Myanmar. Argo mengatakan, selama beberapa hari ke depan, penjagaan akan ditingkatkan untuk mengantisipasi unjuk rasa serupa.

Saat ditanya apakah ada gegana yang ditempatkan di Kedutaan Besar Myanmar, Argo menjawab hal itu sesuai standar operasional prosedur.

"Yang terpenting, untuk menambah kekuatan di sana, kami tetap melaksanakan kegiatan intelijen di sana," ujar Argo.

https://megapolitan.kompas.com/read/2017/09/04/09133761/misteri-pelemparan-molotov-di-kedubes-myanmar

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Covid-19 Kian Mengganas di Jakarta, Sudah Saatnya Tarik Rem Darurat?

Covid-19 Kian Mengganas di Jakarta, Sudah Saatnya Tarik Rem Darurat?

Megapolitan
126 Hari Jelang Formula E Jakarta, Jakpro dan IMI Studi Banding ke Arab Saudi

126 Hari Jelang Formula E Jakarta, Jakpro dan IMI Studi Banding ke Arab Saudi

Megapolitan
Grebek Kantor Pinjol di PIK 2, Polisi Amankan Manajer WN China

Grebek Kantor Pinjol di PIK 2, Polisi Amankan Manajer WN China

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 546, Pasien Dirawat Bertambah 505

UPDATE 27 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 546, Pasien Dirawat Bertambah 505

Megapolitan
Polisi Grebek Satu Lagi Kantor Pinjol di PIK 2

Polisi Grebek Satu Lagi Kantor Pinjol di PIK 2

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Kasus Covid-19 Varian Omicron di DKI Jakarta Kini Ada 2.040

UPDATE 27 Januari: Kasus Covid-19 Varian Omicron di DKI Jakarta Kini Ada 2.040

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Bertambah 4.149 dalam Sehari, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Ada 891.148

UPDATE 27 Januari: Bertambah 4.149 dalam Sehari, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Ada 891.148

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pengakuan Pegawai Pinjol Ilegal di PIK | Sumur Resapan Diusulkan jadi Kolam Lele

[POPULER JABODETABEK] Pengakuan Pegawai Pinjol Ilegal di PIK | Sumur Resapan Diusulkan jadi Kolam Lele

Megapolitan
JIS Tutup Sementara Mulai 30 Januari Untuk Persiapan International Youth Championship

JIS Tutup Sementara Mulai 30 Januari Untuk Persiapan International Youth Championship

Megapolitan
Kasus Haris Azhar dan Fatia Dianggap Pemidanaan yang Dipaksakan

Kasus Haris Azhar dan Fatia Dianggap Pemidanaan yang Dipaksakan

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Melonjak, RS Diminta Siapkan Tambahan Tempat Tidur Perawatan

Kasus Covid-19 di Depok Melonjak, RS Diminta Siapkan Tambahan Tempat Tidur Perawatan

Megapolitan
Anies: Jangan Pernah Matikan Kritik

Anies: Jangan Pernah Matikan Kritik

Megapolitan
Kejaksaan Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Kejaksaan Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Empat Pelajar di Bekasi Tersengat Listrik Saat Perbaiki Kabel Jaringan WiFi

Empat Pelajar di Bekasi Tersengat Listrik Saat Perbaiki Kabel Jaringan WiFi

Megapolitan
Transjakarta Berikan Apresiasi ke Sopir Bus yang Berhasil Cegah Perempuan Bunuh Diri

Transjakarta Berikan Apresiasi ke Sopir Bus yang Berhasil Cegah Perempuan Bunuh Diri

Megapolitan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.