Salin Artikel

[POPULER JABODETABEK] Kekecewaan Warga Berdiam di Rumah, tetapi Kasus Corona Kian Tinggi | Istri Wali Kota Depok Positif Covid-19

Selama enam bulan itu, banyak yang terjadi di ibu kota. PSBB yang awalnya berlangsung sangat ketat hingga mematikan banyak sektor usaha, justru bisa mengendalikan kasus Covid-19.

Saat itu, hampir seluruh perkantoran di Jakarta menerapkan work from home (WFH), transportasi umum dibatasi, pergerakan warga ke luar Jakarta dilarang.

Namun, memasuki pertengahan tahun, kebijakan pun dilonggarkan. Aktivitas kembali normal, kasus Covid-19 justru drastis meningkat.

Di tengah situasi yang tak pasti ini, sejumlah warga mencurahkan isi hatinya seputar enam bulan terakhir ini. Beberapa di antara mereka, terutama yang sudah menjalani WFH selama enam bulan, merasa usaha mereka sia-sia.

Kisah pengalaman warga enam bulan WFH di tengah pandemi ini menjadi berita terpopuler Megapolitan Kompas.com sepanjang Kamis (28/8/2020).

Berikut empat berita terpouler seputar Jabodetabek kemarin:

1. Warga kecewa 6 bulan WFH, tak membuahkan hasil apapun

Warga Cempaka Putih bernama Nur (26) mengaku bosan berada di dalam rumah selama enam bulan, terhitung sejak Maret 2020 hingga kini, lantaran kantornya memberlakukan work from home (WFH).

Ia pun mengaku tak pernah keluar rumah jika tak ada keperluan mendesak.

“Bosan, jenuh karena tidak ada hiburan selama WFH. Biasanya kalau kerja di kantor, kalau bosan tinggal ngobrol bareng teman. Tetapi, kalau WFH hanya bisa ngobrol via WhatsApp atau Zoom,” ujar Nur kepada Kompas.com, Kamis.

Nur mengaku kecewa melihat situasi Jakarta saat ini, di mana kasus Covid-19 terus bertambah.

Menurut dia, pemberlakuan WFH tak ada gunanya jika karyawannya masih berkeliaran di luar rumah.

Dia mengatakan, WFH hanya bisa mengurangi mobilitas, tetapi tak berdampak pada masing-masing individu masyarakat jika akhirnya tetap saja ada yang abai menerapkan protokol kesehatan.

Nova (25), warga Kelapa Gading, juga mengungkapkan hal yang sama. Ia mengungkapkan kebosanannya lantaran diam di rumah selama enam bulan.

Namun, alangkah kecewanya Nova lantaran upayanya itu tak berdampak mengurangi angka penularan Covid-19 di Jakarta.

Padahal, sudah terlalu banyak hal-hal yang dirindukannya untuk beraktivitas di luar dengan keadaan normal. Perempuan yang bekerja sebagai guru ini benar-benar merindukan muridnya.

Ia rindu mengajar murid-muridnya secara langsung dengan bersentuhan tanpa perlu khawatir tertular Covid-19. Ia khawatir anak muridnya tak mudah menyerap pelajaran ketika belajar secara virtual.

“Saya rindu ngajar secara langsung, apalagi banyak murid baru yang saya tidak tahu gimana personalnya secara langsung,” kata dia.

Melihat situasi Covid-19 yang makin banyak merebak ke masyarakat membuatnya pesimistis bahwa Jakarta akan beraktivitas normal lebih cepat.

Ia miris melihat banyak anggota masyarakat yang masih abai terhadap Covid-19 semenjak PSBB dilonggarkan. Padahal, Nova sudah berdiam diri di rumah dengan harapan virus mematikan ini bisa kelar lebih cepat.

Baca selengkapnya di sini.

Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan AKP Muharram Wibisono mengatakan, pelaku berinisial TLX ditangkap di tempat persembunyian di kawasan Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/8/2020) malam.

"Kemarin malam kami melakukan penangkapan terhadap pelaku di daerah Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Indentitas pelaku memang sudah kami kantongi, tapi kami rahasiakan untuk kepentingan penyidikan," ujarnya, saat dikonfirmasi Kamis (27/8/2020).

Dari penangkapan tersebut, lanjut Muharram, petugas menemukan dua unit motor besar. Satu di antaranya merupakan motor Harley Davidson yang dicurinya pekan lalu di kawasan Ciputat Timur.

"Jadi ada satu unit motor Harley Davidson milik korban, kemudian ada satu lagi motor besar merek Honda yang kita amankan. Ini terkait laporan polisi juga di Polsek Serpong," ungkap dia.

Saat ini, pelaku pencurian motor Harley Davidson dengan modus menjajal motor itu sudah dibawa ke Polres Tangerang Selatan. Belum diketahui secara pasti motif pelaku nekat membawa kabur motor tersebut.

Berdasarkan keterangan sementara, aksi itu dilakukan karena himpitan ekonomi.

"Masih kita dalami apakah motor tersebut digunakan sendiri atau dijual karena baru tertangkap tadi malam. Kita masih harus ke lapangan juga untuk pengembangan dan cek TKP lagi," ungkapnya.

Baca selengkapnya di sini.

3. Istri Wali Kota Depok positif Covid-19

Istri Wali Kota Depok, Elly Farida dikonfirmasi positif Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

"Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok Bunda Elly Farida, berdasarkan hasil swab PCR terkonfirmasi positif Covid19," ujar Dadang melalui keterangan resmi, Kamis (27/8/2020) siang.

Dadang melanjutkan, ada indikasi Farida positif Covid-19 karena menjalin kontak erat dengan salah satu aparatur sipil negara (ASN) di kantor Kecamatan Sukmajaya yang baru-baru ini juga dinyatakan positif Covid-19.

"Kondisi saat ini dalam keadaan stabil dan melakukan isolasi di rumah sakit," tambahnya.

Sementara itu, Dadang menyebut bahwa Wali Kota Depok Mohammad Idris beserta keluarga juga telah dilakukan pemeriksaan swab PCR. Baik Idris maupun keluarga saat ini disebut dalam kondisi sehat.

"Wali Kota Depok dan anggota keluarga yang lain sudah dilakukan swab PCR. Hasilnya negatif Covid-19," ujar Dadang.

Kasus Covid-19 terus meningkat dan mengalami lonjakan berarti sejak 31 Juli 2020 di Depok.

Baca selengkapnya di sini.

4. Pemkot Bekasi minta warganya pakai masker tiga lapis

Pemerintah Kota Bekasi kini menyarankan masyarakat agar menggunakan tiga lapis masker jika hendak keluar rumah. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi.

“Menggunakan masker tiga yang paling efektif dalam mengurangi penyebaran tetesan,” ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kepada wartawan, Kamis (27/8/2020).

Rahmat mengaku akan melibatkan Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk membagikan 90.000 masker ke masyarakat.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kampanye agar warga rutin menggunakan masker. Mengingat warga Kota Bekasi belakangan ini mulai abai menggunakan masker. Apalagi kasus orang tanpa gejala (OTG) dan klaster keluarga di Bekasi makin banyak.

“Melalui peran ibu-ibu Kota Bekasi ada 90.000 mudah-mudahan tidak berkurang stok saya. 4.000 itu kan buat medis, mudah-mudahan tidak berkurang stok saya,” ujar Rahmat.

Baca selengkapnya di sini.

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/08/28/07390871/populer-jabodetabek-kekecewaan-warga-berdiam-di-rumah-tetapi-kasus-corona

Terkini Lainnya

Rekam Jejak Chandrika Chika di Dunia Hiburan: Dari Joget 'Papi Chulo' hingga Terjerat Narkoba

Rekam Jejak Chandrika Chika di Dunia Hiburan: Dari Joget "Papi Chulo" hingga Terjerat Narkoba

Megapolitan
Remaja Perempuan Tanpa Identitas Tewas di RSUD Kebayoran Baru, Diduga Dicekoki Narkotika

Remaja Perempuan Tanpa Identitas Tewas di RSUD Kebayoran Baru, Diduga Dicekoki Narkotika

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pedagang di Pasar Induk Kramatjati Buang Puluhan Ton Pepaya | Tante di Tangerang Bunuh Keponakannya

[POPULER JABODETABEK] Pedagang di Pasar Induk Kramatjati Buang Puluhan Ton Pepaya | Tante di Tangerang Bunuh Keponakannya

Megapolitan
Rute Mikrotrans JAK98 Kampung Rambutan-Munjul

Rute Mikrotrans JAK98 Kampung Rambutan-Munjul

Megapolitan
Bisakah Beli Tiket Masuk Ancol On The Spot?

Bisakah Beli Tiket Masuk Ancol On The Spot?

Megapolitan
Keseharian Galihloss di Mata Tetangga, Kerap Buat Konten untuk Bantu Perekonomian Keluarga

Keseharian Galihloss di Mata Tetangga, Kerap Buat Konten untuk Bantu Perekonomian Keluarga

Megapolitan
Kajari Jaksel Harap Banyak Masyarakat Ikut Lelang Rubicon Mario Dandy

Kajari Jaksel Harap Banyak Masyarakat Ikut Lelang Rubicon Mario Dandy

Megapolitan
Datang Posko Pengaduan Penonaktifkan NIK di Petamburan, Wisit Lapor Anak Bungsunya Tak Terdaftar

Datang Posko Pengaduan Penonaktifkan NIK di Petamburan, Wisit Lapor Anak Bungsunya Tak Terdaftar

Megapolitan
Dibacok Begal, Pelajar SMP di Depok Alami Luka di Punggung

Dibacok Begal, Pelajar SMP di Depok Alami Luka di Punggung

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Kritik Kinerja Pj Gubernur, Heru Budi Disebut Belum Bisa Tanggulangi Banjir dan Macet

Ketua DPRD DKI Kritik Kinerja Pj Gubernur, Heru Budi Disebut Belum Bisa Tanggulangi Banjir dan Macet

Megapolitan
Rampas Ponsel, Begal di Depok Bacok Bocah SMP

Rampas Ponsel, Begal di Depok Bacok Bocah SMP

Megapolitan
“Semoga Prabowo-Gibran Lebih Bagus, Jangan Kayak yang Sudah”

“Semoga Prabowo-Gibran Lebih Bagus, Jangan Kayak yang Sudah”

Megapolitan
Ketua DPRD: Jakarta Globalnya di Mana? Dekat Istana Masih Ada Daerah Kumuh

Ketua DPRD: Jakarta Globalnya di Mana? Dekat Istana Masih Ada Daerah Kumuh

Megapolitan
Gerindra dan PKB Sepakat Berkoalisi di Pilkada Bogor 2024

Gerindra dan PKB Sepakat Berkoalisi di Pilkada Bogor 2024

Megapolitan
Anggaran Kelurahan di DKJ 5 Persen dari APBD, F-PKS: Kualitas Pelayanan Harus Naik

Anggaran Kelurahan di DKJ 5 Persen dari APBD, F-PKS: Kualitas Pelayanan Harus Naik

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke